Assalamulaikum Baiklah dari argumen ini dan sebelum nya semua megemukan pandangan yang menarik dan mungkin benar ada nya,,tapi kalaupun saya boleh bertanya pada keluarga di milis diantara tarekat & salafi yg mana paling baik untuk kita pahami,dan tentu nya kita tidak berada di maximum dan minimum bentuk ibadahnya yang pasti kita harus di jalur yang di wahyukan Allah dan di contohkan nabi besar Muhamad SAW,, Semoga kita senantiasa di bawah lindungan Allah...Amien
Wassalam ijal. ----- Original Message ----- From: "Yul Erief" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP" <[email protected]> Sent: Wednesday, August 01, 2007 10:54 AM Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Sudut Toe ~ Spooring > > Assalaamu 'alaikum > > Dalam teknik otomotif dikenal istilah sudut toe, yang arti mudahnya adalah > kelurusan roda depan. Proses pelurusannya dikenal dengan spooring. > > Sekarang anggap aja ada tiga buah mobil. > - Mobil G, sudut toe-nya terlalu besar ke arah kiri, setirnya buang kiri > (kalo setirnya ngga' ditahan dia langsung belok sendiri ke arah kiri). > - Mobil H kebalikannya. Sudut toe-nya terlalu besar ke arah kanan, > setirnya buang kanan (kalo setirnya ngga' ditahan dia langsung belok > sendiri ke arah kanan). > - Mobil I, baru di-spooring. Setirnya lurus-lurus aja. Kalupun setirnya > ngga' ditahan, dia tetep lurus. Karena, sudut toe-nya bener, dan setiap > mobil sebetulnya memiliki sudut castor yang selalu menjaga arahnya tetep > lurus, dia akan lurus sendiri setelah belok (konsepnya lihat roda troli > yang bisa berbelok). > > Analogi sederhana di atas kita coba pake untuk menjelaskan tentang tarikat > dan salaf. > > Di jalan yang akan dilalui, arahnya menurun. Terdiri dari dua jalur. > Jalur kiri, di bahu jalanya ada pasir yang cenderung "mengurangi" > kecepatan, tapi pasir itu bisa menggelincirkan si mobil ke jurang di > kirinya. > Jalur kanan, di bahu jalanya ada lumpur yang cenderung "menambah" > kecepatan, tapi lumpur itu bisa menggelincirkan si mobil ke jurang di > kanannya. > > Salaf~Muhammadiah > Analogi untuk salaf adalah jalur kiri, mungkin lebih ke arah "minimalis". > Konsep utamanya adalah menghindari praktek bid'ah, dengan hanya mengikuti > apa yang dicontohkan oleh nabi dan salafus shalihin. > Kecenderungan penyimpangan dari jalan pemikiran ini adalah mengurangi. > Muhammadiah (dan organisasi lain yang "tipikalnya sama")adalah salah satu > "rambu" yang mengingatkan untuk tidak terlalu kiri, sehingga bisa masuk > jalur pasir atau malah masuk jurang. > Mis : > - Waktu shalat saat baca surat al-fatihah didahului dengan bismillah > (walaupun dengan sir). > - Tidak membid'ahkan suatu kegiatan amaliah yang ngga' pernah dilarang > oleh nabi. > Ulama dan umaro dalam Muhammadiah bisa berperan untuk membina umat yang > sukanya "minimalis". > > Tarikat~NU. > Analogi untuk tarikat adalah jalur kanan, mungkin lebih ke arah > "maksimalis". > Konsep utamanya adalah menjalankan ibadah sebanyak mungkin, dengan batasan > larangan dari nabi dan salafus shalihin (jadi tetap mengikuti ajaran nabi > dan salafus shalihin). > Kecenderungan penyimpangan dari jalan pemikiran ini adalah menambah ibadah > yang ngga' pernah diajarkan nabi dan salafus shalihin (melewati larangan). > NU (dan organisasi lain yang "tipikalnya sama") adalah salah satu "rambu" > yang mengingatkan untuk tidak terlalu kanan, sehingga bisa masuk jalur > lumpur atau malah masuk jurang. > Mis : > - Ziarah kubur, batesan yang boleh dilakukan dan yang ngga' boleh. > - Zikir. > Ulama dan umaro dalam NU bisa berperan untuk membina umat yang sukanya > "maksimalis". > > Yang terbaik adalah kalau pikiran kita dispooring, supaya ngga' melenceng > alias mencong (analoginya adalah mobil I). Caranya dengan belajar ilmu-lmu > dasar seperti ilmu tauhid, ilmu fikih, dsb. Kalau bisa belajar juga ilmu > alat yang sangat berguna untuk lebih memperdalam ilmu keagamaan (mis ilmu > nahwu, sharaf, dsb). Selain itu kita juga harus belajar ilmu umum yang > relevan, mis. ilmu astronomi untuk mengetahui sistem penentuan tanggalan > dan hari raya, arah kiblat, dsb. Ilmu ekonomi untuk mengetahui sistem > ekonomi syariah. > Dengan kita tahu ilmu tentang shalat, kita bisa menetapkan hukum suatu > perkara berkenaan dengan ibadah shalat (mis tata cara shalat, bersalaman > setelah shalat, dsb). > Dengan kita tahu rukum iman, kita bisa menetapkan suatu perkara berkenaan > dengan akidah Islamiah. Mis percaya bahwa matahari mengelilingi bumi > bagian dari akidah Islamiah atau bukan. > > Jadi tarikat dan salaf bukanlah organisasi, tapi jalan pemikiran. Dan > tentunya bukan berarti orang atau organisasi yang mengaku tarikat berarti > dia otomatis masuk ke dalamnya. Juga demikian dengan salaf, bukan berarti > demikian menurut klaim orang atau organisasi tersebut. Tapi, dilihat > apakah orang atau organisasi tersebut masih dalam jalur yang benar > (sirathal mustaqim), atau melenceng dari klaim terhadap dirinya sendiri. > > Wassalaam > > > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Yul Erief > Sent: Tuesday, July 31, 2007 9:25 AM > To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP > Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Tawazun~Prioritas > > > > Assalaamu 'alaikum > > 1. Waktu bagi seorang tukang cuci mobil. > Si A ,B & C bekerja sebagai tukang cuci mobil. Satu mobil bisa > diselesaikan selama 1 jam. Satu hari si A B, & C bisa dapet order sebanyak > yang dia mau (karena jumlah yang mau nyuci mobilnya lebih banyak dari > kapasitas mereka bertiga). > Awal mula, ketiganya sehari bekerja 12 jam. Dengan kondisi beegitu, mereka > cuma bisa menjalankan ibadah yang wajib pada waktu istirahat. Kalo diajak > ikut pengajian, mereka selalu bilang kepada yang ngajak, nanti deh kalo > ada waktu luang. > Keadaan berubah. > - Si A tetep begitu. > - Sedangkan si B, sekarang lain. Dia ngga' mau waktu untuk beribadah, > maupun ikut pengajian menjadi sisa waktu dia bekerja. Sehari dia cuma > nyuci 7 mobil. Karena, dengan segitu kebutuhan hidup dia tercukupi, dan > dia masih punya waktu luang. > - Si C lain lagi. Dia cuma nyuci sebanyak 3 mobil. Itupun, tiga hari > sekali. Sehari-hari dia cuma ikut pengajian ke banyak tempat. Ngga' peduli > kalo duit yang dia dapet ngga' cukup buat hidup. > > 2. Ramadhan > Menurut cerita, dulu hampir di semua wilayah (termasuk kota besar), > penduduk hanya melakukan aktivitas seadanya pada saat Ramadhan. Tidak > terkecuali di Jakarta. Aktivitas difokuskan untuk kegiatan ibadah dan > amaliah. > Seiring dengan keadaan yang semakin materialistis, terutama di daerah > Jakarta, keadaan jadi tebalik. Pada saat Ramadhan orang malah mekakukan > kegiatan bisnis lebih dari biasanya. > Apakah sekarang orang ngga' bisa hidup tanpa berlaku demikan, & apakah > sekarang masih ada orang yang berlaku seperti hal pertama pada saat > Ramadhan. > Ada seorang kakek bernama pak Ahin, seorang pendatang yang sehari-hari > tinggal dan membantu pekerjaan marbot di daerah Pasar Minggu. Pada saat > Ramadhan pak Ahin berhenti berdagang sebagai pedagang buah keliling, yang > menjajakan dagangannya dengan dipikul (berarti ngga' banyak). Selama > bekerja 11 bulan, dia selalu menyisihkan penghasilannya (selain untuk > keperluan keluarga di kampung dan dirinya sendiri), untuk persiapan bulan > Ramadhan. > > 3. Rok mini > Si X, Y, & Z naik angkot, ketiganya duduk menghadap pintu. Kemudian ada > yang nyetop, seorang cewe' memakai rok mini. > - Si X langsung melotot, katanya "kebetulan neh, dapet rejeki nomplok". > Prinsipnya, dia ikut pepatah/pantun : "Paling enak rokok cap kingkong, > diisepnya terasa singkong. Paling enak lihat cewe' ngongkong, apalagi > celananya bolong". > - Reaksi si Y langsung mengalihkan pandangan. > - Reaksi si Z langsung marah-marah, dan menolak si cewe' naik angkot serta > melarang si sopir untuk membolehkan cewe' itu naik. > > 4. Kebun > Abu Dzar mewakafkan kebun yang membuatnya menjadi lupa, sehingga > ketinggalan shalat berjamaah di masjid bersama nabi. > > Sufisme. > > Dasar pemikiran sufisme atau tasauf adalah keseimbangan antara dunia dan > akhirat, dengan mengikuti tarikat (jalan) salaf. > Ada orang yang berlebihan dalam menerapkan ajaran sufisme, sehingga > keseimbangan tidak tercapai. Misal : tujuh hari tujuh malem puasa. > Banyak orang yang mengingkari keseimbangan itu, misalnya dengan > mempertuhankan uang (maaf, kalo menyinggung ente semua). > Dari contoh di atas, bisa dilihat konteks pemikiran yang sufistis dalam > kehidupan sehari-hari, dengan mencontoh apa yang dilakukan nabi dan para > salafus shalihin. > > Wassalaam > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Ayi OGI > Sent: Saturday, July 28, 2007 2:22 AM > To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP' > Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi > > > Takkala melihat seseorang beramal penuh zuhud , wara' , khusyu' dan > amalan lainnya dalam upaya tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) , maka > apa > yang terbayang dalam benak kita ???? Akankah kita katakan , bahwa > orang > tsb. Melakukan amaliyah kaum SUFI ??? Sungguh tak sedikit orang berucap > , > bahwa bila orang beramal demikian PASTILAH disebut SUFI. Fenomena > demikian > sering hadir di hadapan kita. > Bila ditelusuri secara teliti , nyatalah amaliah dalam upaya > tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) telah ada sejak jaman Rasulullah > SAW. > Sikap dan perilaku agar nafs = jiwa tetap terjaga kesuciannya adalah > dan > bahkan senantiasa dicontohkan oleh Rasulullah SAW beserta > para > shahabatnya. Dalam sirah hal ini tidak tersembunyi , betapa > kehidupan > beliau amat sederhana . Bahkan beliau pernah mengganjalkan beberapa > butir > batu diatas perutnya guna menahan lapar. Maka , mestinya (lantaran > amaliah > ini) dikatakan kepada beliau SAW sebagai seorang SUFI ??? Atau > aktivitas > ibadah beliau SAW sarat dalam kesehariannya . Maka , mestikah > pula > dikatakan bahwa beliau adalah seorang SUFI ? begitu pula bila melihat > sikap > dan perilaku para shahabat yang senantiasa taqarrub (mendekatkan > diri) > kapada ALLAH serta menjauhi beragam maksiat . Maka , MESTIKAH > dikatakan > mereka itu adalah sekelompok SUFI ????? > Padahal bila menelaah perkembangan pemikiran keislaman , akan > diperoleh bukti akurat bahwa munculnya TASAWUF dalam atmosfir kaum > muslimin > disambut beragam tantangan . baik tasawuf falsafi yang cenderung > melakukan > pendekatan berbau filsafat sesat , maupun tasawuf amali yang > cenderung > melakukan pendekatan dengan mencampuradukkan rasa penganutnya > melalui > dzikir-dzikir "antah-berantah" gado-gado plus bid'ah sana-sini . > Kedua > model tasawuf itu nyata dikonfrontir . Keberadaannya senantiasa > diusahakan > agar LUMAT dari hadapan umat. > Bila meneropong secara cermat thd ajaran-ajaran tasawuf baik yang awal > maupun yang muncul era kini (tasawuf modern , katanya!!) banyak > sekali > amaliah yang justru menyimpang dari tuntunan kitab dan sunnah > . > Ajaran-ajaran tasawuf , dipandang dari sudut aqidah terbukti akan > menyeret > pelakunya kepada kesyirikan. Sedang adalam kacamata ibadah, > tidak > diragukan lagi mereka berlezat-lezat dengan membuahkan bid'ah. > WALAU > DEMIKIAN ,?. Dikalangan sebagian umat Islam , TASAWUF masih > dijadikan > sebagai bentuk SPIRITUALISME dalam Islam. Sebagian