MEMILIH INVESTASI UNTUK PERSIAPAN DANA PENDIDIKAN ANAK

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 678/XIII 


Dalam menyiapkan dana pendidikan anak, sebetulnya tidak hanya perlu diketahui 
tentang bagaimana menghitung anggaran untuk persiapan dana pendidikan mereka, 
tapi juga produk investasi apa yang sebaiknya dipilih. Sebagai contoh, Anda 
sudah melakukan perhitungan dan mendapatkan bahwa Anda harus menabung sebesar 
Rp 100 ribu per bulan untuk persiapan dana pendidikan anak Anda. Sekarang 
pertanyaannya, kemana uang Rp 100 ribu itu harus ditabungkan? Ke Tabungan di 
Bank, beli emas, beli reksadana, buka asuransi pendidikan, atau ke mana lagi? 

Mari kita bahas alternatif investasi apa saja yang bisa dipilih orang tua dalam 
mempersiapkan dana pendidikan anak mereka dan apa kelebihan serta kekurangannya 
masing-masing. 


Tabungan di Bank 

Produk ini adalah produk yang paling sering dipilih orang tua dalam menyiapkan 
dana pendidikan anak mereka. Prosesnya mudah: Anda tinggal ke bank, membuka 
rekening tabungan, dan memasukkan uang Anda ke situ. Pada saat ini, bunga bank 
berkisar sekitar 8 -­ 9 persen per tahun. Bunga tersebut, akan dipotong lagi 
untuk Biaya Administrasi dan pajak. Bila saldo Anda Rp 7,5 juta ke bawah, maka 
pajak yang harus Anda bayar adalah 15 persen dari bunga. Tapi kalau saldo 
tabungan Anda di atas Rp 7,5 juta, maka pajak yang harus Anda bayar adalah 20 
persen dari bunga. 

Apa sih keuntungannya kalau Anda menggunakan produk ini sebagai alat investasi 
untuk persiapan dana pendidikan anak Anda? Yang jelas uang yang Anda masukkan 
tidak akan berkurang. Ini karena hasil investasi yang Anda dapatkan pada 
tabungan bersifat pasti, yaitu sekitar 8 ­ 9 persen per tahun sebelum dipotong 
pajak. Wah, itu sih saya sudah tahu begitu mungkin pikir Anda. Tetapi memang 
hanya itu saja kok kelebihannya. Tidak ada kelebihan lain. 

Kekurangannya? Apabila Anda menabung secara rutin setiap bulan, maka bila Anda 
meninggal dunia atau terkena penyakit kritis, setoran tabungan rutin yang biasa 
Anda lakukan terancam berhenti. Sebagai contoh, Anda menabung sebesar Rp 100 
ribu per bulan ke tabungan itu. Uang Rp 100 ribu itu bersumber dari penghasilan 
Anda setiap bulannya. Nah, bila Anda meninggal dunia atau terkena penyakit 
kritis, maka penghasilan Anda akan berhenti. Bila penghasilan Anda berhenti, 
berhenti pulalah setoran sebesar Rp 100 ribu itu. Iya kan? Bila setoran Anda 
berhenti, maka dana pendidikan yang Anda persiapkan terancam tidak bisa 
terpenuhi nantinya, bahkan jika anda tidak punya cadangan dana untuk berobat 
maka anda terpaksa mengambil dana pendidikan tsb, sehingga dana pendidikan 
untuk anak anda bisa terancam habis. 

Karena itulah muncul yang namanya produk Tabungan Pendidikan. Produk ini 
sebetulnya sama saja dengan produk tabungan biasa, hanya saja tabungan ini 
dilindungi dengan asuransi jiwa. Bagaimana cara kerjanya? Sederhana: Anda 
menyetor jumlah uang tertentu setiap bulannya. Bila Anda meninggal dunia, maka 
setoran tabungan rutin yang biasa Anda lakukan akan digantikan oleh pihak 
ketiga (dalam hal ini perusahaan asuransi), sehingga dana pendidikan tersebut 
tetap akan tersedia kelak. Hanya saja perlu diketahui bahwa produk ini biasanya 
memberikan suku bunga yang lebih rendah dibanding suku bunga pada tabungan 
biasa. Mungkin karena produk ini juga dilindungi dengan asuransi jiwa. tetapi 
apakah resiko hanya sampai disitu, bagaimana kalau anda menderita salah satu 
penyakit kritis ?, tentu anda butuh dana untuk berobat, sedangkan asuransi jiwa 
hanya mengcover kematian, begitu juga jika anak yg anda asuransikan mengalami 
sakit ? bagaimana dengan biaya pengobatannya ?


Deposito 

Bila Anda ingin menabung untuk anak Anda secara sekaligus (lump sum), maka 
deposito bisa Anda jadikan alternatif produk investasi Anda. Tetapi bila Anda 
ingin menabung secara bulanan ­ katakan ­ Rp 100 ribu per bulan, maka akan 
sulit untuk membuka deposito. Pasalnya, kebanyakan bank mensyaratkan jumlah 
minimal sebesar Rp 1 juta untuk bisa membuka deposito. 

