Ilusi Mike Pompeo Bakal Temui Jalan Buntu Yang Aib
2020-11-17 11:44:19  
http://indonesian.cri.cn/20201117/e583e85c-8d77-59d9-3424-10e8476cdc94.htmlBaru-baru
 ini Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo memulai perjalanan ke 
7 negara di Eropa Timur dan Tengah, namun perlawatannya itu dinilai kantor 
berita AP bakal berakhir secara “tidak terpuji”. Sama seperti “respons” yang 
lalu, kunjungan Mike Pompeo itu juga tidak akan luput dari caci maki 
negara-negara yang dikunjunginya.

Negara pertama yang dikunjungi Mike Pompeo adalah Perancis. Presiden Perancis 
Emmanuel Macron menegaskan bahwa pertemuannya dengan Mike Pompeo akan 
“sepenuhnya transparan” terhadap calon Presiden Joe Biden. Mike Pompeo 
dilaporkan akan meminta dukungan Perancis dalam hal penarikan mundur pasukan AS 
dari Timur Tengah. Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Perancis Jean Yves 
Le Drian mengatakan, Perancis akan meminta AS terus bertahan di Irak dan 
Afghanistan.

Turki merupakan pos kedua dalam perlawatan Mike Pompeo kali ini. Sebelumnya 
Mike Pompeo pernah menaruh terlalu banyak perhatian terhadap “kebebasan 
beragama” di Turki sehingga negeri ini langsung meminta AS “becermin” terlebih 
dulu dan melakukan introspeksi terhadap rasialisme domestik serta 
masalah-masalah hak asasi lainnya. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan 
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu tidak diagendakan untuk bertemu 
dengan Mike Pompeo.

Selain kedua negara tersebut, Mike Pompeo akan menyempatkan diri untuk 
berkunjung ke Yordania dan tempat permukiman orang Yahudi di  tepi barat Sungai 
Yordan, wilayah Palestina yang diduduki. Tempat permukiman itu dianggap ilegal 
oleh hampir semua negara. Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh 
menyatakan kecaman keras terhadap rencana kunjungan Mike Pompeo tersebut.

Mengapa Mike Pompeo yang sangat buruk reputasinya bersikeras melakukan 
kunjungan ke 7 negara pada masa terakhir jabatannya? Hal ini dilakukannya demi 
maju ke Pilpres AS 2024, demikian dianalisis oleh sejumlah ahli masalah 
internasional.

Nyata sekali, “Kerajaan” yang didirikan Mike Pompeo dengan modus “berbohong, 
menipu dan mencuri” bakal runtuh. “Aksi gilanya” yang terakhir tidak akan 
membuahkan hasil yang diharapkannya, malah akan menyingkap lebih lanjut 
kejelekannya. Seluruh dunia tengah menyoroti bagaimana Mike Pompeo yang hidup 
dalam ilusi mengakhiri perjalanannya yang memalukan.


Kanada Klaim Tiongkok Lakukan “Genosida” di Xinjiang, Kemlu Tiongkok Sebut 
Klaim Itu Konyol
2020-11-17 11:43:44  
http://indonesian.cri.cn/20201117/3ff3a52d-8398-90a7-75fb-eeb932eb50a9.htmlMenanggapi
 duta besar Kanada untuk PBB yang menuduh Tiongkok melakukan apa yang disebut 
"genosida" di Xinjiang, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao 
Lijian membantah pada jumpa pers rutin hari Senin lalu (16/11) bahwa dari tahun 
2010 hingga 2018, populasi Uyghur di Xinjiang meningkat dari 10,17 juta menjadi 
12,72 juta, artinya pertumbuhan populasi Uyghur di Xinjiang antara tahun 2010 
dan 2018 sebesar 2,55 juta orang dengan tingkat pertumbuhannya sebesar 25%. 
Angka ini menunjukkan betapa konyolnya kata-kata duta besar tersebut!

Zhao Lijian secara lebih lanjut menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan populasi 
Uyghur di Xinjiang antara tahun 2010 dan 2018 dua kali lipat dari tingkat 
pertumbuhan populasi di seluruh Xinjiang, juga secara signifikan lebih tinggi 
daripada pertumbuhan populasi etnis Han di Xinjiang. Sebagai informasi, tingkat 
pertumbuhan populasi Kanada pada tahun 2019 sebesar 1,42%, dan sebagian besar 
pertumbuhan populasi berasal dari imigran asing.

Zhao Lijian mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan populasi Uyghur di Xinjiang 18 
kali lipat dari tingkat pertumbuhan populasi di Kanada. Jika harus mencari tahu 
pihak mana yang mengalami “genosida”, maka ternyata bukan rakyat etnis Uyghur 
di Xinjiang, melainkan rakyat Kanada. Jadi, setiap orang dapat melihat betapa 
konyolnya kata-kata duta besar Kanada tersebut. Jubir tadi menyarankan agar 
duta besar Kanada tersebut mengenali keadaan negerinya terlebih dahulu ketika 
dia ingin menarik perhatian orang lain, agar tidak menjadi bahan tertawaan.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1328ECD7037C400A91BEE50E91E4502B%40A10Live.

Reply via email to