Ass.wr.wb.
Selalu ada hikmah dibalik peristiwa
Sejak Hamas memenangi pemilu dan masuk keperintahan maka kebencian yahudi
dan barat semakin menjadi - jadi.Mereka rame - rame
mengembargo Palestina ,mulai dari ekonomi,politik dan militer bahkan sampai
melakukan penangkapan terhadap para pejabat Palestina
khususnya dari Hamas.
Penderitaan bangsa Palestina sungguh tidak terbayangkan,dari mulai
kekurangan pangan,gaji pegawai yang belum terbayar,terputusnya
aliran listrik, penculikan,pembunuhan,perampokan,perselisihan dan setumpuk
permasalahan lainnya manjadi berita sehari - hari.
Dalam kondisi seperti itu semua bantuan dilarang masuk / ditahan Yahudi dan
Amerika,asset negara dibekukan,semua no.rekening
pemerintah di blokir.Negara - negara Islam,penggiat HAM,dan
Organisasi-organisasi kemanusiaan hanya bisa ikut prihatin,tapi tidak bisa
mencegah aksi tak manusiawi Yahudi dan Barat tsb,hal ini dikarenakan Hamas
memenangkan pemilu secara demokratis dan memimpin
pemerintahan Palestina.
Orang banyak menilai bahwa, memang Yahudi dan Amerika ingin memberikan
hukuman kepada rakyat palestina secara kolektif setelah
sebagian besar rakyat Palestina mendukung Hamas dalam pemilu,sungguh ini
merupakan perbuatan yang biadab dari sisi manapun.
Tentunya bangsa Palestina harus keluar dari krisis ini,dan Alloh tentu
tidak akan membiarkan hambanya dalam kesulitan tanpa pertolongan
Melalui penguasaan Jalur Gaja oleh Hamas secara penuh maka peta
perpolitikan di Palestina menjadi berubah secara drastis.
Palestina terbagi menjadi dua yaitu Tepi Barat dikuasai PLO dan Jalur Gaja
dikuasai Hamas,kemudian setelah Presiden Mahmud Abbas
mengumumkan kabinet darurat,Yahudi dan Barat mendukung penuh dan mencairkan
berbagai macam bantuan Internasional,membebaskan
tahanan dari pihak PLO dan mengadakan pertemuan perdamaian tanpa melibatkan
pihak Hamas.
Sampai disini rakyat Palestina sedikit bernafas lega,baik yang ada di Jalur
Gaja maupun di Tepi Barat.Kalau yang di Jalur Gaja bisa lega
seperti yang tergambar dibawah ini,sementara yang diTepi Barat bisa lega
karena banyaknya bantuan yang masuk kesana,jika masing -
masing pihak bisa berbagi kondisi InsyaAlloh bangsa Palestina bisa lebih
berbahagia.
Yang perlu diwaspadai adalah upaya adudomba dan serangan Yahudi ataupun
pasukan NATO / Multi Nasional Ke Gaja,yang saat ini
mereka sedang mencari cara / alasan yang bisa dibenarkan.
Semoga Alloh melindungi Paletina dan Al Aqso dari para penjajah. Aamiin...
Wass.wr.wb.
Sulaeman
At 13:40 19/07/2007 +0700, ArisEko[SEI-Electrical Design] wrote:
Semenjak Jalur Gaza dikuasai Brigade Izzuddin Al-Qasam, kota kecil
terkendali. Prostitusi, obat terlarang diberantas. Tapi pers Indonesia kok
memberitakan lain?
Bagian 1
Tanah seluas 365 kilometer, yang dikenal Jalur Gaza itu kacau balau.
Penculikan, pembakaran hingga pembunuhan sejumlah ulama. Bagaimana kiprah
Hamas?
Hidayatullah.com--Harakah Muqawwamah Islaminyah atau Hamas, mulanya
muncul sebagai kelompok sosial pada tahun 1978. Sejarah pertumbuhan Hamas
tak terlepas peran almarhum Syekh Ahmad Yassin yang mendirikan organisasi
sosial dan dakwah di daerah pendudukan Jalur Gaza dan Tepi Barat pada
tahun 1973. Hamas makin populer ketika aksi intifadah meruyak melawan
tentara Zionis Israel.
