Pembentukan Zona Dagang Bebas Terbesar di Dunia Merupakan Kemenangan Besar 
Multilateralisme
2020-11-16 12:45:30  
http://indonesian.cri.cn/20201116/81cf9338-2e25-6f5d-2ec9-fd956fcabacd.html

Melalui 28 putaran perundingan resmi yang berlangsung selama delapan tahun, 
upacara penandatanganan Persetujuan Hubungan Kemitraan Ekonomi Komprehensif 
Regional (RCEP) diadakan secara virtual pada hari Minggu kemarin (15/11). 
Dengan demikian, lahirlah zona dagang bebas yang berpopulasi terbesar, paling 
banyak anggotanya dan terbesar potensi perkembangan di dunia.



Penandatanganan RCEP tidak saja memperdalam pengintegrasian ekonomi regional 
dan menginjeksi dinamika ke dalam ekonomi dunia yang melesu, juga 
memanifestasikan keinginan keras negara-negara di kawasan itu yang mendukung 
multilateralisme dan perdagangan bebas. Hal ini membuktikan kepada dunia bahwa 
keterbukaan dan kerja sama barulah cara tepat untuk merealisasi saling 
menguntungkan dan menang bersama.



Akibat proteksionisme dan unilateralisme yang diupayakan sejumlah politikus AS, 
dan juga terganggu oleh epidemi COVID-19, ekonomi dunia menjadi lesu. Di latar 
belakang ini, penandatanganan RCEP berarti bahwa pasar Asia Timur yang dinamis 
dan potensi pertumbuhannya besar memberikan “suara memveto” yang tegas kepada 
arus berlawanan yaitu proteksionisme perdagangan, dan menambah kepercayaan 
perkembangan ekonomi global dan memperteguh keyakinan terhadap multilateralisme.

Sementara itu, penandatanganan RCEP akan mengembangkan sepenuhnya keunggulan 
para anggotanya, lebih lanjut melepaskan dinamika ekonomi dan potensi 
pertumbuhan di kawasan Asia Timur, dan menambah tenaga pendorong kepada 
pembangunan dan kemakmuran regional. Bagi Tiongkok, penandatanganan RCEP telah 
menunaikan komitmenTiongkok untuk terus menjalankan keterbukaan kepada dunia 
luar. Dengan peluang penandatanganan RCEP, Tiongkok akan lebih baik 
mengembangkan keunggulan pasar super besar dan potensi kebutuhan domestik, 
mendorong keterbukaan yang berlevel tinggi, dan berbagi lebih banyak profit 
pembangunan dengan dunia.

Seiring dengan perkembangan globalisasi, di dunia ini  berbagai negara telah 
menjadi saling mengandalkan, meskipun kadang-kadang mengalami arus berlawanan. 
Penandatanganan RCEP sekali lagi membuktikan apa yang disebut “lepas kaitan 
ekonomi dan perdagangan” tidak sesuai dengan keinginan masyarakat 
internasional, sementara multilateralisme dan perdagangan bebas barulah jalan 
benar.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/3D962C2FED304422B806DAE753E4D547%40A10Live.

Reply via email to