Ta'lamu qaliilan wa taquulu hakadzaa ... faltanzhur nafsaka.
Hal anta taquulu syaikhuna ibn al-qayyim wa 'ulamaaunaa min al-lajnah
ad-daaimah minal'awaamiina wa anta afhamu minhum ?
Thoyyib. Anta maa taquul ... anta maa taquul ...

Abu Karimna





"Yul Erief" <[EMAIL PROTECTED]>@usahamulia.net on 07/25/2007 12:53:18
PM

Please respond to Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
       <[email protected]>

Sent by:    [EMAIL PROTECTED]


To:    "Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP"
       <[email protected]>
cc:

Subject:    Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi



Assalaamu 'alaikum

Kita coba lihat dua istilah untuk pandangan yang sebenernya sama tapi
banyak orang mengartikan beda, yaitu tarikat dan salafi.

1. Tarekat.

Seperti sudah dijelaskan, arti mudahnya adalah jalan untuk mencapai
keridhaan Allah.
Tahapannya (bukan BCA bos) : syariat, ma'rifat, hakikat.
Syariat asal katanya syara'a, arti mudahnya adalah menuntun, tuntunan.
Ma'rifat asal katanya 'arafa, arti mudahnya mengetahui.
Hakikat asal katanya haqqa, arti mudahnya adalah benar, sebenarnya.

Contoh : shalat.

Syariat
Syariat (tuntunan) shalat bisa dilihat dalam ayat Qur'an maupun hadis Nabi.

Ma'rifat
Ma'rifat shalat bisa dilihat dalam ayat Qur'an maupun hadis Nabi.
Innasshaata tanha 'anil fahsyaai walmunkar, sesungguhnya shalat mencegah
perbuatan keji dan munkar.
Jadi, orang yang tahu (ma'ruf) tentang shalat akan menghindari diri dari
perbuatan keji dan munkar.

Hakikat.
Hakikat shalat bisa dilihat dalam ayat Qur'an maupun hadis Nabi.
Inna shalati wanusuki wamahyaaya wamamaati lillaahi rabbil 'alamin. Laa
syaarikalahu wabizalika umirtu wa ana awwalul muslimin.

2. Salafi

Salafi arti mudahnya adalah mengikuti apa yang menjadi tuntunan Nabi dan
Salafus Shalihin.

Catatan :

Dari keterangan di atas, sebetulnya tujuan cara pandang tarekat dan salafi
adalah sama, sama-sama mengikuti apa yang menjadi tuntunan Nabi dan para
Salafus Shalihin.

Kalau saya perhatikan, yang saling menyalahkan biasanya ada pada golongan
orang awam yang melihat sesuatu secara sempit, disebabkan karena
kedangkalan ilmunya. Dari kedua pandangan tersebut, biasanya di tingkat
bawah (dalam istilah MUI biasanya disebut akar rumput, alias kelas cere'
-teri, bukan kelas kakap apalagi kelas ikan paus).

Maka dari itu, tentu alangkah baik kalau kita terus belajar. Karena,
sesuatu yang kelihatannya bertentangan, setelah kita tahu ilmunya mungkin
aja sebenernya sama.

Wassalaam






********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke