25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak

 

Kiat 6 : Gunakanlah Metoda: "Apa yang Menghalangimu untuk Mengatakannya"

 

MEMOTIVASI, baik secara material maupun nonmaterial, sangat baik dan
merupakan salah satu unsur pendidikan yang tidak boleh diabaikan. Akan
tetapi hal itu tidak boleh dilakukan berlebihan. Memotivasi harus dilakukan
dalam batas-batas yang wajar. Sebab jika tidak, ia akan berubah menjadi
faktor yang merusak.

 

Motivasi mempunyai peranan besar terhadap jiwa anak dalam mewujudkan
kemajuan aktifitas positif yang membangun, dalam menumbuhkan kemampuan dan
dalam menyalurkan bakatnya. Motivasi juga akan mendukung kontinuitas kerja
dan mendorong anak untuk maju. Hadits Rasulullah saw., "Siapa yang lebih
dulu sampai kepadaku maka ia akan memperoleh itu dan ini," adalah dalil
untuk itu.

 

'Umar memberi contoh kepada kita dalam memotivasi anaknya. Ibnu 'Umar
berkata kepada ayahnya, saat ia keluar dari majlis Rasulullah saw.
bersamanya, "Sebetulnya terlintas dalam fikiranku bahwa yang dimaksud adalah
pohon kurma." 'Umar berkata, "Lalu apa yang menghalangimu untuk
mengatakannya? Jika kamu mengatakannya, aku akan sangat suka?" Ia menjawab,
"Tidak ada yang menghalangiku untuk mengatakannya selain karena aku tidak
melihatmu berbicara tidak pula Abu Bakar. Jadi aku tidak mau mengatakannya."
(HR. Bukhari)

 

Mengomentari hadits itu, Ibnu Hajar Al-'Asqalani mengatakan, "Hadits itu
mengisyaratkan bahwa keharusan mendahulukan orang tua dari anak-anak dalam
berbicara itu adalah manakala pengetahuannya sama. Adapun jika anak kecil
mengetahui apa yang tidak diketahui orang tua maka tidak ada salahnya anak
itu berbicara di hadapan orang tua. Dan 'Umar menyesalkan anaknya yang tidak
berbicara. Akan tetapi Ibnu 'Umar sudah menjelaskan alasannya, yakni karena
ada ayahnya dan Abu Bakar.

 

Sedangkan komentar Ibnul-Qayyim tentang hadits itu, "Itu menggambarkan
kegembiraan seseorang karena anaknya benar. Itu juga sekaligus menunjukkan,
tidaklah tercela seorang anak menjawab dengan apa yang ia ketahui di hadapan
ayahnya sementara sang ayah tidak menggetahuinya. Sikap itu tidaklah merusak
tata krama terhadap ayahnya." 

 

Ada contoh lain bagaimana 'Umar Bin Khathab -semoga Allah meridhainya-
mendorong anak-anak untuk berbicara di hadapan majlis orang tua guna
menyampaikan pendapat dan gagasan. 'Umar bertanya, "Terkait dengan apa
turunnya ayat, 'Inginkah seseorang di antara kalian memiliki kebun kurma dan
anggur?" Mereka menjawab, "Hanya Allahlah yang tahu." Maka 'Umar marah
seraya mengatakan, "Katanlanlah: tahu atau tidak tahu." Ibnu 'Abbas
menjawab, "Dalam benakku ada sedikit pengetahuan tentang itu, wahai Amirul
Mu'minin." 'Umar mengatakan, "Katakanlah wahai anakku dan janganlah kamu
merendahkan dirimu sendiri." Ibnu 'Abbas berkata, "Ayat itu meng¬gambarkan
perumpamaan amal." "Amal apa?" tukas 'Umar. Ibnu 'Abbas menjawab, "Seorang
kaya yang melakukan kebaikan-kebaikan kemudian Allah mengutus kepadanya
syetan lalu orang itu melakukan kemaksiatan hingga menghancurkan segala amal
baiknya itu." "

 

Marilah kita jadikan motto: "Katakanlah anakku dan janganlah kau rendahkan
dirimu sendiri" dan "Apa yang menghalangimu untuk mengatakannya?" 

 

Agar kita dapat memotivasi anak, mendorongnya untuk maju, mengaktualisasikan
potensi dinamisnya dan menyalurkan bakatnya.

 

Cara lain yang baik untuk memotivasi anak adalah dengan membelikan buku-buku
yang bermanfaat untuknya. Sehingga anak akan mempunyai perpustakaan ilmiah
yang terus berkembang sesuai dengan pertumbuhan dirinya. Ibnu 'Abidin
-seorang ulama besar- bercerita kepada anaknya tentang perjalanan dirinya.
la mengatakan bahwa yang menyebabkan ia mengumpulkan buku-buku dalam jumlah
yang tidak ada tandingannya itu adalah ayahnya. Ayahnya, menurut Ibnu
'Abidin, selalu membelikan buku yang dinginkanya lalu mengatakan, "Belilah
buku yang kamu inginkan dan aku akan membayarnya. Karena kamu telah
menghidupkan sirah (perjalanan hidup) para pendahulu kita. Semoga Allah
membalasmu dengan kebaikan, hai anakku." Lalu ia pun memberikan kepadanya
buku-buku para pendahulunya yang dimilikinya.

 

Sumber : 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak (Al Inshat Al In’ikasi
Khamsun Wa Isyruna Thariqah Fi Nafsi Ath Thifli Wa ’Aqlihi) Oleh Muhammad
Rasyid Dimas

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke