> Tarawih pertama > > "Alhamdulillah...begitu besarnya ghirah warga kita untuk menyambut datangnya > bulan suci ramadhan. Masjid kita yang biasanya lega, malam ini serasa sesak > oleh para jamaah. bahkan lebih ramai daripada saat dijadikan pengungsian > korban banjir awal tahun lalu..subhanallah" sambutan dari Haji Pamrih selaku > pengurus DKM serasa tertelan oleh keriuhan jamaah Tarawih hari pertama. > > Sektor kanan dan kiri masjid benar-benar meluber, terpal yang disediakan DKM > sudah tidak muat menampung para jamaah, masih banyak yang harus duduk di > rerumputan. > "Gimana nih DKM masak nggak diantisipasi sebelumnya, kalau jamaahnya bakal > mbludak" Keluh pak sungut. > "Ini juga sudah diantisipasi, boss. Ibarat kiper waktu tendangan pinalti, > gerakan sudah benar ke arah bola, tapi bola terlalu kencang..yaaa kebobolan > juga"jawab Panjul sambil berleleran keringat. > "Itu artinya kiper bloon, kalo kiper pinter, pasti ketangkap." > "Ya udah ente aja jadi DKM, lha daripada berdiri sambil bersungut-sungut > begitu, mending bantuan kita menggelar terpal!" > "Bukannya nggak mau bantu, tapi profesionalisme ente sebagai DKM harus > ditunjukkan dong" > "udah Njul...namanya juga sungut, bisanya bersungut-sungut doang, nggak usah > diladenin."lerai si Ali. > * * * > "anak-anak harap tenang !! kalau nggak tenang, tidak ada tanda tangan di buku > kegiatan !!" teriak Haji Pamrih dari speaker saat melihat gerakan anak-anak > yang makin liar dan mengganggu ketenangan. > "Ya dipalsu aja, gue bisa kok malsu tanda tangan pak Haji."kata Kriwul pada > temannya si Aji. > "Yeee baru SD aja udah malsu tanda tangan, gimana kalo udah gede." kata pak RT > "Ya malsu KTP kayak bapak !" terang saja mata pak RT melotot pada Kriwul yang > nggak sopan. > * * * > "Allaaaaahu Akbar" akhirnya takbiratul ihram berkumandang menandakan shalat > Tarawih segera dimulai. sebuah awal yang perlu perjuangan untuk menenangkan > para anak-anak yang menganggap shalat tarawih sebagai wahana bermain yang > bebas karcis masuk. walaupun begitu masih ada Balita yang berlari-lari > diantara shaf....dan ketika sesuatu terdengar "Krakkkk" > > "salah bapak sendiri naruh kacamata di lantai." cetus bu Ndari, yang akrab > disapa bundar. > "Salah saya gimana, anak ibu yang nginjek kacamata saya kok !"kata pak Sungut > "Lha kalau kacamatanya bapak pakai, kan nggak mungkin diinjek anak > saya..kecuali kalo bapak telentang di lantai." > "Bu..saya shalat di masjid, yang nggak bener itu anak yang berlarian di > masjid. Kecuali kalau saya shalat di Taman kanak-kanak..baruuu saya yang > salah." > * * * > benar-benar sebuah hal yang melenceng dari tujuan awalnya. Tarawih sebagai > dimensi rohani yang diniatkan untuk mencari pahala dan mendekatkan diri > kepada Allah, berubah menjadi dimensi sosial, dimana ada yang menganggapnya > sebagai wahana menunjukkan 'ke-shalih-an', ada yang ingin ikut beramai-ramai > bersama teman dan kenalan, ada yang sekedar cari tanda tangan, dll. Jadi > bagaimana dong ?? makin mumet deh kepala si Panjul > > Cikarang, 1 ramadhan 1428 H > > > > > > > > > > >
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
