Tiongkok Berupaya Dorong Keterbukaan Level Lebih Tinggi di Zona Ekonomi Sungai 
Yangtse
2020-11-16 16:34:33  
http://indonesian.cri.cn/20201116/5be2d537-bb4d-9004-8853-296ddcdcc6ed.html

Pada hari Sabtu lalu(14/11), pemimpin tertinggi  Tiongkok Xi Jinping secara 
khusus mengadakan suatu temu wicara di Nanjing tentang pendorongan menyeluruh 
pengembangan Zona Ekonomi Sungai Yangtse. Ini adalah temu wicara ketiga kali 
seputar pengembangan Zona Ekonomi Sungai Yangtse dalam waktu 5 tahun ini. Ia 
menekankan, berbagai provinsi dan kota sepanjang Sungai Yangtse hendaknya 
menemukan posisinya masing-masing dalam pola baru pembangunan dengan saling 
pendorongan sirkulasi ganda di dalam dan luar negeri dan secara inisiatif 
membuka pasar kepada seluruh dunia.

Zona ekonomi Sungai Yangtse yang mencakup 11 provinsi dan kota antara lain 
Shanghai, Jiangsu, Zhejiang, Anhui, Jiangxi, Hubei, Hunan, Chongqing, Sichuan, 
Yunan dan Guizhou merentang 3 bagian Tiongkok, yaitu Tiongkok bagian timur, 
bagian tengah dan bagian barat, dan jumlah populasi serta volume ekonominya 
merupakan separo jumlah seluruh negeri dan merupakan pusat ekonomi dan tempat 
dinamis di Tiongkok, sementara juga terminal Sabuk dan Jalan di dalam negeri 
Tiongkok.



Dalam temu wicara yang diadakan di Nanjing hari Sabtu lalu, Xi Jinping 
menekankan, berbagai provinsi dan kota sepanjang Sungai Yangtse hendaknya 
menyelaraskan keterbukaan daerah pesisir dan pedalaman, mempercepat pembentukan 
lebih banyak tempat terbuka di pedalaman dan meningkatkan level keterbukaan di 
daerah perbatasan, mendorong inovasi dan perkembangan perdagangan, dan dengan 
mutu lebih tinggi memanfaatkan modal asing. Harus mempercepat pendorongan 
keterbukaan sistematis antara lain peraturan dan standar terkait, 
menyempurnakan disposisi zona ujicoba perdagangan bebas dan membentuk mekanisme 
baru ekonomi tipe terbuka yang berlevel lebih tinggi. Harus mendorong 
perkembangan zona ekonomi Sungai Yangtse dan integrasi pembangunan bersama 
Sabuk dan Jalan, mempercepat pembangunan titik tunjangan strategi Sabuk dan 
Jalan di zona ekonomi Sungai Yangtse, memperluas investasi dan perdagangan dan 
mendorong pertukaran antar masyarakat dan konektivitas keinginan rakyat.



Berdasarkan Repelita ke-14 yang diterima baik belum lama berselang, Tiongkok 
akan mempercepat pembentukan pola baru pembangunan dengan sirkulasi besar 
domestik sebagai induk dan pendorongan bersama sirkulasi ganda di dalam dan 
luar negeri. Dalam temu wicara kali ini, Xi Jinping menekankan, zona ekonomi 
Sungai Yangtse hendaknya memprioritaskan ekonomi substansial dalam pengembangan 
ekonomi, mempercepat pembangunan sejumlah platform inovasi yang penting, 
mempercepat penerobosan sejumlah teknologi inti, membentuk kelompok industri 
manufaktur yang maju dan kompetitif di dunia, membentuk rantai industri dan 
rantai pasokan yang mandiri dan dapat dikontrol, aman dan efisien serta 
melayani seluruh negeri agar menjadi nadi utama yang lancar dalam sirkulasi 
ganda di dalam dan luar negeri.



Sejak tahun 2012, Xi Jinping sudah mengunjungi semua 11 provinsi dan kota di 
zona ekonomi Sungai Yangtse. Prioritas lingkungan hidup dan pembangunan warna 
hijau merupakan titik berat yang ditekankan Xi Jinping. Dalam temu wicara hari 
Sabtu lalu, Xi Jinping menekankan,  zona ekonomi Sungai Yangtse harus dijadikan 
sebagai medan utama Tiongkok untuk mengembangkan pembangunan warna hijau.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/7B6A461889E8451EA94A59C3A33DD3ED%40A10Live.

Reply via email to