umat MASIH > SULIT > membedakan bentuk tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) yang > mengikuti > tuntunan Nabi SAW, dengan bentuk tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) > yang > bersumber kapada hawa nafsu sang Syaikh (guru tarekat). Kondisi > demikian > diperparah lagi dengan menyebutkan beberapa nama shahabat , tabiin, > dan > tabiit tabiin diklaim sebagai tokoh-tokoh SUFI!!!!! Seperti Abu Dzar > , > Hasan Al Basri , dsb. HINGGA seakan-akan mereka adalah para > penyampai > ajaran tasawuf. Padahal apa yang mereka perbuat semata-mata mengikuti > as > Sunnah. Bukan bersandar kepada ajaran Tasawuf. > > Fulll , ini ada bebarapa ucapan Ulama tentang sejarah dan ihwal SUFI,?.. > Menurut Syaikh Abdurrahman Abdul Khalik , secara pasti sulit diketahui > siapa yang pertama yang memunculkan tasawuf di tengah umat islam dan > siapa > pula tokoh sufi pertama . > Tetapi Imam Syafi'I ketika memasuki Mesir (pada tahun 199 H) pernah > mengatakan : " Saya meninggalkan Baghdhad , sedangkan orang-orang zindiq > di > sana menciptakan sesuatu hal yang baru yang mereka istilahkan dengan > samaa' > . Orang zindiq yang dimaksudkan oleh Imam Syafi'I disini > adalah > oraang-orang Sufi . Sedangkan samaa' adalah lagu-lagu / sajak-sajak > yang > dinyanyikan oleh orang-orang Sufi tersebut. Apa yang dikatakan Imam > Syafi'I > merupakan petunjuk bahwa persoalan samaa' adalah persoalan baru. > Sedangkan > orang-orang Zindiq sudah ada sebelum itu. Ini terbukti dengan > seringnya > Imam Syafi'I ber bicara tentang mereka . Misalnya , perkataan beliau : > " > seandainya seseorang menjadi sufi pada awal siang hari , maka > sebelum > dhuhur ia akan menjadi dungu ." (talbis Iblis : 370) , juga > perkataan > beliau di halaman yang sama: "Tidak ada seorangpun yang melazimi > (komitmen > thd) SUFIYAH selama 40 hari , melainkan akalnya tidak dapat kembali > lagi > selam-lamanya " . > Semua menunjukkan bahwa sebelum abad 2 H berakhir telah muncul suatu > firqoh (golongan) yang dikenal ulama Islam kadang disebut zindiq > dan > kadang pula disebut KAUM SUFI. Akan tetapi pada masa hidupnya Imam > Ahmad > bin Hamabal , kaum sufi masih belum sepenuhnya muncul, hingga > akhirnya > tasawuf mulai kelihatan hakikatnya. > > Antara TASAWUF , Zuhud dan Tazkiyatun Nafs (pembersihan jiwa) > Banyak orang mungkin menyangka bahwa ADA HUBUNGAN antara ZUHUD dan > TASAWUF. Sehingga setiap orang yang zuhud , bersahaja dalam urusan > dunia > dan hanya menghadapkan wajahnya semata-mata kepada ALLAH , seperti > : > Ibrahin An Nakhai , al fudhail bin Iyadh. , Abdullah bin Mubarak , Biysr > al > Hafi , Ibrahim bin Adham dan sederet nama lainnya DIKLAIM sebagai > tokoh > SUFI. Mengapa demikian ? Sebab para penulis sufi , yang menyusun > buku-buku > tentang THABAQAT SHUFIYAH , memasukkan para ulama semisal diatas > sebagai > tooh-tokoh SUFI dalam bukunya. Bahkan penulis SUFI ternama : ASY > SYA"RANI > secara melampaui batas memasukkan para KHULAFAUR RASYIDIN termasuk > sebagai > bgenerasi SUFI pertama (dinukuli dari Abdurrahman bin Abdul Khaliq : > al > Fikru ash-shufi fi dhau'I al kitab wa as sunnah : 49-52). > PADAHAL amat berbeda kenyataannnya antara TASAWUF dan ZUHUD. ZUHUD > terhadap persoalan duniawi , merupakan keutamaan dan disyariatkan . > Zuhud > adalah akhlak para nabi , para wali ALLAH , dan para hamba ALLAh > yang > shalih . Mereka adalah orang-orang yang lebih mementingkan pahala > ALLAH > daripada bernikmat-nikmat dengan hal-hal yang mubah. BAHKAN karena > tamaknya > mengharapkan balasan dari ALLAH mereka tidak segan-segan > meninggalkan > sebagian perkara-perkara mubah. > ADAPUN tasawuf ,merupakan metode yang amat lain. Manakala seorang > sufi telah sempurna tingkat kesufiannya , maka zuhud tidak lagi > bermakna > baginya. Seorang sufi terkadang hanya membutuhkan zuhud pada tingkat > awal > kesufiannya. Namun akhirnya , semuanya menjadi halal , tidak perlu > lagi > yang dizuhudi , baik zina, meminum komer , bahkan perbuatan homo. > (dinukuli > dari Abdurrahman bin Abdul Khaliq : al Fikru ash-shufi fi dhau'I al > kitab > wa as sunnah : 67-68). > IBNU JAUZI **)berkata : " TASAWUF adalah mazhab (golongan) yang > dikenal melebihi zuhud . Bukti bahwa antara ZUHUD dan TASAWUF > berbeda > adalah , yakni ZUHUD tidak dicela oleh siapapun, sedangkan TASAWUF > telah > dicela oleh para ulama,?." (al Muntaqa an Nafsis min Talbis Iblis: 214) > Syaikh Ali hasan Al Atsary lebih memperjelas perkataan Ibnu Jauzi > diatas dengan penyataannnya : " TASAWUF BUKAN ZUHUD , sebab ajaran > tasawuf > telah dimasuki oleh bermacam keyakinan , pemikiran , filsafat dan > perkara > ?perkara bid'ah lainnya yang tidak ada kaitannya dengan zuhud?(catatan > kaki > al Muntaqa an Nafsis min Talbis Iblis: 214) > Begitu juga dengan tazkiyatun nafs , ia BUKAN AKTIVITAS tasawuf. > Tazkiyatun Nafs termasuk salah satu sebab diutusnya Rasulullah saw, > bahkan > ia adalah tujuan risalah : al Jumuah : 2 ( lih. Syaikh Ali Hasan al > Atsary > : at Tashfiyah wa at Tarbiyah wa atsaruhuma fi isti'naf al hayat > al > Islamiyah : 57) , sedang tasawuf adalah gado-gado ajaran sebagian Islam > , > filsafat, bid'ah , khurafat, dan segudang kebatilan lainnya. > > KESIMPULAN > Jelaslah bahwa semenjak dari uraian asal-usul bahasa , ta'rif , > sejarah dan perbedaan-perbedaannya dengan agama Islam (diantaranya zuhud > & > tazkiyatun nafs) bahwa TASAWUF BUKAN TERMASUK AJARAN ISLAM. Oleh karena > itu > umat Islam tidak perlu tertipu dengan ISTILAH TASAWUF. Sekalipun > dalam > tasawuf dijumpai hal-hal yang berbau Islam. Maka cukuplah kiranya > nasihat > dari Syaikh Abubakar Jabir al Jazairi : " Sesungguhnya , bisa saja tasawuf > itu berasal dari sebagian Islam , tetapi bisa pula ia bukan dari > ajaran > Islam . Apabila tasawuf benar berasal dari sebagian ajaran Islam , > maka > ISLAM itu sendiri sudah cukup bagi kita. Sedangkan bila tasawuf bukan > dari > ajaran Islam , maka kita tidak pernah butuh kepada ajaran seperti itu." > Dikutip dari Majalah As Sunnah 3 Thn I > > Wassalam > Abu Dhiaulhaq > > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Badrus Soleh > Sent: Friday, July 27, 2007 10:07 PM > To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP > Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi > > Assalamu'alakum Wr. Wb > > Bismillahirrohmanirrohim, > > Insya Allah akan saya tambahkan tentang tasawwuf, > > Dalam agama islam ada tiga sendi. > a.Rukun Islam diajarkan dengan ilmu fiqih > b.Rukun Iman diajarkan dengan ilmu tauhid > c.Ikhsan diajarkan dengan ilmu tasawwuf, apa itu ikhsan arti bebasnya: > Rosullulah bersabda:" Sholatlah kamu seakan-akan kamu melihat Allah, > jika tidak bisa yakinlah Allah melihat kamu". > > Jadi tasawwuf mengajarkan ibadah kita itu ada nilainya(ikhlas). > Contoh: Dari Alqur'an: " Celakalah orang yang sholat, yang lalai dalam > sholatnya",sehingga sholatnya hanya mendapatkan capek tidak ada efek > mencegah pebuatan keji dan mungkar, selanjutnya sholatnya rajin tapi > korupsi terus dll. > Di tasawwuf diajarkan " syariah tanpa hakikat(lillahi ta'ala), ta'ada > artinya, begitupun hakikat tanpa syariah adalah Zindig/sesat". > > Memang yang diajarkan/dibahas dalam tasawwuf adalah ilmu Dzikir yaitu > bagaimana mendapatkan qolbun salim / hati yang bersih sehingga > diharapkan hidayah Allah SWT akan mudah diterima sehingga pada akhirnya > dari ibadah kita akan ada nilai perubahan yang lebih baik bagi kita, dan > berefek baik juga untuk lingkungan kita. > > Jadi majlis thoriqoh/ tasawwuf yang mu'tabaroh/diakui di indonesi > sekitar 40 an, Insya Allah masih tetap konsisten melaksanakan > syari'ahnya. > Tetapi memang dalam perkembangannya banyak penyelewengan bercampur > dengan ilmu kebatinan daerah setempat seperti Banten, kejawen(hindu), > kalimantan(dayak)sehingga seperti yang akhwan/akhwat ketahui pada level > tertentu orang gak perlu lagi mekukan sholat atau syariah yang lain. > > Di Indonsia majlis Dzikir/Thorigoh/Tasawwuf yang banyak pengikutnya: > a.Qodiriyah yang dibawah oleh: Syeh Abdul Qodir Zailany. > b.Naqsabandiyah yang dibawah oleh: Syeh Naqsabandi > > dari dua diatas masih di bagi lagi/ atau gabungan dari keduanya,ada > Naqsabandiyah qodiriyah, Naqsabandiyah kholwatiyah, Naqsabandiyah > wathoniah,. > > Qodiriyah yang besar Insya Allah di Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya ( > Abah Anom). > Dalam ajaran tasawwuf silsilah ilmu sangat jelas,dari > Rosulullah,sahabat, tabi'in,tabi'it tabi'in,sampai mursyid(syeh)yang > sekarang itu ada. > > Hubungan murid(Warid)dengan guru(Mursyid)sangat dekat yaitu mursyid akan > selalu memantau perkembangan rokhani dari murid sehingga ini penting > dalam proses penanjakan batin sang murid.sebagai contoh: dalam bilangan > Dzikir yang diajarkan,misal dzikir " Lailah Illallah" sekarang 100X > dalam satu hari, kapan simurid bisa menambah bilangan dzikirnya menjadi > 500X,1000X tergantung dari penilaian perkembangan rokhani si murid oleh > mursyid. > > Demikian semoga sedikit tulisan bisa menambah wawasan kita semua, bila > ada salah kata atau isi mohon dikoreksi, karena dari diskusi ini > diharapkan menghasilkan kebenaran dan pencerahan bagi kita semua. > > Wassalam > badrus > > > > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of > [EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, July 27, 2007 1:59 PM > To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP > Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi > > > Wa'alaikumussalaam wr wbr > > Bismillaahi walhamdulillaahi rabbil-'aalamiin > Kebetulan lagi di depan komputer, jadi saya jawab langsung ya Akhi, > mungkin > sekalian untuk Akhi Muhtadin > > 1. Insya Allah, saya masih tholabul 'ilmi, meskipun untuk keduanya sudah > cukup lama saya mulai. Kebetulan saya sendiri berlatar belakang NU, yang > kental dengan nuansa tasawwuf. Saya mengenal tarekat jauh lebih dahulu > dibandingkan dengan Salafi. Yang lain yang mana ? Jamaah tabligh, Hizbut > Tahrir, Ikhwaanul Muslimiin, atau bahkan Syiah ? > > 2. Sejauh mana ? Jika yang Akhi maksud sampai masuk dan terikat, > alhamdulillah, hingga saat ini belum pernah. Hal ini terkait dengan > karakteristik pengajaran tarekat (point 1 pertanyaan saya, karakteristik > hubungan murid dan guru dalam tarekat yang sangat-sangat ketat) > Namun jika yang dimaksud sumber primer, sekunder, dari orangnya langsung > atau sekedar buku, insya Allah dua-duanya. Khususnya Naqsabandiyah > Haqqani, > jika antum mau, saya bisa berikan nomer kontak person dari Akhi Arief > Hamdani (atau antum surfing sendiri ke www.mevlanasufi.blogspot.com). > Saya juga pernah bergaul dengan kaum tasawwuf yang bermacam ragam, dari > yang bebas (istilah plesetan kami : sufi = suka filem, karena pada > tarekat > ini sangat bebas, bahkan terkadang sampai pembahasan filem), sampai yang > meyakini wihdatul wujud, bersatunya Khaliq dan Makhluq, juga yang > tarkush-sholat (meninggalkan sholat) karena sudah mencapai maqamnya > (menurutnya), bahkan ada teman saya yang mencoba untuk sholat (Jumat) > malah > pingsan. Juga dengan Kyai yang tidak sholat Jumat, karena sholat > Jumatnya > di Mekkah (wallahu a'lam) katanya. > > 3. Untuk kesimpulan, mungkin saya sudah mereferensikan pendapat Lajnah > Daimah-nya Saudi (bukan berarti saya Salafi), atau seperti yang > diforwardkan oleh Akh Rofiq dari pendapat Ustadz A. Sarwat. Bagi saya > pribadi (mohon digaris bawahi), karena masih dhaifnya saya, saya > menghindari untuk masuk ke dalam kelompok tarekat. > > 4. Sebetulnya dari pertanyaan-pertanyaan tersebut saya mengharapkan > tambahan pengetahuan bagi saya, yang masih kesulitan untuk mengambil > kesimpulan "samanya Tarekat dan Salafi". Namun jika hanya saya yang > menjawab, saya takut kejadiannya berulang. Nanti saya dianggap menyerang > atau mendiskreditkan Tarekat. Mungkin mudahnya begini, bagi Ikhwan > (termasuk Akhi Yul dan Muhtadin) yang mau, silahkan hubungi saya. Saya > akan > jawab secara Japri. Juga agar tidak ada yang berpendapat milis ini penuh > oleh pembahasan Tarekat-Salafi (padahal saya cuma mau bahas Tarekat, > tadinya). > Sekedar untuk referensi, bagi Ikhwan yang ingin mengenal Tarekat bisa > membaca "Pengantar Mengenal Tarekat" karangan Prof. Abubakar Atjeh. Ini > tarekat dipandang dari penganut tarekat sendiri, dan beliau (Abubakar > Atjeh) adalah tokoh yang diakui dalam dunia Tarekat, khususnya di > Indonesia. > > 5. Untuk point 5 ini ukhuwwah islamiyyah, sebagian sudah Akh Yul > contohkan, > yaitu bertoleransi dalam perbedaan, bekerja sama dalam hal persamaan. > Namun > hendaknya toleransi disertai dengan ilmu. Insya Allah dengan Ilmu, akan > ada > keseimbangan antara toleransi dan nasehat-menasehati dalam kebenaran. > Tanpa > ilmu, ketika ada orang yang menyampaikan suatu pandangan yang berbeda, > akan > selalu dianggap menyerang terhadap pandangannya. Atau terlalu besar > husnuzhon, hingga tidak ada usaha untuk mengecek kebenarannya (khususnya > dalilnya). > Juga yang tak kalah penting adalah kesiapan hati kita (khususnya > kesabaran). Hati yang selalu merasa dekat dengan sesama muslim. Walaupun > mereka tidak sama dengan kita. Walaupun mereka menyimpang (menurut kita, > padahal wallahu a'lam). Walaupun ... walaupun ... dst. Tetap saja, > muslim > adalah muslim, selama mereka bersyahadat sama dengan syahadat kita, > mereka > saudara kita karena Allah. > Dan terakhir tapi yang paling penting, ukhuwwah islamiyyah sendiri > adanya > di tangan Allah. Karenanya kita tetap harus berdoa kepada Allah untuk > bisa > mewujudkannya (QS Al Anfaal : 62-63) dan Allah lah yang akan menyatukan > hati-hati kaum mu'miniin. > > Wallaahu a'lam bishshowab. > > Mohon maaf jika ada yang merasa bahwa tulisan saya menyerang yang lain. > Insya Allah, niatnya tidak demikian. Sekedar menyampaikan dan belajar > dengan mengkonfirmasikan. > > Hadaanallahu wa iyyaakum ajma'iin, wastaghfirullaaha lii wa lakum, > > Abu Karimna > > > > > > "Yul Erief" <[EMAIL PROTECTED]>@usahamulia.net on 07/27/2007 > 07:51:01 > AM > > Please respond to Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP > <[email protected]> > > Sent by: [EMAIL PROTECTED] > > > To: "Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP" > <[email protected]> > cc: > > Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi > > > > Assalaamu 'alaikum > > Ada hal yang saya coba untuk terapkan pada diri saya tentang cara > menilai > sesuatu. > Kalau ada informasi jelek dan baik untuk satu hal yang sama, saya akan > mencoba untuk menganggap hal itu tetap baik, sampai saya yakin, 'ainul > yakin, haqqul yakin terhadap hal tersebut. > > Dalam hal ini, saya tidak pernah bersentuhan dengan apa yang dinamakan > tarekat maupun salafi. Yang saya ketahui hanya dari tulisan, terutama > dari > e-mail. Kadang-kadang dari ceramah yang disampaikan oleh ustadz. > > Saya ngga' (belum) pernah nemuin orang yang ngga' shalat karena > menganggap > dirinya sudah mencapai hakikat dalam tarekat. Jadi saya berpendapat > tarekat > itu baik. Kalau cuma dari tulisan, saya anggap belum cukup bagi saya > untuk > menjelekkan mereka. > Sama juga dengan salafi, saya ngga' langsung percaya dengan tulisan yang > menjelekkan mereka. > Pengetahuan itu tetap saya pegang, kalau sewaktu-waktu saya ketemu > langsung > hal seperti itu, saya bisa mengambil sikap. Pengetahuan itu (informasi > jelek) bukan untuk saya beritahukan ke orang lain, apalagi jadi > satu-satunya referensi saya. > > Berkaitan dengan itu, ada hal yang pengen saya tanyakan. > 1. Apakah ente sudah mendalami keduanya maupun golongan lain selain > kedua > hal tersebut. > 2. Sampai sejauh mana, cuma dari literatur atau ceramah (teoritis), dari > informasi orang lain tentang hal itu, atau ente pernah melakukan studi > langsung (informasinya primer, atau informasi sekunder). > 3. Apa kesimpulan yang ente dapet. > 4. Karena saya ngga' bisa jawab pertanyaan ente (kalau berdasarkan > literatur saya anggap bahwa saya ngga' bisa jawab), tolong ente jawab > dan > sekalian diberitahu sumbernya dari mana, dan sejauh mana observasi ente > sendiri terhadap hal itu. > 5. Apa langkah yang harus dilakukan dalam mempertahankan persatuan Islam > berdasarkan keadaan itu. > > Wassalaam > > > > > > > > > > ******************************************************** > Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan > EJIP > ******************************************************** > Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : > http://www.usahamulia.net > > Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : > [EMAIL PROTECTED] > > Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : > [EMAIL PROTECTED] > ******************************************************** > > ******************************************************** > Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP > ******************************************************** > Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : > http://www.usahamulia.net > > Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : > [EMAIL PROTECTED] > > Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : > [EMAIL PROTECTED] > ******************************************************** > > > ******************************************************** > Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP > ******************************************************** > Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : > http://www.usahamulia.net > > Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : > [EMAIL PROTECTED] > > Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : > [EMAIL PROTECTED] > ******************************************************** > > ******************************************************** > Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP > ******************************************************** > Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : > http://www.usahamulia.net > > Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : > [EMAIL PROTECTED] > > Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : > [EMAIL PROTECTED] > ******************************************************** > > ******************************************************** > Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP > ******************************************************** > Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : > http://www.usahamulia.net > > Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : > [EMAIL PROTECTED] > > Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : > [EMAIL PROTECTED] > ******************************************************** > > -- > This message has been scanned for viruses and > dangerous content by MailScanner, and is > believed to be clean. > -- This message has been scanned for viruses and dangerous content by MailScanner, and is believed to be clean. ******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