Apa keuntungannya bila membuka deposito? Produk ini hampir sama dengan 
tabungan, hanya saja suku bunga yang Anda dapatkan lebih besar. Pada saat ini, 
suku bunga deposito adalah sekitar 11 ­ 12 persen per tahun. Hanya ya itu tadi, 
kebanyakan bank mensyaratkan jumlah minimal sebesar Rp 1 juta untuk bisa 
membuka deposito. Jadi kalau saldo tabungan Anda sudah mencapai sekitar Rp 1 
juta, tidak ada salahnya Anda masukkan ke deposito untuk mendapatkan bunga yang 
lebih besar dibanding bunga tabungan. 

Hanya saja, deposito tidak seperti tabungan yang bisa diambil sewaktu-waktu. 
Pada deposito, uang Anda akan terkunci untuk jangka waktu tertentu. Tapi kalau 
Anda menabung untuk persiapan dana pendidikan anak, tentu saja ini bukan 
masalah. Toh uangnya baru akan Anda ambil ketika anak Anda akan masuk sekolah. 
Jadi saran saya, kalau saldo rekening dalam tabungan Anda sudah mencapai jumlah 
Rp 1 juta atau lebih, sebaiknya pindahkan ke dalam deposito untuk mendapatkan 
hasil yang lebih tinggi dibanding tabungan. tetapi satu hal yang perlu diingat 
bahwa deposito tidak mengandung proteksi, sehingga jika terjadi kematian atau 
sakit kritis apa yang akan terjadi ??


Tanah 

Bila Anda memiliki jumlah dana yang cukup besar, Anda bisa melakukan investasi 
untuk persiapan pendidikan anak Anda dengan membeli sebidang tanah. 

Apa sih kelebihannya bila Anda membeli tanah untuk persiapan pendidikan anak? 
Dalam jangka panjang, pada umumnya hasil investasi yang bisa Anda dapatkan pada 
tanah bisa cukup besar. Angkanya bervariasi. Tapi dalam jangka panjang bisa 
sekitar 30 persen setahun. Sebabnya adalah karena jumlah penduduk terus 
bertambah, sedangkan jumlah tanah tidak bertambah. 

Tapi perlu diingat bahwa tanah tidak selalu mudah untuk dijual kembali. Karena 
itu, jangan membeli tanah kalau memang jarak waktu persiapan Anda masih di 
bawah 10 tahun. Sebagai contoh, bila memang Anda ingin menyiapkan dana untuk 
kuliah anak Anda yang masih 7 tahun lagi, maka akan sangat tidak bijaksana 
kalau Anda melakukan investasi melalui tanah. Jadi, hasil pada tanah memang 
bisa besar, tapi hasil itu umumnya hanya bisa didapat dalam jangka panjang, 
bukan jangka pendek. Tentu saja, asumsi jangka panjang ini bisa berbeda antara 
saya dengan Anda. Tapi menurut saya, angka di atas 10 tahun sudah cukup aman 
untuk bisa disebut jangka panjang. 


Emas 

Bisa juga Anda memilih berinvestasi untuk pendidikan anak dengan membeli emas. 
Pada saat ini, harga satu gram emas bervariasi. Kalau Anda ingin menabung 
sebesar ­ katakan ­ Rp 300 ribu per bulan, dan harga satu gram emas adalah Rp 
60 ribu per gram, maka Anda bisa membeli 5 gram emas setiap bulan. 

Namun bila diperhatikan, emas pada umumnya hanya akan naik bila terjadi 
sejumlah kondisi tertentu. Ada tiga kondisi yang bisa membuat harga emas naik: 
(1) naiknya harga dolar, (2) naiknya harga barang dan jasa pada umumnya atau 
inflasi, dan (3) kerusuhan sosial. 

Kalau tiga kondisi diatas tidak terjadi, dalam arti keadaan normal-normal saja, 
maka pada umumnya kenaikan harga emas akan biasa-biasa saja. Malah bisa saja 
harganya akan turun. Wah, tidak enak juga ya? Tapi ya karena itulah saya 
menyarankan agar emas dijadikan pilihan terakhir saja bila Anda ingin melakukan 
persiapan dana pendidikan anak Anda dengan membeli emas. Wong kalau keadaan 
normal harga emas hanya akan naik sedikit kok. Besarnya, ya, paling-paling cuma 
5 persen setahun. belum ditambah resiko kehilangan atau dicuri.


Asuransi Pendidikan 

Cara kerja asuransi pendidikan itu seperti ini: Anda membayar premi dengan 
jumlah tertentu (bisa setiap bulan, tiga bulan, enam atau 12 bulan), dan ketika 
anak Anda masuk ke jenjang-jenjang pendidikan tertentu (biasanya dimulai dari 
SD, lalu SMP, SMU dan Perguruan Tinggi), Anda akan mendapatkan jumlah dana 
pendidikan yang besarnya bervariasi. 