Bagaimanapun, intifadhah sebagai bukti bahwa perlawanan adalah solusi
terbaik. Bahkan ia menjadi momok paling menakutkan Zionis-Yahudi. Seolah
tak kehilangan akal, Israel didukung Baratjustru mengkampanyekan ke
seluruh dunia, bila Hamas adalah kelompok garis keras dan gerakan teror.
Tak luput dengan media Indonesia yang ikut-ikutan menggunakan bahasa
diplomasi Israel dengan menyebut Hamas sebagai kelompok militan atau
garis keras, yang kebanyakan mengambil sumber dari media Barat.
Bagaimana sesunguhnya kiprah Hamas? Thoriq dari www.hidayatullah.com akan
melakukan analisa-khusus dengan mengambil beberapa sumber Timur
Tengah. Tulisan akan disajikan selama dua seri.
***
Gerakan intifadah, bagi Israel ibarat negara paling menakutkan. Begitu
takutnya, sampai tentara Israel pun dikenal kasar dan tega menghadapi
anak-anak Palestina yang berusia di bawah belasan tahun. Segala jenis
siksaan dan tindak kekejaman dilakukan, meski demikian, anak-anak
Palestina bukannya kapok. Perlawanan dengan batupun terus dilakukan di
mana-mana. Jika ketahuan dan tertangkap, tentara Israel tak segan-segan
mematahkan tangan anak-anak Palestina. Di pihak Hamas dan warga Palestina
sendiri korban juga terus berjatuhan. Di tahun ketiga intifadah saja sudah
973 orang Palestina tewas.
Sudah banyak cara dilakukan AS dan Israel untuk menumpas Hamas, yang
sampai sekarang tidak mau mengakui keberadaan negara Israel, termasuk
menggunakan kekuatan senjata, politik dan ekonomi dengan memutuskan
bantuan keuangan Hamas dari seluruh dunia termasuk bantuan dari relawan
dan negara Islam. Namun Hamas tetap hidup karena bagi Hamas mati lebih
mulia daripada hidup dijajah.
Sebagaimana halnya Amerika. Ibarat setali tiga uang. Amerika jelas berada
di arus utama negara-negara Barat yang mengomandani pemboikotan
pemerintahan Hamas ketika menang Pemilu.
Amerika tidak sudi mendukung terbentuknya pemerintahan Hamas karena
kelompok ini dianggap tak tunduk pada AS dan Israel. Sementara itu,
Amerika seolah menutup mata, bagaimana Zionis-Israel jauh lebih kejam
melakukan tindakan teror terhadap bangsa Palestina. Bahkan sebelum banyak
lembaga HAM lahir.
Sebuah laporan yang disusun Hisam Abdu Raabbah dan Muhammad al-Nitcha di
majalah terbitan Kuwait Al Mujtama' edisi 1192 menuliskan, ternyata
Zionis-Israel telah melakukan aksi terorisme jauh sebelum negara itu
berdiri pada tahun 1948. Tercatat dalam kurun waktu 1936-1939 teroris
Zionis telah melemparkan bom terhadap warung kopi, pasar, dan terminal
bangsa Arab di Haiva,Tel Aviv dan Al-Quds.
Tindakan teror Zionis dilancarkan oleh organisasi teroris seperti Haghana,
Shtern, Irgun dan Itsil yang pemimpin organisasi ini juga sekarang banyak
memimpin Israel seperti Ariel Sharon yang kini sedang mengalami stroke.
Hasil teror yang dilancarkan organisasi teroris Yahudi dengan
persekongkolan jahat bersama negara-negara Barat itu, lahirlah Israel,
yang kini dikenal dunia.
Berbagai tindakan teror yang dilancarkan Zionis selama ini telah
memastikan perjalanan sejarah bangsa Yahudi sebagai sejarah yang
berlumuran darah. Boleh dikata, tak ada bentuk teror yang dikenal
masyarakat dunia yang tidak dilakukan orang-orang Yahudi. Mereka
melancarkan metode-metode penjajahan dan penindasan yang paling mengerikan
termasuk melakukan pembunuhan, pembantaian massal, meratakan rumah-rumah,
menghancurkan desa-desa, membakar kebun-kebun dan pohon sampai mengusir
dan mendeportasi bangsa Palestina.
Amerika juga tidak sedikit melakukan tindakan terorisme akbar di dunia
ini. Masih segar dalam ingatan bagaimana AS meluluhlantakkan Afghanistan
dan Iraq yang semuanya mendapat legitimasi internasional. Sekarang Iran
menunggu giliran, AS akan menggunakan kekuatan militernya menyerang Iran
dengan dalih isu nuklir.
Kalau bicara tentang pemerintahan bentukan Hamas tidak ingin mengadakan
pembicaraan damai dengan Israel. Memang Hamas tidak pernah melihat iktikad
baik Israel mau berdamai dengan Palestina dan dunia Arab. Terbukti sejak
perjanjian damai Oslo yang alot sampai beberapa tahun dan perjanjian peta
jalan damai yang disponsori empat negara besar tetap saja dimentahkan Israel.
Gaza, setelah Dikuasai Hamas
Pertengahan bulan lalu, Hamas menyatakan bahwa mereka telah berhasil
mengontrol seluruh wilayah Gaza. Akan tetapi situasi Gaza sebelum dan
pasca pertempuran antara Hamas dan Fatah sampai sekarang tidak banyak
diketahui. Sebagian besar media masa pun tidak mengungkap situasi yang
berjalan di jalur Gaza saat ini, kecuali beberapa media Muslim, salah
satunya adalah Mafkarah Al Islam, yang memiliki koresponden di jalur Gaza
Palestina.
Sebagaimana dikutip Mafkarah Al Islam, kondisi Gaza pasca pertempuran
begitu jauh sebagaimana banyak ditulis media asing (baca Barat) yang juga
diikuti koran-koran Indonesia.
Sebelum pecahnya pertempuran antara Fatah dan Hamas yang berakhir dengan
menyingkirnya Fatah dan pasukannya, kondisi jalur Gaza amat parah untuk
bisa diceritakan. Di sana telah terjadi kevakuman keamanan dan para
penduduk hidup dalam cengkraman rasa takut amat sangat, yang tidak
pernah dirasakan sepanjang waktu walau Gaza berada dalam cengkraman
imperialis Israel.
Kondisi seperti itu telah menyebabkan jatuhnya ratusan korban,
penghancuran, serta pembakaran aset rakyat dan negara. Juga meningkatnya
aktivitas kejahatan seperti perampokan, serta aksi penculikan terhadap
para ulama dan imam masjid penghafal Al Quran serta pecahnya baku tembak
dikarenakan masalah-masalah remeh, yang terjadi antar kelompok, pribadi
atau antar keluarga.
Sekedar catatan, secara ekonomi, dengan luas hanya 365 kilometer persegi
dan berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa, Jalur Gaza adalah tempat yang
sempit. Ia tidak mampu menghidupi diri sendiri, tetapi sangat bergantung
pada bantuan luar. Apalagi di saat Hamas kehilangan dukungan
internasional. Boleh dibilang, dua pertiga dari jumlah penduduk itu hidup
di bawah garis kemiskinan.
Jalur Gaza pun identik dengan penjara besar karena semua pintu gerbang
menuju Jalur Gaza masih dikontrol Israel. Sejak kasus penyanderaan serdadu
Israel, Gilad Shalit, Juni 2006, Israel lebih sering menutup semua pintu
gerbang menuju Jalur Gaza.
Kekacauan merembet pada ketiadaan hukum. Termasuk permusuhan terhadap
pengadilan-pengadilan, yaitu dengan membebaskan para tertuduh dengan paksa
dari tuduhan, serta melepaskan orang-orang yang telah divonis dengan
kurungan dan pengintimidasian terhadap para hakim supaya mau melepaskan
pekerjaanya.
Kerusuhan bahkan berlanjut pada pembunuhan sejumlah ulama. Juga serangan
terhadap Masjid. Menurut perhitungan Mafkarah Al Islam menunjukkan, bahwa
lebih dari 30 masjid di jalur Gaza menjadi sasaran penyerangan dan
penembakan secara langsung.
Dr. Shalih Raqab wakil Kementrian Wakaf dari jalur Gaza menyatakan, bahwa
sembilan ulama terbunuh di tangan sempalan revolusi. Biasanya, mereka
menjadikan orang-orang berjenggot dan mereka yang terlihat sebagai aktivis
Islam sebagai sasaran. Puluhan kaum Muslim yang berjenggot telah menjadi
korban penyiksaan sempalan pengikut Ahmad Dahlan. Dan kekejaman yang
paling buruk dari trend ini adalah hal yang telah dilakukan oleh
sekelompok dari petugas keamanan pengikut Mahmood Abbas ketika menculik
Hisam Abu Qainash pada hari Senin, (11/6). Qainas dilemparkan dari lantai
lima belas. Tidak ada sebab kecuali karena ia diketahui berjenggot. Namun
situasi itu terhenti tatkala Hamas menguasa Gaza.
Bagian 2
Hidayatullah.com--Bagaimana keadaan para imam masjid yang berjenggot?
Keamanan jalur Gaza? Serta bagaimana penduduk Palestina hidup setelah
berkuasanya Al-Qasam di sana?
Sejumlah pendunduk dari berbagai tingkatan mengungkapkan dengan gembira
ketenangan yang mereka rasakan, yang telah hilang sejak beberapa tahun.
Adalah Syakir Ashfur. Pelajar dari Khan Yunis Gaza selatan yang juga
mahasiswa di Universitas Islam Gaza mengungkapkan bahwa dia bisa aktif
kembali untuk pergi ke universitas setelah sebelumnya hal itu tidak bisa
ia lakukan dikarenakan ia berjenggot. Selain itu, ujarnya, posisi
Universitas Islam Gaza sendiri berada di tengah-tengah titik konflik.
Aku menghadapi kesulitan yang amat sangat ketika pergi untuk melaksanakan
shalat Subuh dan isya di masjid. Aku merasa tidak akan kembali dalam
keadaan hidup setelah shalat, kami merasa tidak aman sama sekali.
Namun kekhawatiran itu ternyata tak terjadi. Yang terjadi adalah hancurnya
kelompok Dahlani. Yang dimaksud dengan Dahlani ada pengikut setia pasukan
Ahmad Dahlan, kelompok bersenjata di bawah Presiden Mahmood Abbad.
Menurut Ashfur, hancurnya sempalan Dahlani adalah bentuk murka Allah
terhadap mereka, dikarenakan pembangkangan mereka terhadap Allah, ulama
dan para imam masjid.
Istriku sudah tidak menanantiku lagi di depan pintu setelah hancurnya
sempalan Dahlani, dikarenakan dia sudah tidak mencemaskan keselamatanku
lagi setelah kembali dari masjid, ujarnya sembari tersenyum.
Padahal, menurutnya, dulu, rumah sakit-rumah sakit pun tidak pernah
berhenti mengumumkan keadaan darurat, dan beberapa rumah sakit yang berada
di jalur Gaza pun tidak mampu lagi menampung jumlah korban yang disebabkan
vakumnya keamanan. Unit darurat terbuka di setiap rumah sakit, hingga
seakan-akan tempat itu telah berubah menjadi barak militer.
Kami tidak membesar-besarkan jika kami mengatakan, jika engkau datang
menjenguk salah seorang pasien engkau merasa berada di dalam barak militer
yang penuh dengan prajurit dengan bermacam jenis senjata.
Tidak Ada Korban
Sebuah Organisasi Independen untuk Hak-Hak Penduduk Palestina dalam data
statistiknya pada tahun 2007 menunjukakkan bahwa dalam satu bulan
rata-rata 54 orang tewas di jalur Gaza dikarenakan perselisihan keluarga,
pencurian dan sebab-sebab lainnya yang menyebabkan hilangnya rasa aman.
Adapun sekarang, hanya dalam waktu dua minggu Gaza di bawah kontrol
Al-Qasam beberapa sumber dari kalangan medis menyebutkan bahwa seluruh
rumah sakit yang berada di penjuru Gaza tidak didatangi seorang pasien pun
yang sakit atau terluka dikarenakan hilangnya kontrol keamanan.
Juga tidak tersiar lagi dari radio-radio setempat berita jatuhnya korban
akibat keamanan yang tidak terkendali, sebagaimana yang biasa tersiar
sebelum Al-Qasam berkuasa, dimana beberapa keluarga jika ada perselisihan
mereka tidak segan-segan untuk menggunakan senjata api dan peluru bahkan
kemungkinan sampai kepada tahap penggunaan bom dan mortar.
Menurut Ashfur, saat ini tidak memungkinkan lagi bagi siapa saja untuk
mengeluarkan dan memamerkan senjata api, karena hal itu akan menyebabkan
penyitaan senjatanya dan penangkapan terhadapnya. Ashfur menambahkan,
kira-kira sepakan yang lalu terjadi pertengkaran antar beberapa keluarga
di sebuah kamp pengungsian di Gaza barat. Namun, tak ada lagi
penyelesaikan dengan senjata. kecuali tongkat.
Minuman Keras dan Obat Terlarang
Setelah Al-Qasam mengumumkan bahwa seluruh penjuru jalur Gaza dikuasai di
pagi hari, tepatnya, Jumat, 15 Juni 2007, Izzuddin Al-Qasam terus
bergerak-tanpa melakukan istirahat yang biasa dilakukan pasukan setelah
memenangkan pertempuran.
Pasukan Al-Qasam bergerak menuju pusat-pusat penjualan minuman keras yang
terkenal dengan At Tahliyah daerah Khan Yunis, Gaza daerah selatan. Tempat
itu bisa dikuasai seluruhnya oleh Al-Qasam dan dibunuhnya tiga dedengkot
penjual dan produsen obat-obatan terlarang kemudian memusnahkan barang
haram ini dengan jumlah yang amat besar.
Ahmad Asthal, salah satu penduduk yang tinggal satu wilayah dengan pusat
obat-obat terlarang itu mengungkapkan rasa gembiranya atas hukuman yang
ditimpakan kepada tiga bandar obat-obat terlarang itu. Ia menceritakan
bahwa para penduduk enggan melakukan shalat jenazah untuk tiga orang itu,
bahkan mereka menolak tiga janazah itu dibawa ke masjid, hanya dua orang
saja yang mengubur mereka di pemakaman Khan Yunis.
Tempat Prostitusi
Selain membasmi minuman keras, Al-Qasam juga mendatangi rumah-rumah bordir
dan tempat praktek prostitusi yang sebelumnya dilegalkan oleh pihak yang
bertanggung jawab.
Sekarang sudah tidak ditemukan lagi di jalur Gaza. Sudah banyak diketahui
bahwa di tempat inilah Israel menciptakan tentara dengan jumlah yang
amat besar dari orang-orang Palestina sendiri, yaitu dengan mengambil
gambar ketika meraka melakukan perzinaan dan mengancam akan menyebarkan
gambar itu jika ia enggan membantu Israel. Biasanya, pria-pria yang
direkam gambarnya ini lantas diperas agar bersedia menjadi mata-mata Israel.
Juru bicara dari petugas keamanan, Islam Syahwan menegaskan bahwa sejak
Al-Qasam mengendalikan jalur Gaza, tidak ditemukan lagi praktek asusila di
seluruh penjurunya.
Bubarnya Pasar Senjata
Sebelum Al-Qasam datang, perdagangan senjata berjalan sangat liar.
Perdagangan ini, kabarnya didirikan oleh para penguasa sempalan
revolusi, di mana senjata api bisa diperjualbelikan dengan bebas di sana,
baik untuk mereka yang gemar berkelahi atau anak-anak muda yang suka pamer
senjata.
Sehingga jadilah pasar mobil yang berada di jalan Shalahuddin timur kota
Gaza sebagai pusat perdagangan senjata yang diperuntukkan khusus bagi
rakyat sipil. Adapun gerakan perlawanan tidak pernah merendahkan
martabat untuk pergi ke pasar mobil guna membeli senjata dari para
penghianat. Gerakan perlawanan memiliki sumber persenjataan sendiri yang
dirahasiakan, guna menghadapi Zionis.
Abdullah Hijazi, seorang penduduk yang tinggal di dekat pasar mobil
mengatakan, Beberapa waktu yang lalu kami tidak merasakan ketenangan
ketika tidur dan istirahat, dikarenakan percobaan senjata oleh para
pedagang senapan dan pistol, serta penjajahan dagangan mereka kepada para
pengunjung pasar.
Hijazi menambahkan, Tidak mungkin hidup di tengah letusan senapan dan di
antara pedagang senjata serta obat-obat terlarang. Dan kami tidak
memungkinkan untuk melarang mereka, karena hanya berbicara kepada mereka
pun nyawa menjadi taruhannya.
Ia juga mengatakan, Akan tetapi saat ini keadaan telah berubah, berbalik
360 drajat, anda tidak melihat lagi orang menenteng di jalanan Gaza,
bahkan di pasar mobil sekalipun, dan kami tidak lagi mendengar
letusan-letusan senjata api sehingga memungkinkan bagi anak-anak kami
untuk keluar dari rumah sejak Al-Qasam menguasai Gaza, juga mereka bisa
menikmati transportasi air serta pergi ke sekolah tanpa dibayangi
kekhawatiran atas nyawa mereka, ujarnya sebagaimana dikutip Mafkarah Al
Islam.
Meski demikian, Hijazi sempat juga melontarkan kritikan, dengan
mengatakan, mestinya Al-Qasam mengambil langkah seperti ini sejak dulu.
Mengatur Lalu-Lintas
Selain itu, ada suasana simpati yang dilakukan para pejuang sayap militer
Hamas, Izzuddin Al-Qasam. Selain mengontrol keamanan, mereka juga
menertibkan lalu-lintas.
Untuk pertama kalinya Anda merasakan bahwa Anda berjalan di atas
jalan-jalan teratur yang belum pernah terbayangkan sebelumnya dan yang
lebih unik lagi, bahwa yang mengatur lalu litas adalah para remaja masjid
yang umurnya tidak lebih dari 18 tahun, dimana mereka menggunakan gamis
berwarna kuning yang memakai tanda Harakah Muqawamah Islamiyah (Hamas).
Keadaan ini disambut gembira oleh para pengemudi kendaraan yang mulai
merasakan kenyamanan saat berkemudi.
Dan yang paling mencolok dari personel Al Qasam adalah konsistensi mereka
dalam melaksanakan shalat berjamaah di pos-pos penjagaan mereka, di mana,
kata Hijazi, akan dijumpai sekumpulan dari mereka berada di tengah pasar
mencari tempat yang agak luas dan meletakkan senapan-senapan di depan
mereka, lalu mendirikan shalat.
Seorang pengemudi yang bernama Syaikh dari Distrik Tengah mengatakan,
Saya tidak mengira bahwa peraturan akan berlaku di jalanan Gaza. Dulu
kami para pengemudi- mengatakan bahwa Gaza adalah negara tanpa peraturan,
tidak pernah sedetik pun berlalu di halte, kecuali terjadi percekcokan
yang terkadang berakhir dengan penggunaan senjata api. Akan tetapi keadaan
telah berubah, seorang remaja yang berumur 16 tahun telah menjadi petugas
pengatur lalu-lintas yang berada di tangah-tengah lalu-lalang
Setelah beberapa presatasi diraih oleh Brigade Izzuddin Al-Qasam, apakah
Gaza akan tetap aman? Ataukah arus revolusi telah bersumpah agar Gaza
tidak pernah aman sesuai dengan keinginan Washington dan Tel
Aviv? Ataukah ini hanya bulan madu yang akan berakhir dan berlalu,
karena tank-tank Zionis telah berbaris menanti di belakang NATO, menunggu
lampu hijau untuk menghakimi Gaza?
Agak naif bagaimana ketika asing begitu buruk menggambarkan Hamas dan Gaza
tanpa pernah merujuk sumber-sumber utama di tempat itu. Yang lebih naif
lagi, media dan pers Indonesia justru ikut-ikutan menkopi-nya.
Sumber : [Thoriq/www.hidayatullah.com]
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************