Nah ini bukan ngelamun... Mission apollo... Jaman komputer 
0880...belum.286..... Data cuma 720K...Sekarabg data sudah Tera..Exabyte...? 


Sent from Rogers Yahoo Mail on Android 
 
  On Tue., Nov. 24, 2020 at 8:09 p.m., Chan CT<[email protected]> wrote:   
Berselang 44 Tahun, Manusia Bakal Ambil Sampel dari Bulan melalui Wahana 
Chang’e-5
2020-11-24 16:56:28  
http://indonesian.cri.cn/20201124/3870cb99-ac2a-1328-1dac-7d8e700c8212.html


Pada dini hari ini (24/11) pukul 04:30 waktu setempat, Tiongkok dengan sukses 
meluncurkan pesawat antariksa Chang’e-5 untuk misi penjelajahan ke Bulan. Dalam 
misi kali ini, Chang’e-5 akan mengambil sampel bebatuan dari Bulan untuk dibawa 
kembali ke Bumi.



Chang’e-5 dalam misinya ke bulan kali ini akan mencetak beberapa rekor baru, 
antara lain, mendaratkan rover untuk mengambil sampel di permukaan Bulan secara 
otomatis, untuk pertama kali melakukan docking atau perapatan otomatis antara 
dua wahana di orbit Bulan yang berjarak 380 ribu kilometer dari Bumi, untuk 
pertama kali membawa sampel dari Bulan kembali ke Bumi dengan laju second 
cosmic velocity.

Wahana Chang’e-5 mengemban misi mengambil sampel di permukaan Bulan. Hal ini 
mempunyai makna penting bagi manusia. Melalui sampel yang diambil dari 
permukaan Bulan, ilmuwan akan dapat secara tidak langsung mengenal komponen 
materi benda-benda langit dan mengetahui asal usulnya.



Adapun eksplorasi ke Bulan dulu hanya pernah dilakukan oleh AS dan bekas Uni 
Sovyet yang berhasil mengumpulkan sekitar 300 kilogram bebatuan dan sampel 
tanah dari permukaan Bulan. Melalui penelitian terhadap sampel tersebut, para 
ilmuwan telah memperbarui pengetahuannya tentang asal usul Bulan, Bumi maupun 
tata surya.

Kali ini giliran Chang’e-5 yang melakukan eksplorasi ke Bulan untuk menjelajahi 
tempat-tempat yang sebelumnya tak pernah dicapai oleh wahana antariksa apa pun 
buatan manusia pada masa silam. Chang’e-5 direncanakan akan membawa sampel 
seberat 2 kilogram kembali ke Bumi. Dari 18 Agustus 1976 ketika pesawat 
antariksa bekas Uni Sovyet terakhir mengambil sampel di Bulan hingga sekarang, 
44 tahun sudah lewat.

Misi mengambil sampel di Bulan yang dipikul oleh Chang’e-5 sangat dinantikan 
oleh para ilmuwan dunia. Carolyn van der Bogert dari Universitas Munster Jerman 
menyatakan, di tatanan teknik, mengambil sampel di Bulan dan membawanya kembali 
ke Bumi adalah kemampuan yang luar biasa. James Carpenter dari Europeanspace 
Agency mengatakan, penjelajahan yang dilakukan Chang’e-5 bakal menjadi “gladi 
atau latihan menjelang eksplorasi manusia ke angkasa luar pada masa depan”.



Bulan adalah benda langit yang berjarak terdekat dengan Bumi. Seiring dengan 
peningkatan upaya eksplorasi manusia di angkasa luar, Bulan pasti akan menjadi 
pos pertama yang dijelajahi manusia dan benda langit yang paling dikenal 
manusia kelak.

Tiongkok melakukan eksplorasi angkasa luar selain dari intuisi mencari tahu 
manusia, juga adalah untuk menjajaki jalur perkembangan manusia yang menjangkau 
jauh. Ketua Asosiasi Kampung Bulan Giuseppe Reibaldi memuji Tiongkok telah 
mencapai prestasi yang jaya di bidang ilmu angkasa luar, dan misi eksplorasi ke 
Bulan yang dilakukan Tiongkok bakal memberikan manfaat kepada seluruh dunia.



-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/591D990DF1B149FEBC642965621578BD%40A10Live.
  

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/9388667.826249.1606270303882%40mail.yahoo.com.

Reply via email to