25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak

 

Kiat 4. Gunakanlah Cara "Siapa Menang Dia Dapat"

 

KOMPETISI akan membangkitkan potensi-potensi terpendam pada manusia secara
umum dan lebih-lebih pada anak-anak. Ada potensi-potensi diri yang tidak
diketahui oleh pemiliknya kecuali jika ia menanamkan semangat kompetisi
untuk mengungguli orang lain. Kita mempunyai teladan pada diri Rasulullah
saw. saat beliau membangkitkan semangat kompetisi pada jiwa anak. Di antara
contohnya adalah kompetisi olah raga di kalangan anak-anak, di mana
Rasulullah saw. pernah berlomba lari dengan anak-anak untuk menumbuhkan
otot-otot mereka dan membuat tubuh mereka kuat.

 

'Abdullah Bin Harits mengatakan bahwa Rasulullah saw. membariskan 'Abdullah,
'Ubaidillah dan banyak anak-anak keturunan Al-'Abbas lainnya -semoga Allah
meridhai mereka- seraya mengatakan, "Barang siapa lebih dulu sampai kepadaku
maka ia mendapat itu dan ini." Maka mereka berlomba untuk mencapai punggung
atau dada beliau lalu beliau mencium dan memeluk mereka. (HR Imam Ahmad)

 

Metoda "siapa menang dia dapat" merupakan cara penting untuk menanamkan
semangat persaingan sehat antara anak-anak. Sangat baik jika anak yang
menang diberi hadiah, sehingga ia merasa senang dan dihargai. Setiap anak
berlomba untuk menunjukkan kebolehannya dan mengerahkan segenap kemampuannya
untuk mencapai kemenangan. Lalu dia pulang ke rumah untuk mempersiapkan
diri, belajar, dan berlatih, dan mengasah pengetahuan. Dia akan
memperlihatkan kepada kedua orangtuanya hasil yang telah diraihnya.
Begitulah bakat-bakat terpendam itu akan muncul.

 

Kompetisi juga akan memunculkan semangat kebersamaan antar anak-anak,
menjauhkan mereka dari sikap individualistik, dan melatih mereka untuk
memahami kehidupan : ada menang ada kalah ada kalanya bisa menjawab ada
kalanya mengalami kebuntuan; kadang-kadang benar dan kadang-kadang keliru.

 

Jadi, persaingan dan perlombaan adalah salah satu cara yang bisa digunakan
para orang tua dan pendidik, pada waktu-waktu yang tepat, untuk memotivasi
anak-anak dan menumbuhkan bakat mereka. Yang menang mendapatkan hadiah,
seperti yang dilakukan Rasulullah gaw., "Barang siapa lebih dulu sampai
kepadaku maka ia mendapat itu dan ini."

 

Contoh lainnya adalah lomba kecerdasan. Rasulullah saw. melontarkan beberapa
pertanyaan kepada para sahabatnya dan di antara yang hadir adalah Ibnu
'Umar, orang yang paling muda usianya.

 

Bukhari meriwayatkan dari Ibnu 'Umar -semoga Allah meridhai keduanya, ia
mengatakan, Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya di antara pohon-pohon
gurun ada pohon yang daunnya tidak pernah jatuh. Dan itu bagaikan seorang
muslim. Pohon apakah itu?" Maka mulailah orang-orang berfikir tentang
pohon-pohon gurun. Ibnu 'Umar mengatakan, "Terbersit dalam fikiranku bahwa
yang dimaksudkan adalah pohon kurma. Lalu Rasulullah saw. mengatakan bahwa
yang dimaksudkan adalah pohon kurma." Dalam riwayat lain, Ibnu 'Umar
menjelaskan alasannya tidak menjawab pertanyaan itu, "Ternyata saya orang
yang paling kecil di antara orang-orang yang hadir, maka diam saja."

 

Di sini kita melihat bahwa dengan mempergunakan cara melontarkan pertanyaan,
Rasulullah saw merangsang perhatian Ibn 'Umar dan memaksanya berfikir dan
berlomba dengan orang-orang dewasa untuk mendapatkan jawaban. Hanya saja
Ibnu 'Umar merasa malu karena masih kecil.

 

Jadi pertanyaan-pertanyaan dapat merangsang anak untuk berfikir, membuka
katup-katup pemahamannya, dan menyegarkan kembali ingatan yang beku.

 

Karenanya cara ini dapat dipergunakan saat mengarahkan dan mendidik anak.
Metoda itu merupakan salah satu cara paling baik, karena mempunyai beberapa
kelebihan, antara lain:

 

1.       Merangsang anak berfikir dan memfokuskan perhatiannya pada
pertanyaan yang dilontarkan. Sehingga panca inderanya tidak sibuk dengan
urusan lain. Saat itu orang tua berhasil dalam mengarahkan perhatian
terhadap diri mereka.

 

2.       Menanamkan kesan bahwa informasi yang berkaitan dengan pertanyaan
itu memang penting. Anda dapat membedakan antara dua cara menyampaikan
informasi berikut. Cara pertama: "Ghibah adalah menceritakan saudaramu
tentang hal yang tidak disukainya (menceritakan keburukannya)." Cara kedua:
"Tahukah kalian apa yang disebut ghibah?" Para sahabat menjawab, "Allah dan
rasuI-Nya yang lebih tahu." Rasulullah saw. menjelaskan, "Ghibah adalah
menceritakan saudaramu tentang hal yang tidak disukainya (menceritakan
keburukannya)." Anda dapat melihat perbedaan antara kedua cara itu? Yang
manakah yang lebih baik? Cara pertama tidak menarik perhatian. Cara yang
kedualah yang menarik perhatian. 

 

3.       Merealisasikan tiga tujuan pendidikan: kognitif, afektif, dan
psiko-motorik. Contoh untuk mencapai sasaran kognitif, pertanyaan Rasulullah
saw, "Tahukah kalian apa itu muflis (pailit)?" Pendengar tentu ingin
mengetahui apa sesungguhnya yang disebut pailit itu. Contoh untuk mencapai
sasaran afektif dan psikomotorik, sabda Rasulullah saw. "Maukah hatimu
menjadi lembut dan kebutuhanmu terpenuhi?" Pertanyaan ini menggugah
pemikiran dan hati pendengar. la jadi ingin tahu, perbuatan apa yang dapat
dia lakukan untuk melunakkan hati dan memenuhi kebutuhannya. Itu pasti
membuat jiwa pendengar begitu antusias untuk mengetahuinya dan terpengaruh
dengannya (afektif) dan berusaha untuk melakukannya (psiko-motorik)

 

4.       Menciptakan tantangan dalam pemikiran anak yang membuatnya berusaha
keras untuk mengetahuinya secara cepat. Dan ini merupakan bentuk pengajaran
langsung dan cepat untuk me¬nyampaikan informasi yang akan bertahan lama
dalam otak.

 

Jadi, metoda melontarkan pertanyaan kepada anak merupakan salah satu cara
paling baik untuk menarik perhatiannya dalam mendidiknya, terutama bila Anda
ingin memunculkan kemampuannya yang terpendam dan membangun semangat
bersaing dan kesiapan menghadapi tantangan.

 

Sumber : 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak (Al Inshat Al In’ikasi
Khamsun Wa Isyruna Thariqah Fi Nafsi Ath Thifli Wa ’Aqlihi) Oleh Muhammad
Rasyid Dimas

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke