-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/opini/363705/hari-guru-nasional




 Rabu 25 November 2020, 01:20 WIB 

Hari Guru Nasional 

Arief Rachman Pendidik | Opini 

  Hari Guru Nasional Dok. Pribadi HARI Guru Nasional dicetuskan sejak 1994 
melalui Keputusan Presiden Nomor 78, didukung Undang- Undang Nomor 14 Tahun 
2005. Ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia yang jatuh pada 25 November 
dijadikan Hari Guru Nasional. Persatuan Guru Republik Indonesia yang semula 
bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) didirikan pada 1912 ialah 
organisasi guru yang memiliki perjuangan untuk melawan Pemerintah Hindia 
Belanda, dalam rangka untuk mencapai kemerdekaan Republik Indonesia. PGRI 
menjadi simbol perjuangan guru yang ikut serta membangun bangsa dan negara. 
Tugas guru di seluruh Indonesia, mencakup guru yang menjadi tanggung jawab 
Kemendikbud RI dan Kementerian Agama RI pada 2020, Kemendikbud 3.775.762 orang 
dan Kementerian Agama 331.703 orang menangani murid di seluruh Indonesia yang 
seluruhnya berjumlah ±51juta siswa (mungkin lebih). Tugas dan tanggung jawab 
guru tidak hanya memberi ilmu (transfer of knowledge), tetapi juga harus mampu 
mentransformasi ilmu (mengembangkan) kepada peserta didik. Sesuai dengan 
tanggung jawabnya, guru harus ‘mendidik’, yang berarti mampu berusaha secara 
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran. 
Hal itu agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk 
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, 
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, 
masyarakat, bangsa, dan negara (UU Sisdiknas Pasal 1 ayat 1). Ini berarti bahwa 
guru harus memiliki kemampuan menjalankan fungsi pendidikan untuk mengembangkan 
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam 
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya 
potensi peserta didik. Itu bertujuan agar menjadi manusia yang beriman, 
bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, 
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU 
Sisdiknas Pasal 3). Untuk mendapatkan guru yang dapat memenuhi tuntutan yang 
tertulis dalam definisi pendidikan dan fungsi pendidikan, diperlukan lembaga 
pendidikan yang mampu mendidik atau menghasilkan (mencetak) guru sebagaimana 
yang tersebut di atas. MI/Duta Ilustrasi MI Tantangan Pada saat ini, guru perlu 
mengetahui tantangan era globalisasi, di antaranya teknologi yang pesat 
berubah, adanya krisis energi, persaingan lapangan pekerjaan, komunikasi yang 
lebih terbuka, serta komunitas yang menjadi sangat heterogen. Guru perlu 
menemukenali beberapa ciri era digital yang memengaruhi pendidikan, ketika 
siswa menjadi cepat bosan dan hidup tergantung kepada handphone/smartphone, 
segala sesuatu ingin cepat mendapat hasilnya dan serbainstan. Guru perlu 
melakukan pola didik yang dapat memberi teladan, mengarahkan, berdialog dengan 
siswa, memberi pedoman, dan dapat bekerja sama dengan siswa dan memberikan 
bimbingan. Maka, siswa dapat memiliki prinsip yang baik dan benar menurut 
agama, falsafah Pancasila, dan kaidah di daerah masing-masing sehingga siswa 
dapat bersikap dewasa (meskipun masih duduk di sekolah dasar). Guru harus mampu 
menghindarkan diri dari sikap otoriter, merasa paling tahu, dan menganggap 
dirinya selalu benar. Sikap terlalu melindungi pun tidak menguntungkan 
pendidikan. Itu karena siswa akan menjadi tergantung dan merasa terjamin 
sehingga ia dapat berperilaku menguasai dan menjadi rentan terhadap tantangan 
zaman. Ada guru yang membebaskan siswanya agar anak menjadi cepat dewasa. 
Namun, tidak sedikit dari mereka menjadi rentan dan tidak tahan terhadap 
tantangan zaman. Kita harus bersyukur bahwa guru honorer dapat ikut 
menyukseskan program pendidikan di Indonesia. Namun, perlu dipikirkan semua 
pihak agar guru honorer dapat bekerja profesional, dengan cara memperhatikan 
kesejahteraan guru honorer. Guru perlu mengarahkan siswanya menjadi stabil, 
bersemangat, dan belajar dengan gembira sehingga siswa akan menjadi optimistis, 
aktif, berprestasi, tidak kaku, dan senang berkomunikasi. Emosinya akan 
cenderung seimbang dan tidak menjadi siswa pemarah, terlibat tawuran, tidak 
semangat, pasif, dan kaku. Guru, bersama lembaga sekolah harus menegakkan 
disiplin yang positif, disiplin yang bertanggung jawab kepada Allah SWT, 
bangsa, dan negara, bekerja secara cermat, mengikat disiplin dalam peraturan 
yang dibuat negara, pemerintah daerah, dan sekolahnya. Kecuali disiplin 
‘kemartabatan’ (honour) perlu dimiliki guru dengan cara bersikap jujur, 
semangat, menegakkan keadilan, agar dapat menjadi guru unggul dengan cara tekun 
dan tahan menghadapi cobaan. Profesional Semuanya harus dibangun dengan 
peraturan yang profesional agar guru dapat setia, bekerja sama, dan saling 
memperhatikan sesama guru. Karena guru bekerja di lembaga pendidikan, perlu 
dirinya membantu pimpinan untuk selalu profesional dalam mengembangkan visi, 
misi, dan aksi sekolah serta memastikan sekolah menjadi tempat yang 
menyenangkan. Maka, semua programco-intra dan ekstrakurikuler berjalan baik. 
Guru perlu mampu bekerja sama dengan orangtua dan masyarakat sekitar, terutama 
dalam melakukan evaluasi (umpan balik) pada program pendidikan di sekolah. 
Akhirnya, watak yang perlu dikembangkan guru ialah bertakwa kepada Allah SWT, 
terus menggali ilmu ilmiah agar tidak ketinggalan dengan temuan-temuan ilmu 
pendidikan yang paling mutakhir, membuka diri untuk menerima masukan di bidang 
mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya, tegas pada pendirian yang benar, 
memiliki rencana masa depan keilmuan yang tidak ada hentinya, mandiri, dan 
tidak tergantung kepada kekuatan di luar keilmuannya. Selain itu, juga harus 
bersikap toleran kepada kekurangan diri dan orang lain, terutama anak didik, 
disiplin, berani mengambil risiko dalam menegakkan profesi keguruannya, 
bersikap sportif, dan selalu meleburkan diri kepada agama, falsafah Pancasila, 
dan adat istiadat setempat untuk mencapai masa depan yang gemilang. ‘Selamat 
Hari Guru’.   TAGS: # pendidikan # Guru honorer # Hari Guru Nasional

Sumber: https://mediaindonesia.com/opini/363705/hari-guru-nasional







-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201125165736.ce1b21634c22ae3682e4c93d%40upcmail.nl.

Reply via email to