25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak
Kiat 16. Gunakanlah Metoda : "Apakah Kendalamu, Nak?" DIALOG yang tenang akan menumbuhkan kemampuan akal, memperluas wawasan, dan merangsang aktifitas akal anak untuk memahami realitas kehidupan. Melatih anak untuk berdiskusi dan berdialog akan membawa orangtua pada hasil yang mencengangkan. Sebab dengan cara itu si anak akan mampu mengutarakan pendapat-pendapat dan gagasannya serta berani menuntut hak-haknya di hadapan orang dewasa. Karena orang tuanya di rumah telah melatihnya adab, dan tata cara berdialog. Rasulullah saw. berdialog secara tenang dengan anak muda yang datang kepadanya untuk meminta agar dizinkan berzina. Dan pada akhirnya si anak muda itu bangkit dari duduknya dalam keadaan telah sangat membenci perbuatan zina. Beliau juga berdialog dengan anak kecil yang ingin ikut menjadi prajurit perang dengan tenang, penuh perhatian, dan objektif. Samurah Bin Jundub mengatakan, "Rasulullah saw. menerima seorang anak kecil menjadi prajurit perang dan menolak saya. Maka saya katakan kepadanya, "Ya Rasulullah, engkau menerimanya dan menolak saya. Padahal kalau saya bergulat dengannya pasti saya bisa mengalahkannya." Maka saya bergulat dengannya dan mengalahkannya. (HR. Al-Hakim) Rasulullah saw. juga berdialog dengan Ibnu 'Abbas. Dari Ibnu 'Abbas -semoga Allah meridhainya, ia mengatakan, "Aku menginap di rumah bibiku, Maimunah, untuk melihat shalat Rasulullah saw. Maka beliau bangun dari tidur seraya mengucapkan, 'Mata telah tertidur, bintang-bintang pun telah tenggelam, dan (Allah) Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri tetap ada.' Kemudian beliau membaca akhir surah Ali 'Imran 'Inna fii khlaqissamawali wal-ardhi...' Kemudian beliau bangun menuju tempat air yang bergantung lalu berwudhu dan memulai shalat. Maka aku pun berwudhu kemudian berdiri di sebelah kirinya. Beliau menarik kupingku dan memindahkanku ke sebelah kanannya. Aku kembali ke tempatku semula dan Rasulullah saw. kembali memindahkan aku dua dan tiga kali. Ketika selesai shalat, beliau mengatakan, 'Nak, apa yang menghalangimu untuk tetap di tempat berdiri yang aku tunjukkan?' Aku mengatakan, 'Engkau adalah Rasulullah. Tidak layak seorang pun menyamaimu.' Maka Rasulullah saw. bersabda, 'Ya Allah jadikanlah dia orang yang memahami agama dan ajarkanlah padanya takwil'." Karenanya, saudaraku pendidik, mari kita gunakan cara "apa kendalamu, nak" yang diajarkan Rasulullah saw. kepada kita. Yakni berdialog dengan anak dan memberikan kesempatan kepadanya untuk mengungkapkan gagasan, pendapat dan segala perasaannya. Para sahabat pun telah mengikuti apa yang diajarkan Rasulullah saw Amirul-Mu'minin 'Umar Bin Khaththab mendapat pengaduan dari seorang bapak tentang anaknya. Maka 'Umar Bin Khaththab memanggil anak itu untuk mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. "Apa yang menyebabkan kamu durhaka kepada bapakmu?" tanya 'Umar kepada anak itu. "Wahai Amirul-Mu'minin, apa hak anak pada bapaknya?" si anak balik bertanya. "Dia harus memberinya nama yang bagus, memilihkan untuknya calon ibu yang baik, dan mengajarinya Al-Qur'an ," . jawab 'Umar. "Wahai Amirul Mu'minin, ayahku tidak melakukan satu pun dari semua itu," ungkap si anak. 'Umar lalu menoleh kepada si ayah seraya mengatakan, "Engkau telah durhaka kepada anakmu sebelum anakmu durhaka kepadamu." Begitulah 'Umar berdialog dengan anak kecil untuk konfirmasi dalam hal-hal penting. Anda lihat, saudaraku, Khalifatul-Muslimin dan pemimpin negara terbesar di dunia. Dan Anda tahu sikap tegas 'Umar dalam kebenaran. Dia mengkonfirmasi hal-hal penting kepada kalangan yang sering kali tidak menarik perhatian dan tidak dipandang sebelah mata anak-anak. Saudaraku, mari kita lakukan dialog yang tenang bersama anak. Berdiskusilah denganya dalam suasana penuh kasih. Dengarkanlah pendapatnya dengan seksama dan bijak, sebagaimana dilakukan oleh khalifah kelima, 'Umar Bin 'Abdil 'Aziz. Ketika beliau baru saja menjabat sebagai khalifah, para tamu berdatangan untuk mengucapkan selamat dan menyampaikan berbagai keperluan. Lalu datanglah rombongan dari Hijaz. Seorang anak kecil mewakili mereka maju untuk berbicara. Maka Umar berkata, "Biarkan orang yang lebih tua darimu maju." Anak itu menjawab, "Semoga Allah meluruskan Amirul Mu'minin. Kami datang kepadamu untuk mengucapkan selamat bukan untuk menghinakan. Kami datang kepadamu karena perkenan Allah yang telah mengaruniakan engkau kepada kami..." 'Umar menyahut, "Nasihatilah aku, anakku." Si anak melanjutkan, "Semoga Allah meluruskan engkau wahai Amirul Mu'minin, Ada orang-orang yang dibanjiri karunia Allah, panjang cita-citanya, dan banyak sanjungan orang kepadanya. Lalu orang itu tergelincir kemudian meluncur ke dalam neraka. Maka janganlah engkau tertipu dengan banyaknya karunia Allah dan banyaknya sanjungan kepadamu, nanti kakimu akan tergelincir dan engkau akan menyusul mereka ke neraka. Semoga Allah tidak menjadikan engkau seperti mereka dan semoga Dia mempertemukan engkau dengan orang-orang saleh dari umat ini." Kemudian ia diam. 'Umar bertanya, "Berapa umur anak itu?" Beliau mendapat jawaban bahwa umurnya sebelas tahun. Beliau bertanya-tanya tentang anak itu, ternyata ia keturunan Husen Bin 'Ali -semoga Allah meridhai mereka. Akhirnya, kami ingin angkat contoh lain tentang dialog yang tenang yang mampu meluruskan langkah seorang Imam besar, Abu Hanifah. Ia melihat seorang anak kecil sedang bermain tanah. Ia mengatakan kepada anak itu, "Hati-hati kamu jangan sampai jatuh ke tanah." Si anak itu menjawab, "Engkau yang harus hati-hati agar tidak terjatuh. Karena jatuhnya seorang alim berarti jatuhnya alam semesta." Setelah mendengar nasihat itu Abu Hanifah tidak berani mengeluarkan fatwa kecuali setelah dikaji bersama murid-muridnya selama satu buIan. Sumber : 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak (Al Inshat Al In'ikasi Khamsun Wa Isyruna Thariqah Fi Nafsi Ath Thifli Wa 'Aqlihi) Oleh Muhammad Rasyid Dimas
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