Kelebihan asuransi pendidikan, bila Anda meninggal dunia, maka jumlah dana 
pendidikan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi tetap akan diberikan, 
walaupun Anda tidak lagi membayar premi. 

Bagaimana hasilnya? Kalau dihitung-hitung, hasil investasi yang Anda dapatkan 
pada asuransi pendidikan mungkin akan lebih kecil (di beberapa perusahaan 
asuransi mungkin akan sama) dibanding tabungan di bank. Hanya saja, 
kompensasinya adalah Anda (sebagai orang tua) akan mendapatkan perlindungan 
asuransi jiwa di mana hal ini sangat diperlukan bagi Anda yang mempersiapkan 
dana pendidikan anak, sebab peran asuransi jiwa di sini adalah memproteksi 
risiko kematian pada Anda. 

tetapi bagaimana jika terjadi kecelakaan yang mengakibatkan cacat total atau 
terkena sakit kritis sehingga tidak memungkinkan kita untuk membayar premi ?, 
tentu asuransi pendidikan tidak banyak membantu. bahkan dana pendidikan anak 
anda terancam gagal.


Reksa Dana 

Bisa juga Anda menabung sendiri dengan membuka sebuah rekening reksa dana. 
Reksa dana adalah bentuk investasi di mana uang Anda akan dikelola oleh sebuah 
perusahaan manajemen investasi, dan Anda akan mendapatkan laporan 
perkembangannya setiap satu atau beberapa bulan sekali. Uraian tentang reksa 
dana bisa Anda baca di NOVA no. 666 dan 667. 

Kelebihan Reksa Dana adalah bahwa pada umumnya hasil yang bisa Anda dapatkan 
bisa lebih baik dibanding pada produk bank. Ini karena investasi Anda dikelola 
oleh sebuah tim manajemen investasi dan uang Anda akan diinvestasikan tidak 
hanya pada produk bank (seperti tabungan dan deposito), tapi juga pada 
produk-produk keuangan lain yang bisa memberikan potensi keuntungan yang lebih 
besar, seperti SBI, obligasi atau saham. 

Apa kekurangannya bila Reksa Dana digunakan untuk investasi pendidikan anak 
Anda? Yah, kalau Anda meninggal dunia, setoran rutin yang Anda masukkan ke 
dalam reksa dana terancam berhenti, sehingga dana pendidikan anak Anda terancam 
tidak akan bisa tersedia pada waktunya kelak. Karena itu, hal ini bisa 
diantisipasi dengan cara mengambil asuransi Jiwa. Jadi, selain menabung ke 
reksa dana, Anda juga memiliki asuransi jiwa. 

Tabungan Hoki "2 in 1"

Produk ini adalah produk yang paling banyak di gemari oleh para orang tua dalam 
menyiapkan dana pendidikan anak mereka, Prosesnya mudah, tabungan bisa 
ditentukan sesuai dengan kemampuan orang tua begitu juga dengan pembayaran yang 
dapat dirubah sewaktu - waktu ( bulanan, 3 bulanan, tahunan atau sekaligus) dan 
uang yang ada ditabungan juga dapat diambil sewaktu - waktu dengan tingkat suku 
bunga atau manfaat, bahkan investasipun bisa ditentukan sendiri oleh orang tua.

Kelebihan Tabungan Hoki "2 in 1", bila Anda meninggal dunia atau terkena 
penyakit kritis, maka jumlah dana pendidikan yang dijanjikan oleh perusahaan 
asuransi tetap akan diberikan, walaupun Anda tidak lagi membayar premi. 
disamping itu anak anda  diproteksi oleh jaminan kesehatan dan kematian artinya 
jika anak anda mengalami sakit dan harus diopname dirumah sakit maka perusahaan 
akan membayar biaya rawat inap,biaya pengobatan dan lainnya tanpa mengurangi 
tabungan pendidikan anak tsb. begitu juga jika terjadi kematian pada anak maka 
seluruh nilai tabungan yang ada akan diberikan ditambah dengan santunan 
kematian.

Produk Tabungan Hoki "2 in 1" ini terdiri dari 2 model yaitu model konvensional 
dan Syariah, dan masing - masing mempunyai perbedaan tersendiri.

Mudah-mudahan setelah mengetahui sekilas seluk beluk produk investasi tersebut 
serta kelebihan dan kekurangannya, Anda bisa memutuskan sendiri produk mana 
yang sebaiknya Anda gunakan untuk persiapan dana pendidikan anak Anda. 

Jika ada diantara anda ada yang ingin tahu atau tertarik dengan Tabungan Hoki 
"2 in 1", silahkan hubungi saya dialamat e-mail ini atau ke Hp.081585285364 
atau Telp.6909400 ext 129


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke