----- Original Message ----- 
From: Ipung Prastowo 
To: undisclosed-recipients: 
Sent: Wednesday, August 29, 2007 12:18 PM
Subject: FW: Pak Waras, Rp 429 Jeti, dan Kambingnya...


      WARAS, KORBAN LUMPUR BERHATI EMAS: Kembalikan Lebihan Transfer Rp 429 Juta
      Oleh : Mohammad Khakim 

      15-Aug-2007, 03:22:03 WIB - [www.kabarindonesia.com] 
     
      KabarIndonesia - Petani korban lumpur Lapindo Brantas Inc. bernama Waras 
(56) ini patut diteladani. Warga Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten 
Sidoarjo, ini mengembalikan lebihan dana jual-beli lahan terdampak lumpur panas 
Rp 429.400.000 kepada PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), anak perusahan Lapindo 
yang menangani jual beli tanah korban lumpur. Uang yang berhak diterima Waras 
hanyalah Rp 56 juta. 
      Manajemen PT Minarak pun memberi tali asih uang tunai Rp 20 juta dan 
perhiasan senilai Rp 20 juta atas kejujuran dan ketulusan Waras. Tali asih 
diberikan kepada Waras oleh Direktur Utama PT MLJ Bambang Hawi di Hotel 
Shangri-La Surabaya, Selasa (14/8). Acara itu disaksikan Komisaris Utama PT MLJ 
Gesang Budiarso, Vice President PT MLJ Andi Darussalam Tabusalla, dan Komisaris 
PT MLJ Ari Santosa.

      Waras mengatakan, sawahnya seluas 2.440 meter persegi ikut terendam 
lumpur panas. Sesuai persetujuan, ia memperoleh ganti rugi Rp 56 juta dari MLJ. 
Namun, dia langsung panik ketika mengecek rekeningnya yang ternyata berisi Rp 
486 juta, hasil transfer dari Minark. Jadi, ada kelebihan uang Rp 429 juta.

      "Kami satu rumah langsung klenger. Bayangkan mestinya hanya terima Rp 56 
juta, lha kok kelebihan Rp 429 juta. Rasanya tidak enak makan dan tidur," kata 
Ny Astiyah, istri Waras, kepada wartawan sebelum menerima penghargaan dari PT 
Minarak.

      Bukan hanya Astiyah yang mendukung Waras mengembalikan uang itu. Dua anak 
mereka, Sri Wahyuni dan Iswanto juga mendukung penuh. Walaupun mereka berdua 
Iswanto sebenarnya juga butuh uang karena menjadi pengangguran setelah pabrik 
tempat dia bekerja ikut terendam Lumpur.

      "Apa enaknya kami makan uang yang bukan menjadi hak kami. Sebelum uang 
itu resmi kami kembalikan, kami sekeluarga tidak bisa makan dan tidur. 
Alhamdulillah, akhirnya uang itu bisa kami kembalikan," papar Sri Wahyuni.

      Untuk mengamankan lebihan uang di rekeningnya, Waras langsung memindahkan 
uang Rp 429 juta tersebut ke BRI. Ia khawatir jika uang itu tetap tersimpan di 
rekening lama, tiba-tiba ada yang memindah. "Setelah itu saya lapor kepala desa 
dan akhirnya bisa dimasukkan ke rekening PT Minarak Lapindo Jaya," cerita Waras.

      Berhati Emas
      Vice President PT MLJ Andi Darussalam Tabusalla memuji kejujuran Waras 
sekeluarga. "Pak Waras, manusia berhati emas," katanya. Untuk itulah, dia 
meminta izin kepada Waras sekeluarga agar bisa memberi apresiasi atas kejujuran 
dan ketulusan keluarga itu.

      Andi menambahkan, sebetulnya pihak PT Minarak tidak akan bisa mengetahui 
adanya kelebihan pembayaran itu. Sebab, sesuai semangat Peraturan Presdien 
(Perpres) 14/2007, PT Minarak Lapindo Jaya akan membayar berapa pun yang telah 
lolos tim verifikasi.

