Amalan Spesial Bulan Rajab

 

Assalamualaikum wr. wb.

 

Ustadz yang semoga dirahmati Allah SWT, alhamdulillah kita sudah masuk pada
bulan Rajab, salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah. Pertanyaan yang
ingin saya sampaikan adalah:

 

Amalan apa saja yang biasanya Rasul lakukan pada bulan tersebut? Karena saya
mendengar dari seorang imam masjid kami biasanya Rasul salat sunat tiap
tanggal 1 dan berpuasa pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Yang terkesan buat
saya agak berlebihan. Maaf kalau pengetahuan agama saya masih kurang.

 

Atas jawaban ustad saya ucapkan terima kasih.

 

Asep Suryadi

asury at eramuslim.com 

 

Jawaban

Assalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Keterangan yang muktamad tentang bulan Rajab adalah bahwa bulan itu termasuk
bulan-bulan yang dihormati, atau dalam Al-Qur'an disebut sebagai Asyhurul
Hurum, yaitu, Muharram Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Dalam
bulan-bulan tersebut, Allah SWT melarang peperangan dan ini merupakan
tradisi yang sudah ada jauh sebelum turunya syariat Islam. Allah Swt
berfirman:

 

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam
ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat
bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri
kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya
sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya
Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS At-Taubah: 36)

 

Dari para ulama kalangan mazhab Asy-Syafi'i, Imam An-Nawawi berkomentar
tentang puasa sunnah khusus di bulan Rajab, "Tidak ada keterangan yang
tsabit tentang puasa sunnah Rajab, baik berbentuk larangan atau pun
kesunnahan. Namun pada dasarnya melakukan puasa hukumnya sunnah (di luar
Ramadhan). Dan diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Sunan bahwa Rasulullah
SAW menyunnahkan berpuasa di bulan-bulan haram, sedang bulan Rajab termasuk
salah satunya."

 

Adapun tentang keutamaan bulan Rajab, kebanyakan ulama mengatakan bahwa
dasarnya sangat lemah, bahkan boleh dikatakan tidak ada keterangan yang kuat
yang mendasarinya dari sabda Rasulullah SAW.

 

Sayangnya, entah bagaimana prosesnya, justru sebahagian kaum muslimin
berpendapat bahwa bulan Rajab memiliki berbagai keutamaan, sehingga umat
Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu agar mereka dapat
meraih fadhilah atau keutamaan tersebut. Di-antara contoh-contoh
amalan-amalan yang sering dipercaya umat Islam untuk dilakukan pada bulan
Rajab adalah:

 

1.     Mengadakan shalat khusus pada malam pertama bulan Rojab. 

2.     Mengadakan shalat khusus pada malam Jum'at minggu pertama bulan. 

3.     Shalat khusus pada malam Nisfu Rajab (pertengahan atau tanggal 15
Rajab). 

4.     Shalat khusus pada malam 27 Rajab (malam Isra' dan Mi'raj). 

5.     Puasa khusus pada tanggal 1 Rajab. 

6.     Puasa khusus hari Kamis minggu pertama bulan Rajab. 

7.     Puasa khusus pada hari Nisfu Rajab. 

8.     Puasa khusus pada tanggal 27 Rajab. 

9.     Puasa pada awal, pertengahan dan akhir bulan Rajab. 

10.  Berpuasa khusus sekurang-kurang-nya sehari pada bulan Rajab. 

11.  Mengeluarkan zakat khusus pada bulan Rajab. 

12.  Umrah khusus di bulan Rajab. 

13.  Memperbanyakkan Istighfar khusus pada bulan Rajab.

 

Akan tetapi, semua pendapat tersebut tidak dapat dipegang, karena kalau kita
jujur terhadap sumber-sumber asli agama ini, nyaris tidak satu pun
amalan-amalan di atas yang berdasarkan kepada hadis-hadis yang shahih.

 

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Ra. dijelaskan
bahwa Rasulullah SAW apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo'a:

 

"Allohumma Baarik Lanaa Fii Rojab Wa Sya'baan Wa Ballighnaa Romadhoon" (Yaa
Allah, Anugerahkanlah kepada kami barokah di bulan Rajab dan Sya'ban serta
sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR. Ahmad dan Bazzar).

 

Sayangnya hadis ini menurut Ibnu Hajar tidak kuat. Sedangkan hadis-hadis
yang lainnya yang berkaitan dengan keutamaan-keutamaan bulan Rajab, tak ada
satu pun hadis yang dapat dijadikan hujjah. Misalnya hadits yang bunyinya:

 

"Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban adalah bulanku (Rasulullah SAW ) dan
Ramadhan adalah bulan ummatku"

 

Hadits ini oleh para muhaddits disebutkan sebagai hadits palsu dan munkar.
Dr. Yusuf Al-Qaradawi menyebutkan bahwa para muhadditsin telah mengatakan
kemungkaran dan kepalsuan hadits ini dalam fatwa kontemporer beliau.

 

Dalam kitab Iqthidho Shirotil Mustaqim, Ibnu Taimiyah berkata, "Tidak ada
satu keterangan pun dari Nabi SAW berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab,
bahkan keumuman hadis yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan
hadis-hadis palsu." (Iqthidho Shirothil Mustaqim, 2/624)

 

Ibnu Hajar Al-Asqalani secara khusus telah menulis masalah kedha'ifan dan
kemaudhu'an hadits-hadits tentang amalan-amalan di bulan Rajab. Beliau
menamakannya: Taudhihul Ajab bi maa Warada fi Fadhli Rajab." Di dalamnya
beliau menulis, "Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan keutamaan
bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau pun berkaitan dengan
shalat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut. Yang merupakan hadis
shahih yang dapat dijadikan hujjah."

 

Dengan demikian, sebenarnya tidak ada satu keterangan pun yang dapat
dijadikan hujjah yang menunjukkan tentang keutamaan bulan Rajab. Baik itu
berkaitan tentang keutamaan shaum di bulan tersebut, shalat pada malam-malam
tertentu atau ibadah-ibadah yang lainnya yang khusus di lakukan pada bulan
Rajab.

 

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Oleh : Ahmad Sarwat, Lc.

 

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke