INI FOTO LAMA  dari tahun 2016 ( 4 thn yang lalu ) !!! Kok diselipkan
sebagai Ilustrasi dan bagian dari  * BERITA yang belum dengan resmi DI
CONFIRM oleh Istana Merdeka* > '' tentang Pertemuan Empat Mata antara
H.Ma'ruf Amin dan Rizieq''
NOTE : Cara Pemberitaan  seperti ini bisa salah2 bisa dianggap atau dinilai
sebagai HOAX dan atau
             bisa dinilai sebagai Intrik. ( Bahaya ini dan salah2 bisa
dijerat Pasal Hukum tentang
             Penyebarluasan Berita HOAX)....

On Wed, 25 Nov 2020 at 02:07, Chan CT <[email protected]> wrote:

> Ma’ruf Bertemu HRS, Gentarkan Siapa?
> *J61 * <https://www.pinterpolitik.com/author/j61-188>*- Tuesday, November
> 24, 2020 18:30*
>
> https://www.pinterpolitik.com/maruf-bertemu-hrs-gentarkan-siapa
> *KH Ma'ruf Amin dan Habib Rizieq Shihab jelang aksi 212 pada 2016 silam.
> (Foto: gelora.co <http://gelora.co>)*
>
> *7 min read*
> *Wacana pertemuan antara Wapres Ma’ruf Amin dengan Habib Rizieq Shihab
> mendapat sambutan positif. Akan tetapi, Jubir Wapres menegaskan belum ada
> agenda pertemuan tersebut. Lantas, apakah rencana pertemuan kedua tokoh
> akan urung terlaksana karena hambatan yang bersifat politis?*
> ------------------------------
>
> *PinterPolitik.com <https://www.pinterpolitik.com/>*
>
> Sejak mengemuka pada akhir pekan lalu, wacana pertemuan antara Wakil
> Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI),
> Habib Rizieq Shihab (HRS) menjadi sesuatu yang diharapkan.
>
> Rencana itu sendiri terlontar dari Juru Bicara (Jubir) Wapres, Masduki
> Baidlowi. Dirinya menyebut bahwa Ma’ruf terbuka atas gagasan pertemuan
> dengan Habib Rizieq. Ini setelah berbagai pihak, termasuk para pengamat
> politik melempar *gagasan
> <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201123085858-32-573165/maju-mundur-wacana-pertemuan-maruf-amin-rizieq-shihab>*
>  agar terjadi pertemuan antara kedua tokoh secara empat mata untuk
> membahas persoalan bangsa.
>
> Gagasan tersebut dinilai cukup positif sebagai respons atas dinamika dan
> kegaduhan yang berkembang belakangan ini dan melibatkan HRS. Ekspektasi
> untuk meredam hiruk pikuk narasi yang saling silang pun seketika menyeruak.
>
> Kemarin, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti,
> misalnya, menilai bahwa jika dapat berlangsung, pertemuan itu adalah
> langkah yang baik. Mu’ti juga mendorong agar persoalan yang saat ini
> mengemuka sebaiknya diselesaikan secara dialog dan musyawarah.
>
> Sementara ihwal senada diutarakan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid,
> yang mengatakan bahwa pertemuan RI-2 dan HRS sangat penting untuk
> menguatkan NKRI, plus agar bersama-sama dapat fokus menangani pandemi
> Covid-19.
>
> Politisi PKS itu berharap pertemuan dua tokoh besar tersebut bisa
> melahirkan kebaikan. Peran Ma'ruf Amin sebagai Wapres sekaligus Ketua Umum
> Majelis Ulama Indonesia (MUI) disebutnya bisa dijadikan sebagai *penengah
> <https://portalsurabaya.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-221001477/maruf-amin-bertemu-habib-rizieq-wakil-ketua-mpr-ri-hrs-sudah-menyatakan-tidak-memusuhi-pemerintah>*
>  terkait polemik antara FPI dengan TNI saat ini.
>
> Akan tetapi, pertemuan itu agaknya sulit terlaksana dalam waktu dekat
> ketika Jubir Wapres *menegaskan
> <https://republika.co.id/berita/qk5ch0366/jubir-klarifikasi-wacana-pertemuan-maruf-dan-hrs>*
>  jika Wapres belum memiliki rencana, agenda, maupun inisiatif untuk
> bertemu Imam Besar FPI.
>
> Lantas, di balik narasi yang mengiringi wacana pertemuan itu sendiri,
> mengapa Ma’ruf Amin dianggap menjadi sosok yang pada konteks polemik HRS
> menjadi penting? Selain itu, apakah penegasan dari Jubir Wapres
> mengindikasikan adanya latar belakang politis dari kemungkinan terhalangnya
> pertemuan kedua tokoh?
>
>
> *Ma’ruf Paling Mengerti HRS?*
>
> Walaupun berada di kubu pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang
> seringkali dikritisi Habib Rizieq, Ma’ruf Amin tampaknya menjadi
> satu-satunya sosok yang bisa berada dalam satu frekuensi dengan sang Imam
> Besar FPI.
>
> Selain karakteristik inheren sebagai seorang ulama besar yang disegani,
> Ma’ruf Amin dinilai juga memiliki garis perjuangan yang serupa namun tak
> sama dengan HRS dalam sejumlah isu. Mengingat keduanya juga cukup lantang
> dan prominen dalam diskursus mengenai berbagai konteks politik nasional.
>
> Menurut Greg Fealy, seorang Indonesianis dari Australian National
> University, Ma’ruf Amin adalah ulama paling kuat dan berpengaruh seantero
> negeri. *Dalam
> <https://www.newmandala.org/maruf-amin-jokowis-islamic-defender-deadweight/>*
>  *Ma’ruf Amin: Jokowi’s Islamic defender or deadweight?*, Ia menyebut
> bahwa Ma’ruf merupakan *political ulama* atau ulama politik, yang juga
> malang melintang pada sejumlah posisi penting di Nahdlatul Ulama (NU)
> maupun MUI.
>
> Secara organisasi, kedua entitas tersebut tak jarang memiliki pandangan
> yang berbeda pada sejumlah kasus maupun isu.
>
> Selain itu, Ma’ruf, di satu sisi memiliki paradigma Islam moderat yang
> identik dengan NU. Namun pada sisi berbeda, beliau juga dinilai merupakan
> sosok konservatif, yang sempat ditunjukkannya pada kasus mantan Gubernur
> DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada tahun 2016 silam.
>
> Disitulah letak kekuatan dan pengaruh dari seorang Ma’ruf Amin. Sosok 
> *political
> ulama* yang dapat masuk ke dua segmen berbeda, yakni konservatif serta
> moderat, dengan tetap mendapat *respect* yang tinggi.
>
> Dari kekuatan itu, tampaknya dapat sedikit tersingkap benang merah dari
> urgensi pertemuan Ma’ruf dan Habib Rizieq yang menjadi begitu diharapkan.
> Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kasus “terpeleset lidah” Ahok
> dianggap menjadi momentum sinergi yang lebih erat bagi kedua tokoh.
>
> Ma’ruf mewakili MUI, sementara Habib Rizieq mewakili FPI, sama-sama tak
> tinggal diam dan merapatkan barisan ketika mungkin menganggap terdapat *common
> enemy* yang disebut menodai nilai Islam.
>
> *Baca Juga :*
> *Mahfud MD Pasti Didepak Jokowi?*
> <https://pinterpolitik.com/mahfud-md-pasti-didepak-jokowi>
>
> Dalam keterangannya di pengadilan Ahok, Ma’ruf *menguak
> <https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/01/31/okmr80330-ini-penjelasan-mui-tunjuk-habib-rizieq-sebagai-saksi-ahli-ucapan-ahok?fb_comment_id=1334623396561159_1334662386557260>*
>  hubungannya dan peran Habib Rizieq sebagai salah satu ahli MUI untuk
> membahas dan meneliti ucapan Ahok yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51.
>
> Dari situ kemudian lahirlah sikap dan pendapat keagamaan MUI yang
> menyimpulkan bahwa ucapan Ahok mengandung penghinaan terhadap agama dan
> ulama, sekaligus secara tidak langsung mengimpresikan soliditas kedua tokoh.
>
> Akan tetapi di luar kasus Ahok sendiri, Ma’ruf Amin dalam sebuah *wawancara
> <https://www.youtube.com/watch?v=aKhbqzA0QrI>* sebelum Pilpres 2019
> menjelaskan bagaimana dirinya begitu mengenal Habib Rizieq. Eks anggota
> Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu juga menyebut tidak pernah
> secara pribadi berbenturan dengan HRS.
>
> Bahkan HRS dikatakan sempat mendukung dirinya dalam sikap membela
> Palestina yang diungkapkan secara langsung oleh Imam Besar FPI itu dari
> Arab Saudi. Meski memiliki tarekat atau metode berpikir yang berbeda,
> perjuangan keduanya Ia sebut tak jauh berbeda.
>
> Hal ini diafirmasi pula dari sisi Habib Rizieq saat Sekretaris Umum DPP
> FPI, Munarman, yang *mengatakan
> <https://www.rmoljatim.id/2020/11/22/komunikasi-sudah-jalan-pertemuan-maruf-amin-habib-rizieq-segera-terwujud>*
>  bahwa selama ini Habib Rizieq dengan Ma’ruf Amin memang kerap memiliki
> pandangan yang sama, bahkan saling bekerjasama.
>
> Oleh karenanya, menjadi logis ketika harapan mengemuka bagi Ma’ruf Amin –
> yang merupakan perwakilan pemerintah – untuk dapat menunjukkan impresi
> pendekatan yang lebih sejuk dengan wacana pertemuannya dengan Habib Rizieq,
> di tengah dinamika, ketegangan, dan kegaduhan yang ada saat ini.
>
> Tetapi jika dilihat pada elevasi berbeda bahwa pemerintah memiliki opsi
> pendekatan yang lebih tak membuat kegaduhan dalam menyikapi Habib Rizieq
> beserta polemiknya, mengapa pemerintah justru memilih pendekatan yang
> “keras”?
> *Konfrontasi Demi Kepentingan?*
>
> Ben Stanley *dalam
> <https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/13510347.2015.1058782?journalCode=fdem20>*
>  *Confrontation by Default and Confrontation by Design *mengatakan bahwa
> penggunaan *strategy of confrontation* atau pendekatan yang bersifat
> konfrontatif dapat menjadi satu-satunya jalan yang masuk akal secara
> politik sebagai *default response* terhadap aktor-aktor tertentu.
>
> Seperti yang telah diketahui, perkara kerumunan massa plus polemik baliho
> Habib Rizieq dianggap mempertontonkan penggunaan pendekatan yang cukup
> keras dan cenderung konfrontatif dari pemerintah. Justifikasi penegakan
> aturan bahkan menjadi pengejawantahan turun gunungnya militer untuk turut
> terlibat mengatasi persoalan.
>
> Ketika opsi yang lebih konstruktif seperti pertemuan antara Ma’ruf Amin
> dan HRS eksis, menjadi pertanyaan tersendiri ketika justru pemerintah
> melakukan pendekatan konfrontatif seperti yang dikemukakan Stanley.
>
> Kiranya terdapat sejumlah probabilitas yang meliputi persoalan tersebut.
> *Pertama*, pemerintah dalam hal ini koalisi politik Presiden Jokowi
> kemungkinan memang ingin meredam sejak awal potensi tekanan yang bisa saja
> terbentuk dari narasi kritik yang secara berangsur-angsur dibangun Habib
> Rizieq.
>
> Gejala yang menyiratkannya adalah, Presiden Jokowi sampai saat ini masih
> bungkam dan tak memberikan respons apapun pada polemik HRS, kerumunan
> massa, dan baliho secara langsung.
>
> Ini yang juga disayangkan oleh pengamat politik dari Universitas Al-Azhar
> Indonesia, Ujang Komaruddin, yang *menilai
> <https://nasional.sindonews.com/read/241864/12/selain-turun-tangan-jokowi-diharapkan-dapat-mendinginkan-situasi-politik-1606079505>*
>  suara Presiden Jokowi sesungguhnya sangat vital di tengah kegaduhan dan
> silang interpretasi saat ini.
>
> *Kedua*, militer tampaknya juga sedang ingin menunjukkan sesuatu di atas
> “panggung” saat ini. Pada konteks baliho, pengamat militer Aris Santoso 
> *menilai
> <https://tirto.id/ketegangan-tni-vs-fpi-bangkitnya-watak-dwifungsi-abri-era-soeharto-f7eE>*
>  bahwa TNI melakukan itu untuk menunjukkan bahwa HRS hanya sipil biasa.
>
> Aris menilai jika Polri menganggap HRS “mahal” dengan memecat dua Kapolda.
> TNI tak menginginkan dan berlaku demikian. Selain itu, Aris berspekulasi
> bahwa hal tersebut juga merupakan "upaya pembersihan diri" sebab pendirian
> FPI didukung TNI AD melalui Wiranto di penghujung 90-an.
>
> Ihwal *ketiga*, kemungkinan secara internal NU, tak ingin ada impresi
> bahwa Ma’ruf Amin “mendukung” Habib Rizieq. Hal ini mengingat sejumlah
> pihak di internal NU – yang *notabene* termasuk trah pendiri NU – dan
> mendukung HRS, juga lantang bersuara *kritis
> <https://tirto.id/polemik-trah-pendiri-nu-dukung-rizieq-terbelah-sejak-diusulkan-f7hP>*
>  kepada struktural NU yang dianggap melenceng dari marwah penghindaran
> politik praktis.
>
> Probabilitas terakhir atas mengedepankan pendekatan konfrontatif
> dibandingkan opsi konstruktif seperti pertemuan Ma’ruf dan HRS ialah,
> kemungkinan adanya pihak yang memang menginginkan kegaduhan ini terpelihara
> untuk *menutupi
> <https://politik.rmol.id/read/2020/11/24/462642/gaduh-soal-habib-rizieq-shihab-baranusa-pengalihan-isu-untuk-tutupi-kegagalan-jokowi>*
>  ihwal tertentu.
>
> Bagaimanapun, di titik ini pemetaan secara politik tersebut hanya sebatas
> kemungkinan. Masih terbuka bagi Presiden Jokowi, yang belum bersikap lebih
> lanjut, untuk menghadirkan reaksi yang meneduhkan kegaduhan.
>
> Lalu, akankah respons Presiden Jokowi berupa sokongan bagi pertemuan
> Ma’ruf Amin dan Habib Rizieq dapat teraktualisasi? Menarik untuk ditunggu
> kelanjutannya. (J61)
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/693F93138B334012BF0A0071CAE8BF72%40A10Live
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/693F93138B334012BF0A0071CAE8BF72%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>

<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
Bez
virů. www.avast.com
<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAFz2%2Bm9zE3u_wsUbXGrr%2BvZNOivr3wv_C0ye%3Db0rjJv0uVK0VQ%40mail.gmail.com.

Reply via email to