      "Kami tidak ingin dituduh menghambat proses pembayaran jual beli. Karena 
itu, berapa pun nilai transaksi yang dikeluarkan tim verifikasi akan kami 
bayar. Dan, kami tidak bisa berbuat apa-apa terhadap hal itu," katanya.

      Namun di saat seperti itu, ternyata Waras memilih mengembalikan kelebihan 
uang yang bukan menjadi haknya. "Hanya orang-orang yang terpilih yang bisa 
memiliki sikap hidup seperti Pak Waras dan keluarga. Pak Waras dan keluarga 
kini menjadi bagian dari keluarga besar PT Minarak Lapindo Jaya. Kami tidak 
akan pernah melupakan Pak waras," kata Andi dengan terbata-bata menahan haru.

      Andi juga mengatakan, sekalipun Perpres 14/2007 menuntut percepatan 
pembayaran jual beli pada lahan dan bangunan korban luapan lumpur, proses itu 
tetaplah harus dilakukan dengan hati-hati.

      "Namun kami tidak ingin mengatakan siapa yang salah hingga ada kelebihan 
pembayaran seperti ini. Kami tidak ingin dianggap menghambat proses. Target 
kami, tanggal 14 September pembayaran 20 persen sudah tuntas semua," jelas Andi.

      Andi memaparkan, hingga 13 Agustus PT Minarak Lapindo Jaya telah 
menuntaskan pembayaran untuk 5.174 bidang dengan nilai Rp 260,3 miliar. 
Sedangkan total yang telah masuk tim verifikasi sekitar 8.000 bidang. "Melihat 
data itu, kami telah menuntaskan pembayaran antara 60 hingga 65 persen. Kalau 
kami menghambat proses, tidak mungkin pada minggu keenam kami bisa membayar 
5.174 bidang," tegasnya.

      Teringat Kambingnya
      Waras, petani berkulit hitam itu juga sempat ditawari menginap di 
Shangri-La oleh pihak Minarak. Namun, pria jangkung dengan otot-otot menonjol 
akibat keranya kehidupan di sawah ini menolak. "Untuk apa saya dibawa ke sini? 
Saya kan sudah mengembalikan uang milik Lapindo," kata Waras saat diajak masuk 
dua kamar di lantai 5 Hotel Shangri-La oleh pihak PT Minarak.

      "Pimpinan kami ingin bertemu Pak Waras. Bapak nanti malam menginap di 
kamar ini bersama istri dan putra-putri bapak," rayu Totok, dari PT Minarak.

      Namun, Waras langsung bangkit dari sofa. "Saya lebih baik segera pulang. 
Bukannya tidak menghormati yang mengundang, tapi kambing saya belum makan," 
tutur Waras serius.
      Waras menambahkan, saat diminta berangkat ke Shangri-La, dia baru pulang 
dari melayat orang meninggal. "Saya belum sempat ngarit untuk lima kambing 
saya. Kasihan mereka belum makan," imbuhnya tanpa basa-basi.

      Keinginan Waras segera pulang didukung istri dan dua anaknya. Mereka 
mengaku tidak bakal bisa tidur jika dipaksa menginap di Hotel Shangri-La. 
"Biasa tidur di amben kok diminta tidur di kasur mentul-mentul. Tapi terima 
kasih, kami sudah tahu rasanya duduk di kamar hotel seperti Shangri-La ini. 
Seumur hidup, baru satu kali ini saya masuk hotel sebagus ini," kata Sri 
Wahyuni, anak Waras.

      Teks foto: Waras di kamar Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (14/8). Dia 
ingin pulang karena teringat kambingnya belum makan.
     


  
  
  



--------------------------------------------------------------------------------


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.484 / Virus Database: 269.12.10/977 - Release Date: 8/28/2007 4:29 
PM



--------------------------------------------------------------------------------


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.484 / Virus Database: 269.12.10/977 - Release Date: 28-08-07 16:29

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke