Wa'alaikumussalaam wr wbr

Bismillaahi walhamdulillaahi rabbil-'aalamiin
Kebetulan lagi di depan komputer, jadi saya jawab langsung ya Akhi, mungkin
sekalian untuk Akhi Muhtadin

1. Insya Allah, saya masih tholabul 'ilmi, meskipun untuk keduanya sudah
cukup lama saya mulai. Kebetulan saya sendiri berlatar belakang NU, yang
kental dengan nuansa tasawwuf. Saya mengenal tarekat jauh lebih dahulu
dibandingkan dengan Salafi. Yang lain yang mana ? Jamaah tabligh, Hizbut
Tahrir, Ikhwaanul Muslimiin, atau bahkan Syiah ?

2. Sejauh mana ? Jika yang Akhi maksud sampai masuk dan terikat,
alhamdulillah, hingga saat ini belum pernah. Hal ini terkait dengan
karakteristik pengajaran tarekat (point 1 pertanyaan saya, karakteristik
hubungan murid dan guru dalam tarekat yang sangat-sangat ketat)
Namun jika yang dimaksud sumber primer, sekunder, dari orangnya langsung
atau sekedar buku, insya Allah dua-duanya. Khususnya Naqsabandiyah Haqqani,
jika antum mau, saya bisa berikan nomer kontak person dari Akhi Arief
Hamdani (atau antum surfing sendiri ke www.mevlanasufi.blogspot.com).
Saya juga pernah bergaul dengan kaum tasawwuf yang bermacam ragam, dari
yang bebas (istilah plesetan kami : sufi = suka filem, karena pada tarekat
ini sangat bebas, bahkan terkadang sampai pembahasan filem), sampai yang
meyakini wihdatul wujud, bersatunya Khaliq dan Makhluq, juga yang
tarkush-sholat (meninggalkan sholat) karena sudah mencapai maqamnya
(menurutnya), bahkan ada teman saya yang mencoba untuk sholat (Jumat) malah
pingsan. Juga dengan Kyai yang tidak sholat Jumat, karena sholat Jumatnya
di Mekkah (wallahu a'lam) katanya.

3. Untuk kesimpulan, mungkin saya sudah mereferensikan pendapat Lajnah
Daimah-nya Saudi (bukan berarti saya Salafi), atau seperti yang
diforwardkan oleh Akh Rofiq dari pendapat Ustadz A. Sarwat. Bagi saya
pribadi (mohon digaris bawahi), karena masih dhaifnya saya, saya
menghindari untuk masuk ke dalam kelompok tarekat.

4. Sebetulnya dari pertanyaan-pertanyaan tersebut saya mengharapkan
tambahan pengetahuan bagi saya, yang masih kesulitan untuk mengambil
kesimpulan "samanya Tarekat dan Salafi". Namun jika hanya saya yang
menjawab, saya takut kejadiannya berulang. Nanti saya dianggap menyerang
atau mendiskreditkan Tarekat. Mungkin mudahnya begini, bagi Ikhwan
(termasuk Akhi Yul dan Muhtadin) yang mau, silahkan hubungi saya. Saya akan
jawab secara Japri. Juga agar tidak ada yang berpendapat milis ini penuh
oleh pembahasan Tarekat-Salafi (padahal saya cuma mau bahas Tarekat,
tadinya).
Sekedar untuk referensi, bagi Ikhwan yang ingin mengenal Tarekat bisa
membaca "Pengantar Mengenal Tarekat" karangan Prof. Abubakar Atjeh. Ini
tarekat dipandang dari penganut tarekat sendiri, dan beliau (Abubakar
Atjeh) adalah tokoh yang diakui dalam dunia Tarekat, khususnya di
Indonesia.

5. Untuk point 5 ini ukhuwwah islamiyyah, sebagian sudah Akh Yul contohkan,
yaitu bertoleransi dalam perbedaan, bekerja sama dalam hal persamaan. Namun
hendaknya toleransi disertai dengan ilmu. Insya Allah dengan Ilmu, akan ada
keseimbangan antara toleransi dan nasehat-menasehati dalam kebenaran. Tanpa
ilmu, ketika ada orang yang menyampaikan suatu pandangan yang berbeda, akan
selalu dianggap menyerang terhadap pandangannya. Atau terlalu besar
husnuzhon, hingga tidak ada usaha untuk mengecek kebenarannya (khususnya
dalilnya).
Juga yang tak kalah penting adalah kesiapan hati kita (khususnya
kesabaran). Hati yang selalu merasa dekat dengan sesama muslim. Walaupun
mereka tidak sama dengan kita. Walaupun mereka menyimpang (menurut kita,
padahal wallahu a'lam). Walaupun ... walaupun ... dst. Tetap saja, muslim
adalah muslim, selama mereka bersyahadat sama dengan syahadat kita, mereka
saudara kita karena Allah.
Dan terakhir tapi yang paling penting, ukhuwwah islamiyyah sendiri adanya
di tangan Allah. Karenanya kita tetap harus berdoa kepada Allah untuk bisa
mewujudkannya (QS Al Anfaal : 62-63) dan Allah lah yang akan menyatukan
hati-hati kaum mu'miniin.

Wallaahu a'lam bishshowab.

Mohon maaf jika ada yang merasa bahwa tulisan saya menyerang yang lain.
Insya Allah, niatnya tidak demikian. Sekedar menyampaikan dan belajar
dengan mengkonfirmasikan.

Hadaanallahu wa iyyaakum ajma'iin, wastaghfirullaaha lii wa lakum,

Abu Karimna





"Yul Erief" <[EMAIL PROTECTED]>@usahamulia.net on 07/27/2007 07:51:01
AM

Please respond to Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
       <[email protected]>

Sent by:    [EMAIL PROTECTED]


To:    "Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP"
       <[email protected]>
cc:

Subject:    Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi



Assalaamu 'alaikum

Ada hal yang saya coba untuk terapkan pada diri saya tentang cara menilai
sesuatu.
Kalau ada informasi jelek dan baik untuk satu hal yang sama, saya akan
mencoba untuk menganggap hal itu tetap baik, sampai saya yakin, 'ainul
yakin, haqqul yakin terhadap hal tersebut.

Dalam hal ini, saya tidak pernah bersentuhan dengan apa yang dinamakan
tarekat maupun salafi. Yang saya ketahui hanya dari tulisan, terutama dari
e-mail. Kadang-kadang dari ceramah yang disampaikan oleh ustadz.

Saya ngga' (belum) pernah nemuin orang yang ngga' shalat karena menganggap
dirinya sudah mencapai hakikat dalam tarekat. Jadi saya berpendapat tarekat
itu baik. Kalau cuma dari tulisan, saya anggap belum cukup bagi saya untuk
menjelekkan mereka.
Sama juga dengan salafi, saya ngga' langsung percaya dengan tulisan yang
menjelekkan mereka.
Pengetahuan itu tetap saya pegang, kalau sewaktu-waktu saya ketemu langsung
hal seperti itu, saya bisa mengambil sikap. Pengetahuan itu (informasi
jelek) bukan untuk saya beritahukan ke orang lain, apalagi jadi
satu-satunya referensi saya.

Berkaitan dengan itu, ada hal yang pengen saya tanyakan.
1. Apakah ente sudah mendalami keduanya maupun golongan lain selain kedua
hal tersebut.
2. Sampai sejauh mana, cuma dari literatur atau ceramah (teoritis), dari
informasi orang lain tentang hal itu, atau ente pernah melakukan studi
langsung (informasinya primer, atau informasi sekunder).
3. Apa kesimpulan yang ente dapet.
4. Karena saya ngga' bisa jawab pertanyaan ente (kalau berdasarkan
literatur saya anggap bahwa saya ngga' bisa jawab), tolong ente jawab dan
sekalian diberitahu sumbernya dari mana, dan sejauh mana observasi ente
sendiri terhadap hal itu.
5. Apa langkah yang harus dilakukan dalam mempertahankan persatuan Islam
berdasarkan keadaan itu.

Wassalaam









********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke