Assalamu alaikum,
Terima kasih atas kebaikannya, sekarang saya sudah terima kiat ke-3 nya.
terima kasih
misbah
Misbahudin wrote:
Assalamu alikum,
Pak Ghodiy, saya belum dapet kiat ke 3,
bisa email lagi pak ?, atau mungkin temen lainnya udah ada yang dapet ?
terima kasih
Misbah
^_^ ghodiy ^_^ wrote:
*25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak*
*Kiat **4. Gunakanlah Cara "Siapa Menang Dia Dapat"*
KOMPETISI akan membangkitkan potensi-potensi terpendam pada manusia
secara umum dan lebih-lebih pada anak-anak. Ada potensi-potensi diri
yang tidak diketahui oleh pemiliknya kecuali jika ia menanamkan
semangat kompetisi untuk mengungguli orang lain. Kita mempunyai
teladan pada diri Rasulullah saw. saat beliau membangkitkan semangat
kompetisi pada jiwa anak. Di antara contohnya adalah kompetisi olah
raga di kalangan anak-anak, di mana Rasulullah saw. pernah berlomba
lari dengan anak-anak untuk menumbuhkan otot-otot mereka dan membuat
tubuh mereka kuat.
'Abdullah Bin Harits mengatakan bahwa Rasulullah saw. membariskan
'Abdullah, 'Ubaidillah dan banyak anak-anak keturunan Al-'Abbas
lainnya -semoga Allah meridhai mereka- seraya mengatakan, "Barang
siapa lebih dulu sampai kepadaku maka ia mendapat itu dan ini." Maka
mereka berlomba untuk mencapai punggung atau dada beliau lalu beliau
mencium dan memeluk mereka. (HR Imam Ahmad)
Metoda "siapa menang dia dapat" merupakan cara penting untuk
menanamkan semangat persaingan sehat antara anak-anak. Sangat baik
jika anak yang menang diberi hadiah, sehingga ia merasa senang dan
dihargai. Setiap anak berlomba untuk menunjukkan kebolehannya dan
mengerahkan segenap kemampuannya untuk mencapai kemenangan. Lalu dia
pulang ke rumah untuk mempersiapkan diri, belajar, dan berlatih, dan
mengasah pengetahuan. Dia akan memperlihatkan kepada kedua
orangtuanya hasil yang telah diraihnya. Begitulah bakat-bakat
terpendam itu akan muncul.
Kompetisi juga akan memunculkan semangat kebersamaan antar anak-anak,
menjauhkan mereka dari sikap individualistik, dan melatih mereka
untuk memahami kehidupan : ada menang ada kalah ada kalanya bisa
menjawab ada kalanya mengalami kebuntuan; kadang-kadang benar dan
kadang-kadang keliru.
Jadi, persaingan dan perlombaan adalah salah satu cara yang bisa
digunakan para orang tua dan pendidik, pada waktu-waktu yang tepat,
untuk memotivasi anak-anak dan menumbuhkan bakat mereka. Yang menang
mendapatkan hadiah, seperti yang dilakukan Rasulullah gaw., "Barang
siapa lebih dulu sampai kepadaku maka ia mendapat itu dan ini."
Contoh lainnya adalah lomba kecerdasan. Rasulullah saw. melontarkan
beberapa pertanyaan kepada para sahabatnya dan di antara yang hadir
adalah Ibnu 'Umar, orang yang paling muda usianya.
Bukhari meriwayatkan dari Ibnu 'Umar -semoga Allah meridhai keduanya,
ia mengatakan, Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya di antara
pohon-pohon gurun ada pohon yang daunnya tidak pernah jatuh. Dan itu
bagaikan seorang muslim. Pohon apakah itu?" Maka mulailah orang-orang
berfikir tentang pohon-pohon gurun. Ibnu 'Umar mengatakan, "Terbersit
dalam fikiranku bahwa yang dimaksudkan adalah pohon kurma. Lalu
Rasulullah saw. mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah pohon
kurma." Dalam riwayat lain, Ibnu 'Umar menjelaskan alasannya tidak
menjawab pertanyaan itu, "Ternyata saya orang yang paling kecil di
antara orang-orang yang hadir, maka diam saja."
Di sini kita melihat bahwa dengan mempergunakan cara melontarkan
pertanyaan, Rasulullah saw merangsang perhatian Ibn 'Umar dan
memaksanya berfikir dan berlomba dengan orang-orang dewasa untuk
mendapatkan jawaban. Hanya saja Ibnu 'Umar merasa malu karena masih
kecil.
Jadi pertanyaan-pertanyaan dapat merangsang anak untuk berfikir,
membuka katup-katup pemahamannya, dan menyegarkan kembali ingatan
yang beku.
Karenanya cara ini dapat dipergunakan saat mengarahkan dan mendidik
anak. Metoda itu merupakan salah satu cara paling baik, karena
mempunyai beberapa kelebihan, antara lain:
1. Merangsang anak berfikir dan memfokuskan perhatiannya pada
pertanyaan yang dilontarkan. Sehingga panca inderanya tidak sibuk
dengan urusan lain. Saat itu orang tua berhasil dalam mengarahkan
perhatian terhadap diri mereka.
2. Menanamkan kesan bahwa informasi yang berkaitan dengan
pertanyaan itu memang penting. Anda dapat membedakan antara dua cara
menyampaikan informasi berikut. Cara pertama: "Ghibah adalah
menceritakan saudaramu tentang hal yang tidak disukainya
(menceritakan keburukannya)." Cara kedua: "Tahukah kalian apa yang
disebut ghibah?" Para sahabat menjawab, "Allah dan rasuI-Nya yang
lebih tahu." Rasulullah saw. menjelaskan, "Ghibah adalah menceritakan
saudaramu tentang hal yang tidak disukainya (menceritakan
keburukannya)." Anda dapat melihat perbedaan antara kedua cara itu?
Yang manakah yang lebih baik? Cara pertama tidak menarik perhatian.
Cara yang kedualah yang menarik perhatian.
3. Merealisasikan tiga tujuan pendidikan: kognitif, afektif,
dan psiko-motorik. Contoh untuk mencapai sasaran kognitif, pertanyaan
Rasulullah saw, "Tahukah kalian apa itu muflis (pailit)?" Pendengar
tentu ingin mengetahui apa sesungguhnya yang disebut pailit itu.
Contoh untuk mencapai sasaran afektif dan psikomotorik, sabda
Rasulullah saw. "Maukah hatimu menjadi lembut dan kebutuhanmu
terpenuhi?" Pertanyaan ini menggugah pemikiran dan hati pendengar. la
jadi ingin tahu, perbuatan apa yang dapat dia lakukan untuk
melunakkan hati dan memenuhi kebutuhannya. Itu pasti membuat jiwa
pendengar begitu antusias untuk mengetahuinya dan terpengaruh
dengannya (afektif) dan berusaha untuk melakukannya (psiko-motorik)
4. Menciptakan tantangan dalam pemikiran anak yang membuatnya
berusaha keras untuk mengetahuinya secara cepat. Dan ini merupakan
bentuk pengajaran langsung dan cepat untuk me¬nyampaikan informasi
yang akan bertahan lama dalam otak.
Jadi, metoda melontarkan pertanyaan kepada anak merupakan salah satu
cara paling baik untuk menarik perhatiannya dalam mendidiknya,
terutama bila Anda ingin memunculkan kemampuannya yang terpendam dan
membangun semangat bersaing dan kesiapan menghadapi tantangan.
Sumber : *25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak* (Al Inshat Al
In'ikasi Khamsun Wa Isyruna Thariqah Fi Nafsi Ath Thifli Wa 'Aqlihi)
Oleh *Muhammad Rasyid Dimas*
------------------------------------------------------------------------
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************
------------------------------------------------------------------------
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************