[07:51, 18-11-2020] : OC Kaligis Surati Panglima TNI Terkait Ancaman NKRI
dari Rizieq
by redaksibm Selasa, 17 November 2020
117
SHARES
OC Kaligis (foto beritamanado)
Sukamiskin, BeritaManado.com – Salah satu Praktisi dan Pengamat Hukum, Prof
Otto Conelis Kaligis menilai kepulangan Habib Rizieq ke tanah air mengancam
pemerintahan Jokowi- Ma’ruf dan kesatuan NKRI.
Hal itu disampaikan OC Kaligis dalam suratnya yang ditujukan ke Panglima
TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Minggu (15/11/2020) yang juga dirilis ke
sejumlah media.
Berikut surat OC Kaligis;
Hal. “Revolusi Habib Rizieq” Adili Habib Rizieq.
Kepada yang terhormat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Dengan Hormat.
Pekenankanlah saya Prof Otto Conelis Kaligis, dalam hal ini bertindak dalam
kedudukan saya Selaku Praktisi dan Pengamat Hukum menyampaikan himbauan
kepada Bapak Panglima yang punya tugas utama mempertahankan NKRI, untuk hal
berikut ini:
Di era Pemerintahan Bapak Presiden Soehato, disekitar tahun 1982, sebagai
seorang advokat, saya pernah membela Adah Djaelani tokoh pergerakan Darul
Islam yang hendak membawa Indonesia menjadi Negara Islam Indonesia.
Disaat itu Bapak Pesiden Soeharto tegas, menyapu bersih anasir-anasir yang
hendak meruntuhkan NKRI. Peradilan atas Adah Djaelani berjalan lancar.
Tanpa adanya pengerahan massa pendukung. Akhirnya semua anasir-anasir
pemecah belah persatuan dihabisin.
Sepulangnya Ulama Habib Rizieq (yang konon dihormatinya karena dia adalah
seorang keturunan Nabi), bahkan sejak Habib Rizieq diluar negeri, saya
telah turut menyaksikan provokasi provokasi si Habib.
Dia tidak mengakui Pemerinahan Jokowi- Ma’ruf, menyebutnya sebagai Presiden
ilegal, memprovokasi kemungkinan timbulnya perang saudara bila tentara
secara resistensi melakukan perlawanan, menyerukan dilakukannya revolusi
achlak (memangnya bangsa Indonesia sudah tidak lagi berachlak?), menyerukan
ganti Presiden/Pemerinahan, mencap Pemerintah sebagai rezim curang.
Bermaksud menjadikan NKRI yang berdasarkan Pancasila menjadi Indonesia
sebagai negara Syariah.
Dari penyataan-penyataan Habib Riezieq terbukti bahwa dia benar-benar
mempovokasi pengikutnya untuk melawan Pemerintahan yang sah, dan gerakan
separatisnya makin menjadi, karena Penguasa Hukum melakukan Pembiaran aksi
provokasi Habib yang makin berani.
Provokasi adalah awal makar. Mungkin Bapak masih ingat Provokasi Osama bin
Laden. Provokasi Osama: “We-with God’s help- call on every Muslim who
believes in God and wishes to be rewarded to comply with God’s order to
kill the Americans and plunder their money wherever and whenever they find
it” Provokasi Osama ini mengindroktinasi kaum Muslim untuk membenci orang
Amerika serta mensahkan perampokan harta mereka”
Provokasi serupa untuk meruntuhkan Pemerintahan sah Jokowi kini dilancarkan
oleh Habib Rizieq dengan mengjustifikasi provokasinya sebagai gerakan bela
ulama, khususnya ulama besar Habib Rizieq yang katanya keturunan Nabi yang
difitnah oleh Pemerintah Indonesia. Atas Dasar itu Habib Rizieq mengajak
umat Islam merapatkan persatuan untuk melawan rezim Jokowi yang disebutnya
sebagai rezim curang.
Apabila Provokasi itu dibiarkan berlangsung, maka menurut teori terorisme,
ucapan Provokasi tersebut akan menjelma menjadi tindakan terror, sehingga
tujuan mencapai kekacauan akan terjadi, yang dampaknya berlanjut kepada
tindakan makar.
Sebelum runtuhnya Twin Tower di New York, dikenal dengan peristiwa 11
September 2001 semua Provokasi kelompok terorisme dibenarkan di bawah
naungan kebebasan berbicara.
Hanya tindakan nyata yang dihukum. Setelah runtuhnya twin Tower di New
York, Badan Intellijen Amerika mulai merobah sikap mereka terhadap kelompok
terorisme, yang oleh Osama bin Laden, diperintahkan agar semua Muslim
membenci Amerika dan berhak merampok kekayaannya.
Di negara tetangga kita, Malaysia dan Singapura misalnya memberlakukan
“Security Act” semacam Undang Undang subversif, untuk mengatasi Provokasi
pemecah belah persatuan bangsa, dan menghukum mereka yang ingin menjatuhkan
pemerintahan yang sah.
Sebenarnya kalau saja Polisi berani bertindak dan tidak melakukan pembiaran
atas Provokasi Provokasi Habib Rizieq, Polisi bisa menjerat Habib melalui
Kitab Undang Hukum Pidana . Baca Buku Kedua mengenai Kejahatan. Bab I.
Kejahatan terhadap keamanan negara mulai Pasal 104 sd. 129. Bab. II.
Kejahatan Kejahatan terhadap Martabat Presiden Dan Wakil Presiden. Mulai
dai Pasal 130 sampai dengan Pasal 139.
Mengapa Habib Rizieg makin besar kepala? Kepulangannya saja diamankan super
ketat oleh Polisi. Kunjungan silaturahirm dilakukan oleh Gubernur DKI. Anis
Baswedan, Amin Rais. Program DKI mengenai prosedur pengamanan Covid 19,
dilanggar. Bahkan Masker dibagikan dalam acara perkawinan anaknya. Di acara
itu Habib masih sempat melemparkan kata Lonte kepada Nikita Mirzani. Bila
mendengar kata-kata Provokasi Habib, saya kira semua orang terdidik,
terkaget-kaget mendengar ocehannya.
Kecendrungan menuju negara syariah makin deras didengungkan. Penghinaan
terhadap agama lain, seperti ada Jin kafir disalibnya orang kristen, atau
Injil itu Palsu, dibiarkan oleh Penyidik Polisi. Beda dengan adanya poster
poster “jangan Pilih kafir” diera Pilkada AHOK. Padahal the founding father
menolak keras dimajukannya Piagam Jakarta.
Saudara kandung Agus Salim ada yang beragama katolik, atau saudara Buya
Hamka yang pendeta, tidak dicap oleh keluarga mereka sebagai Kafir. Bahkan
Perdana Menteri Sjafruddin Prawiranegara, memegang Injil sebelumnya
dieksekusi. Banyak pendiri NKRI bukan Islam, turut bersama membangun NKRI
dalam wadah pluralisme. Presiden Soekarno tidak menghendaki Indonesia
menjadi negara Agama.
Semoga dengan ditegakkannya Hukum tanpa tebang Pilih. Penghinaan Habib
terhadap pemerintahan yang sah, seruan Habib untuk mengganti Presiden, dan
segala bentuk Provokasi lannya yang merisaukan Masyarakat, dapat dibawa ke
ranah Hukum, demi amannya negara ini.
Saya menulis Surat ini kepada Bapak Panglima, karena saya yakin melalui
Doktrin Sapta Marga, Tentara bisa mengatasi Provokasi Habib Rizieq yang
berniat mengganti Pemerintahan yang sah.
Sukamiskin, Minggu 15 November 2020.
Prof. Otto C. Kaligis.
Cc. Ade Armando, Denny Siregar dan para kelompok akal sehat.
Cc. Yth Arteria Dahlan.
Cc. Pertinggal
Cc. Medsos pencinta keutuhan NKRI.
[07:52, 18-11-2020] Djie: OC Kaligis Surati Panglima TNI Terkait Ancaman
NKRI dari Rizieq
by redaksibm Selasa, 17 November 2020
117
SHARES
Apa tidak keliru ? Syarifuddin
Prawiranegara kan tokoh PRRI. Yang diexecutie atas perintah gubernur
militair Gatot Subroto tanpa melewati pengadilan adalah Amir Syarifuddin
Harahap, Kristen dan komunis. Ia ditembak dengan memegang kitab injil dan
sebelumnya menyanyikan lagu Internatrionale. Pernah jadi menteri
pertahanan, pernah jadi perdana menteri. Pernah mau ditunjuk untuk
memproklamasikan Indonesia Merdeka, tetapi karena masih dalam tahanan
Jepang, jadinya bung Karno dan Harta yang dipilih. Ia akan dihukum mati
Jepang karena tertangkap waktu melakukan gerakan bawah tanah melawan
Jepang, tetapi ditolong oleh bung Karno yang berhasil mempengaruhi Jepang.
Bung Karno tidak menjawab, hanya meneteskan air mata, waktu ditanya oleh
Sujoyono, pelukis istana yang terkenal, soal Amir Syarifuddin. Sujoyono
sendiri dulu orang Lekra, dipecat oleh Aidit, karena menikahi Pandanwangi,
sedangkan dia sudah beristri.
[08:18, 18-11-2020] : Amir Syarifuddin Harahap :
https://id.wikipedia.org/wiki/Amir_Sjarifoeddin
Syarifuddin Prwawiranegara :
https://id.wikipedia.org/wiki/Syafruddin_Prawiranegara
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8taviwodjhycoS7OBE2%3DUnMTDjmye6uK4O01_CfmFWm-p2dQ%40mail.gmail.com.