> Dalam sebuah hadits ditulis bahwa ada tiga orang yang doanya tidak akan > ditolak oleh Allah s.w.t. dan pasti akan dikabulkan olehNya : > 1. Orang yang banyak berdzikir kepada Allah s.w.t. > 2. Orang yang dianianya. > 3. Raja/pemimpin yang adil. > > Firman Allah Al-qur’an surat Ali ‘Imran: 191 : “(Orang-orang yang berakal > yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk dan dalam > keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi > (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan > sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” > > Firman Allah Al-qur’an surat An-Nisaa’:103 : “Maka apabila kamu telah > menyelesai- kan sholat (kauf-ketakutan), ingatlah Allah pada waktu berdiri, > duduk dan berbaring (pada setiap keadaan), janganlah sekali-kali melalaikan > diri kamu dari mengingat- Nya.” > > Firman Allah Al-qur’an surat An-Nisaa’:142 : “Apabila mereka (orang-orang > munafik) berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud > riya (dengan sholat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah > kecuali sedikit sekali.” > > Firman Allah Al-qur’an surat Al-Mu’minuun:109-111 : “Sesungguhnya ada > segolong- an dari hamba-hamba-Ku berdoa (didunia), “Ya, Tuhan kami, kami > telah beriman, maka ampunilah kami, dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah > pemberi rahmat Yang Paling Baik.” Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan > sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat > Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka. Sesungguhnya Aku memberi > balasan kepada mereka pada hari ini, karena kesabaran mereka. Sesungguhnya > mereka itulah orang-orang yang menang.” > > Dalam sebuah hadits, Jika seorang hamba pada akhir malam ia berada dekat > dengan Allah s.w.t., maka jika engkau mampu hendaklah berdzikir > sebanyak-banyaknya pada saat itu. > > Iman Razi rah.a. menulis bahwa dua golongan manusia yang bangun pada malam > hari, yaitu: > 1. Golongan pertama adalah orang-orang yang menghabiskan waktu malamnya > dengan menyibukkan diri dalam permainan dan senda gurau belaka. > 2. Golongan kedua adalah orang-orang yang menghabiskan waktu malamnya > dengan menyibukkan diri mengerjakan sholat, membaca Al-qur’an dan mempelajari > ilmu agama. > Pada hari kiamat kelak, cahaya wajah kedua golongan manusia tersebut akan > sangat berbeda. Orang-orang yang menghabiskan waktu malamnya dengan > menyibukkan diri untuk bermain-main tidak akan sama cahaya wajahnya dengan > orang-orang yang menghabiskan waktunya dengan menyibukkan diri untuk > bersyukur dan berdzikir kepada Allah s.w.t. > > Hadits 1. > Dari Abu Hurairah r.a., katanya,”Rasullulah s.a.w. bersabda bahwa Allah > s.w.t. berfirman ,’Aku berhubungan dengan hamba-Ku sesuai dengan > persangkaannya terhadap-Ku. Apabila ia mengingat-Ku dalam hatinya, maka Aku > juga mengingatnya dalam hati-Ku. Apabila ia mengingat-Ku dalam majelis maka > Aku akan mengingat nya dalam majelis yang lebih mulia (yaitu majelis para > malaikat yang maksum dan tanpa dosa). Apabila hamba tersebut mendekati-Ku > satu jengkal maka aku akan mendekatinya satu hasta, dan apabila ia > mendekati-Ku satu hasta, Aku akan mendekatinya satu depa. Dan apabila ia > mendekati-Ku dengan berjalan maka aku akan mendekatinya dengan berlari.” > > Dalam hadits lain disebutkan,”Apabila seorang hamba mengingat-Ku maka selama > ia menggerakkan bibirnya, Aku selalu bersamanya. Yaitu Aku akan memberikan > perhatian khusus untuk dirinya, dan juga menurunkan rahmat yang khusus > untuknya.” > > Hadits 2. > Dari Abdullah bin Busr, katanya,”Sesungguhnya ada seorang sahabat r.a. > bertanya Rasullulah s.a.w.,’Ya Rasullulah, perintah dalam syariat islam ini > sangat banyak. Beritahukanlah kepada kami sesuatu yang dapat kami jadikan > sebagai amalan dan kesibukan.’Rasullulah s.a.w. bersabda, ‘Hendaklah kalian > senantiasa membasahi lidah mu dengan dzikrullah.> ” > > Di dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa Mu’adz r.a. berkata,”Ketika saya > bertanya kepada Rasullulah s.a.w., yakni pada waktu perpisahan dengan > Rasullulah s.a.w., ucapan beliau yang terakhir ialah, ‘Apakah amalan yang > paling disukai oleh Allah s.w.t.?’ Maka beliau s.a.w. bersabda, ‘Hendaklah > engkau mati dalam keadaan lidahmu basah dengan dzikrullah.” (HR. Ibnu Abi > Dunya, Al Bazzar, Ibnu Hibban, Thabrani Baihaqi). > > Di dalam hadits lain disebutkan bahwa terdapat empat perkara yang apabila > seseorang telah mendapatkannya maka ia telah mendapatkan kebaikan dunia > akhirat, yaitu : > 1. Seseorang yang selalu membasahi lidahnya dengan berdzikir. > 2. Hati yang selalu sibuk dengan bersyukur. > 3. Tubuh yang senantiasa menahan segala penderitaan. > 4. Seorang istri yang menjaga kehormatannya dan dapat menjaga harta > suaminya (tidak berkhianat). Maksudnya : menjauhkan diri dari semua keburukan > dan ruthbul-lisan (membasahi lidah dengan berdzikir). > > Diriwayatkan dalam sebuah hadits yang lain bahwa tanda-tanda cinta kepada > Allah s.w.t. adalah cinta berdzikir (untuk mengingat-Nya). Dan tanda-tanda > benci kepada Allah s.w.t. adalah benci berdzikir (mengingat-Nya). Abu Darda’ > r.a. berkata bahwa orang-orang yang lidahnya selalu berdzikir akan masuk > surga dengan tersenyum-senyum. >
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
