Cita-cita Luhur Xi Jinping terkait Usaha Maritim Tiongkok
2020-11-30 07:12:24  
http://indonesian.cri.cn/20201130/9c63b8bc-1e21-a997-38b0-603d1633c186.html

Di hamparan laut yang maha luas masih banyak misteri dan rahasia yang belum 
tersingkap dan terjawab. Manusia masih perlu mencurahkan tenaga sangat besar 
untuk melakukan eksplorasi dan penelusuran ke laut sedalam-dalamnya. Belum lama 
yang lalu, kapal selam buatan mandiri Tiongkok “Fendouzhe” atau Pejuang 
melakukan penyelaman ke dasar laut sedalam 10 ribu meter dan sudah dalam 
perjalanan kembali ke tanah air setelah menyelesaikan misi ilmiah yang 
direncanakan. Presiden Tiongkok Xi Jinping memberi ucapan selamat kepada semua 
ilmuwan dan peserta yang terlibat dalam proyek penelitian laut dalam.



Xi jinping selalu memperhatikan usaha maritim Tiongkok. Ia berpesan agar dengan 
sekuat tenaga mengembangkan teknologi baru dan canggih terkait maritim dalam 
rangka membangun Tiongkok menjadi negara kuat maritim. Dalam proses ini 
eksplorasi laut dalam secara hijau dan aman adalah titik beratnya. Ilmu 
kemaritiman adalah batu landasan atau titik tolak yang harus dikembangkan untuk 
mendongkrak ekonomi maritim.



Pada 2012, kapal selam berawak submersible Tiongkok “Jiaolong” dengan sukses 
menembus kedalaman 7.062 meter di Samudera Pasifik, yang merupakan rektor baru 
yang pernah dicetak oleh kapal selam sejenis mana pun di dunia. Dengan 
pencapaian tersebut, Tiongkok sudah membuktikan kemampuannya untuk melakukan 
penelusuran sains di 99,8 persen laut dalam di dunia. Pencapaian itu juga 
berarti Tiongkok sudah menjadi salah satu negara yang terkuat dalam penyelaman 
berawak di laut dalam.



Pada 17 Mei 2013, Xi Jiping melakukan pertemuan dengan perwakilan dan para 
pekerja teladan yang terlibat dalam proyek penyelaman laut dalam dengan 
bertempat di Balai Agung Rakyat Beijing. Xi Jinping mengucapkan selamat kepada 
para ilmuwan dan semua karyawan yang ikut serta dalam proyek tersebut, dan 
berpesan agar mereka tidak puas dan terus berjuang demi mendorong usaha 
kemaritiman Tiongkok mencapai terobosan yang baru dan membangun Tiongkok 
menjadi negara kuat maritim.



Kapal selam “Shenhai Yongshi” atau “Kesatria Laut Dalam” merupakan kapal selam 
kedua yang dikembangkan Tiongkok. Kapal “Shenhai Yongshi” dapat menembus 
kedalaman 4.500 meter di laut. Kapal itu diberikan nama tersebut dengan simbol 
agar dapat menelusuri laut dalam secara gagah berani seperti petarung atau 
kesatria. Sejak diluncurkan pada Agustus 2017, “Shenhai Yongshi” berturut-turut 
ditugaskan untuk 7 kali di Laut Tiongkok Selatan, Samudera Hindia Barat Daya, 
Samudera Hindia Tengah serta Palung Mariana (Mariana Trench) di Samudera 
Pasifik Barat. Dalam waktu 3 tahun dan 3 bulan misinya, kapal selam “Shenhai 
Yongshi” total melakukan penyelaman sebanyak 300 kali. Survei ilmiah yang 
dilakukan kapal tersebut beserta ilmuwan dan para pekerja lainnya selalu 
dipedulikan oleh Xi Jinping.



Pada April 2018, Xi Jinping melakukan kunjunga kerja ke Hainan dan khusus 
menyempatkan diri untuk mendatangi Institut Ilmu dan Rekayasa Laut Dalam di 
bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok untuk menengok para ilmuwan yang 
terlibat dalam perancangan kapal selam “Shenhai Yongshi” beserta wahana selam 
lainnya.



Xi Jinping mengatakan, Tiongkok adalah negara besar maritim dengan  laut 
teritorialnya sangat luas. Ia berpesan para ilmuwan berani maju ke samudera dan 
mempercepat pembangunan Tiongkok sebagai negara kuat maritim. Laut Tiongkok 
Selatan merupakan lokasi alamiah yang ideal bagi penelitian dan eksperimen ilmu 
laut dalam. Ia berharap pihak terkait dengan sebaik-baiknya memanfaatkan sumber 
daya alam tersebut, berusaha melakukan inovasi, membangun basis penelitian dan 
pengembangan laut dalam untuk mendorong perkembangan menyeluruh iptek maritim 
Tiongkok.



Kapal selam “Fendouzhe” (Pejuang) melakukan survei di sekitar Palung Mariana 
sejak 10 Oktober 2020. Kapal “Fendouzhe” total melakukan 13 kali penyelaman 
dengan 8 kali menembus kedalaman 10 ribu meter. Pada 10 November pukul 08:12, 
“Fendouzhe” menemubs kedalaman 10.900 meter yang merupakan rekor terbaru yang 
pernah dicetak oleh kapal selam berawak Tiongkok. Hal ini menandakan Tiongkok 
berada di barisan depan dalam penyelaman berawak di laut dalam. Pada 28 
November 2020, “Fendouzhe” menyelesaikan misi survei dan dibawa pulang ke tanah 
air. Presiden Xi Jinping memberi selamat kepada semua pekerja yang terlibat 
dalam misi tersebut.



Dalam surat ucapan selamatnya Xi Jinping mengatakan, “Fendouzhe” dengan 
keberhasilannya dalam survei di laut dalam kali ini menandakan Tiongkok sudah 
memiliki kemampuan melakukan eksplorasi dan penelitian di laut yang paling 
dalam di dunia. Hal ini juga mencerminkan kekuatan terpadu Tiongkok di bidang 
teknologi tinggi maritim. Dari kapal-kapal selam “Jiaolong”, “Shenhai Yongshi” 
hingga “Fendouzhe”, kalian telah menyemarakkan “semangat selam berawak 
Tiongkok” yang mulia, dan telah menegakkan suri teladan dalam proses inovasi 
iptek Tiongkok.
















-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DF4CC8BAAB3A45CF81C33163785709B5%40A10Live.

Reply via email to