Saatnya Khilafah Memimpin Dunia

Liputan Khusus

August 13th, 2007

 

 

HTI-Press - 

 

Lebih dari 100 ribu manusia memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Ahad 
(12/8) dalam rangka menghadiri Konferensi Khilafah Internasional 2007 ''Saatnya 
Khilafah Memimpin Dunia'' yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia 
(HTI). Mereka berasal dari berbagai penjuru Indonesia dan dunia, dari mulai 
anak-anak hingga kakek-nenek.

 

 

Antusiasme umat Islam ini telah terlihat sejak pukul 03.00 dini hari. Massa 
mulai memasuki kawasan stadion dari berbagai pintu. Mereka berangkat 
menggunakan bus dan kendaraan pribadi, bahkan ada yang berjalan kaki. Tidak 
terlihat kelelahan di wajah-wajah mereka kendati habis melakukan perjalanan 
jauh. Justru yang terlihat adalah wajah gembira dan ceria untuk bisa mengikuti 
konferensi khilafah yang terbesar di dunia ini.

 

Gema takbir pun membahana di dalam stadion ketika acara dimulai. Panas matahari 
yang menyorot ke bagian barat stadion tak menyurutkan semangat mereka. Bendera 
al Liwa dan ar Raya terus dikibar-kibarkan. ''Allahu Akbar''

 

Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto, dalam pembukaannya 
mengingatkan kaum Muslim akan tiga peristiwa penting di bulan suci Rajab. 
Peristiwa pertama adalah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW pada 27 Rajab. Kedua, 
adalah pembebasan Baitul Maqdis pada 27 Rajab tahun 583 hijriah dari kaum 
Salib. Ketiga, tragedi penghancuran khilafah oleh Inggris pada tanggal 28 Rajab 
tahun 1342 hijriah atau 3 Maret 1924. Akibat kehancuran khilafah ini, umat 
Islam terhinakan di semua bidang sampai sekarang.

 

Oleh karena itu, ia mengajak umat Islam untuk bersatu padu menegakkan kembali 
syariah Islam dalam naungan Khilafah. ''Dalam naungan khilafah, kita akan 
mendapatkan kemuliaan sebagaimana yang pernah dirasakan oleh generasi mukmin 
sebelum kita,'' tandas Ismail.

 

Panas matahari yang semula terik berangsur-angsur meredup. Awan menutupi langit 
di atas Gelora Bung Karno. Lantunan ayat-ayat Al Quran dibacakan. Takbir terus 
dikumandangkan.

 

Sebelum acara pokok, konferensi ini diisi dengan orasi tokoh. KH Abdullah 
Gymnastiar tampil untuk pertama kali. Dalam kondisinya yang masih sakit, da'i 
asal Bandung ini menyatakan alasannya mengapa ia datang. Menurutnya, ketika 
diundang oleh orang kafir saja mau datang, mengapa diundang sesama Muslim tidak?

 

Dalam orasi singkatnya, tema besar yang diusung oleh Hizbut Tahrir Indonesia 
yaitu saatnya khilafah memimpin dunia, hendaknya bisa menyadarkan seluruh umat 
Islam agar berani melakukan pembenahan kepada diri sendiri, sebelum memberikan 
penilaian kepada orang lain. Karena Islam bukanlah sebuah agama yang hanya 
membahas teori, tetapi membutuhkan pembuktian.

 

"Kenapa maksiat yang dikemas begitu baik sangat laku, tetapi kalau Islam yang 
begitu indah sulit untuk dibeli, padahal Islam itu penuh kasih sayang, Islam 
itu adil, Islam itu solusi, sehingga Islam butuh manusia yang menjadi bukti, " 
jelas da'i yang sering dipanggil Aa Gym ini.

 

Orasi tokoh lain disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, 
Ketua Umum Syarikat Islam KH Amrullah Ahmad, Ketua MUI Sumatera Selatan KH 
Tholan Abdul Rauf, dan tokoh Nahdiyin dari Nusa Tenggara Barat Tuan Guru 
Turmudzi Badhuli. Orator lain yang sebelumnya berjanji untuk hadir yakni 
Menpora Adyaksa Dault, Amien Rais, dan KH Zainuddin MZ ternyata tidak datang. 
Adyaksa mengaku sedang sakit perut. Amien Rais ada acara di Solo, sedang 
Zainuddin berhalangan. Dua orator lainnya yakni Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dan 
Habieb Rizieq Shihab dicekal oleh Mabes Polri.

 

Din Syamduddin mengatakan khilafah merupakan bentuk yang sudah ada dalam 
sejarah ajaran Islam. Inti sari ide tersebut sangat baik untuk meningkatkan 
persatuan umat Islam. Namun, menurutnya, tidak mudah untuk mencapainya. Karena 
itu ia mengajak uamt Islam untuk bersatu. "Agar khilafah itu terbentuk seluruh 
umat Islam harus merapat, baik ulama maupun cendikiawan Muslim,'' katanya.

 

KH Amrullah Ahmad menegaskan bahwa tidak ada pilihan lain bagi umat Islam 
sekarang kecuali menengakkan kembali syariah Islam dalam naungan Daulah 
Khilafah. Ia mengajak umat bangkit kembali memperjuangkannya.

 

Konferensi ini diselingi oleh parade bedug dan reppling. Delapan 'reppler' 
membawa bendera Liwa dan Raya dari atap tribun barat stadion GBK. Mereka 
meluncur dari ketinggian 80 meter di atas tanah. Mereka kemudian membentuk 
formasi di tengah lapangan dan kemudian memberikan bendera itu kepada para 
pembicara di panggung konferensi.

 

Konferensi ini rencananya menampilkan pembicara Dr Imran Waheed dari HT 
Inggris, Syeikh Issam Amirah dari HT Palestina, Syeikh Ismail al Wahwah dari HT 
Australia, Dr Salim Fredrick dari Inggris, Syeikh Usman Ibrahim dari HT Sudan, 
Prof Hassan Ko Nakata dari Jepang, dan Hafidz Abdurrahman dari HTI. Tiga 
pembicara tidak bisa hadir. Imran Waheed dan Ismail Wah Wah dideportasi oleh 
pemerintah Indonesia Jumat (10/8) sesaat setelah menginjakkan kaki di Bandara 
Internasional Soekarno-Hatta. Imran yang datang bersama istri dan dua anaknya 
yang masih kecil akhirnya keluar dari Indonesia saat itu juga. Tindakan yang 
sama dialami oleh Ismail Wah Wah. Tidak ada penjelasan resmi dari pemerintah 
tentang pencekalan dua pembicara itu.

 

Imran Waheed dalam orasinya menyatakan Barat saat ini menghadapi krisis 
peradaban yang parah. Ideologi kapitalisme tak mampu memperbaiki kondisi yang 
merosot tersebut. Akibatnya, peradaban itu mulai menuju kehancurannya.

Syeikh Ismail Al Wahwah mengatakan dunia saat ini membutuhkan Khilafah. Hanya 
khilafahlah yang akan mampu mengangkat derajat manusia baik itu Muslim maupun 
non Muslim. Khilafah sanggup mengembalikan posisi umat Islam sebagai umat 
terbaik.

 

Kembalinya khilafah bukan sebuah impian. Syeikh Issam Amirah menjelaskan 
ayat-ayat Allah menjelasakan dengan gambalang tentang kabar gembira akan 
datangnya kembali kekhilafahan tersebut. Berita ini dikuatkan pula oleh 
hadits-hadits Rasulullah SAW. Issam menukil hadits tentang akan datangnya 
Khilafah ala minhaji nubuwah (khilafah yang mengikuti jalan kenabian).

 

Tegaknya kembali khilafah pasti akan menggentarkan Barat. Syeikh Usman Ibrahim 
mengatakan dalam orasinya, ada tiga tantangan dari luar yang paling menonjol 
pasca teganya khilafah, yakni perang pemikiran dengan seluruh ragamnya, 
penyesatan, pengaburan, serta pemutarbalikan fakta; negara-negara Barat dan 
sekutunya akan mengembargo kekhilafahan baik secara ekonomi, politik, dan 
pemikiran; dan perang fisik. ''Yang terakhir ini adalah tantangan yang paling 
berbahaya, paling berat dan paling dahsyat,'' katanya.

 

Sementara itu, Prof Hassan Ko Nakata menguraikan tentang peran perjuangan 
Hizbut Tahrir membangun peradaban Islam ke depan. Menurutnya, HT adalah 
Islahi-Salafi-Sunni. HT menempati level tertinggi dalam pengajaran Islam.

 

Nakata menjelaskan, konsep Khilafah sebenarnya konsep universal yang bisa 
diterima oleh siapa saja termasuk kalangan Kristen, bahkan oleh orang sekuler 
sekalipun. Inilah yang diperjuangkan oleh HT. Karenanya, kata Nakata, hanya HT 
yang bisa dikatakan sebagai 'gerakan politik Islam' yang memperjuangkan 
terealisasinya khilafah. Khusus untuk Indoneisa, Nakata menilai Indonesia 
memiliki syarat untuk tegaknya khilafah.

 

Konferensi terakhir disampaikan oleh Hafidz Abdurrahman (DPP HTI). Ia 
menguraikan apa yang dilakukan oleh HTI dalam rangka memperjuangkan tegaknya 
Khilafah. Aktivitas HTI adalah intelektual dan politik. Menurutnya, aktivitas 
ini tidak bisa dilakukan sendiri tapi butuh dukungan umat secara keseluruhan. 
Karena itu, HTI akan senantiasa bersama umat dan berada di tengah-tengah umat.

 

Sebelum ditutup, acara konferensi diselingi aksi teatrikal 400 siswa SMA yang 
menggambarkan kondisi umat Islam saat ini dan bagaimana nanti Khilafah akan 
menyatukan negeri-negeri Islam yang terpecah belah. Aksi selama 20 menit ini 
mendapat perhatian dari peserta konferensi.

 

Acara konferensi diakhiri dengan refleksi oleh Ustad Jamil Az Zaini dan Ustad 
Arifin Ilham. Suasana haru menyelimuti GBK. Tetes air mata membasahi pipi. Dan 
akhirnya acara berakhir dengan tertib dan damai. SAATNYA KHILAFAH MEMIMPIN 
DUNIA!!! [mujiyanto]

 

<<winmail.dat>>

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke