-- 
j.gedearka <[email protected]>




https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5272935/china-ngamuk-wine-asal-australia-dipatok-tarif-hingga-212?tag_from=wp_nhl_26



China Ngamuk! Wine Asal Australia Dipatok Tarif hingga 212%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance

Jumat, 27 Nov 2020 22:49 WIB

3 komentar
SHARE
URL telah disalin
Lowongan Pencicip Wine dengan Bayaran Rp 3,8 Juta
Foto: Metro
Jakarta -

Hubungan Australia dan China memanas. Kini giliran produsen wine dari Negeri 
Kanguru yang mendapatkan pukulan hebat.

Regulator China mengumumkan mereka akan mengenakan tarif yang tinggi terhadap 
wine asal Australia. Melansir Reuters, Jumat (27/11/2020), mulai Sabtu pekan 
ini, China akan mulai mengenakan tarif antara 107,1% dan 212,1% untuk wine 
Australia.

China mengumumkan penyelidikan atas beberapa impor wine Australia pada bulan 
Agustus, menyusul keluhan dari Asosiasi Industri Wine China. Regulator China 
mengatakan akan menyelidiki 40 tuduhan terkait subsidi pemerintah Australia 
terhadap produk wine, yang dinilai tidak adil.

China merupakan importir wine Australia terbesar. Menurut Asosiasi Wine 
Australia, ekspor menuju China daratan saja mencapai 39% dari total ekspor wine 
Australia.

"Ini merupakan pukulan telak bagi bisnis industri wine yang diperdagangkan ke 
China," kata Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham.
Baca juga:
Australia Akan Pecat 13 Tentara Atas Kejahatan Perang di Afghanistan

Sebelumnya, Australia telah menekan China tahun ini dengan menyerukan 
penyelidikan tentang asal-usul pandemi virus Corona. Beijing kemudian 
menargetkan Canberra atas perdagangan, yaitu dengan menangguhkan beberapa impor 
daging sapi dan memberlakukan tarif tinggi pada jelly.

Tarif tinggi terhadap wine muncul beberapa hari setelah Australia dan China 
menandatangani kesepakatan perdagangan besar yang disebut Kemitraan Ekonomi 
Komprehensif Regional (RCEP). Beberapa analis menyatakan perjanjian itu dapat 
membantu kedua negara membangun kembali hubungan yang baik.

Birmingham menambahkan Australia akan menentang tarif yang ditentukan China, 
termasuk berpotensi mengangkat masalah dengan Organisasi Perdagangan Dunia.

"Dampak kumulatif dari sanksi perdagangan China terhadap sejumlah industri 
Australia selama tahun ini memang menimbulkan persepsi bahwa tindakan tersebut 
dilakukan sebagai akibat atau sebagai tanggapan terhadap beberapa faktor lain," 
kata Birmingham.
Baca juga:
China Borong Batu Bara RI Rp 20,6 T
(hns/hns)







-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201127185815.d76043e31ff56428ad4c3faa%40upcmail.nl.

Reply via email to