www.kompas.com Rabu, 15 Agustus 2007 - 09:03 wib 
Baterai Nokia Rawan Overheating 





<?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /> 

HELSINKI, RABU - Overheating atau panas yang berlebihan tidak hanya menimpa 
ribuan baterai yang digunakan di bebagai jenis laptop. Kini giliran baterai 
ponsel yang harus diwaspadai.

Kasus terbesar telah dialami Nokia yang merupakan produsen ponsel terbesar di 
dunia saat ini. Tidak tanggung-tanggung, ada sekitar 46 juta baterai yang 
diperkirakan rawan mengalami overheating saat digunakan. Baterai yang rawan 
mengalami panas berlebihan adalah jenis BL-5C yang diproduksi Matsushita 
Battery Industrial Co. Ltd. antara Desember 2005 hingga November 2006.

Baterai BL-5C adalah tipe baterai yang paling banyak digunakan Nokia dalam 
produk ponselnya, dari ponsel seri 1100 hingga handset multimedia N70 dan N91. 
Secara keseluruhan sudah ada sekitar 300 juta baterai jenis tersebut yang 
didistribusikan ke seluruh dunia dari berbagai pemasok.

Nokia dan Matsushita telah mengidentifikasi bahwa baterai berpotensi mengalami 
overheating karena rentan terjadi hubungan pendek saat isi ulang. Penyebabnya 
bukan pada desainnya namun saat proses produksinya.

Meski kasus tersebut sangat jarang terjadi, sejauh ini sudah ada 100 insiden 
yang dilaporkan. Namun, tidak ada laporan baterai mengalami overheating hingga 
meledak, merusak barang-barang, atau bahkan sampai melukai pemiliknya. 

Raksasa ponsel yang bermarkas di Finlandia itu mengingatkan konsumen di seluruh 
dunia mengenai risiko tersebut dan menawarkan program penukaran secara global 
sejak Selasa (14/8). Seperti dilansir Reuters, untuk mengecek apakah baterai 
rawan overheating atau tidak disediakan layanan online di  
<http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0708/15/> 
http://www.nokia.com/batteryreplacement atau pengguna dapat menghubungi 
langsung ke call center terdekat. 

Pengguna ponsel Nokia cukup mengetikkan 26 nomor seri yang ada di bagian 
belakang baterai ke dalam formulir yang disediakan untuk mengecek apakah rawan 
atau tidak. Jika baterai tersebut termasuk dalam daftar yang berisiko, dapat 
ditukarkan secara cuma-cuma.

Untuk berdiskusi mengenai informasi ini silakan klik 
http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0708/15/



Sumber: reuters
Penulis: Wah
 
 
Rudy Swardani

<<clip_image001.jpg>>

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke