Intrik Think Tank Barat Yang Menfitnah Badan Sipil Xinjiang Sebagai “Pusat Tanahan” Memutarbalikkan Fakta 2020-11-29 14:02:14 Daerah Otonom Uygur Xinjiang mengadakan jumpa pers terkait masalah Xinjiang pada 27 November yang lalu. Juru Bicara Kantor Penerangan Pemerintah Daerah Otonom Uygur Xinjiang Yilijiang Anayiti ketika menjawab pertanyaan wartawan CNN Amerika mengatakan, Think Tank Barat terkait meneliti Xinjiang dengan menggunakan apa yang disebut “foto satelit”, memandang badan sipil Xinjiang sebagai “pusat tahanan”, tindakan ini bertujuan membodohkan masyarakat dan memutarbalikkan fakta. Apa yang disebut kebijakan “pemusnahan ras” yang dilaksanakan di Xinjiang adalah proposisi palsu.
Anayiti mengatakan, prakiraan mengejutkan yang dilakukan Think Tank hanya berdasarkan apa yang disebut “foto satelit”. Misalnya Dalam apa yang disebut laporan “Catatan Sistem Tahanan Xinjang” yang dirilis Institut Politik Strategis Australia (ASPI), pihaknya salah memandang bangunan yang punya dinding luar di Xinjiang sebagai “Pusat Tahanan”, sebenarnya bangunan tersebut adalah badan sipil, apa yang disebut “Pusat Tahanan” kota Turban sebenarnya adalah gedung badan administrasi setempat, apa yang disebut “Pusat Tahanan” Kashqar sebenarnya adalah rumah perawatan lansia, area logistic dan sekolah. Bangunan-bangunan itu telah ditunjukkan dalam Google Maps dan Baidu Maps. Xinjiang Dengan Sekuat Tenaga Pelihara Keselamatan Jiwa dan Kesehatan Rakyat Berbagai Etnis 2020-11-29 13:55:30 http://indonesian.cri.cn/20201129/6aa122e7-f73e-8c35-4fde-475cb95b3792.htmlDaerah Otonom Uygur Xinjiang mengadakan jumpa pers terkait masalah Xinjiang pada 27 November yang lalu. Ketika menjawab pertanyaan wartawan CNN Amerika, Kepala Komite Kesehatan Daerah Otonom Uygur Xinjiang, Mutharifu Rozi mengatakan, Xinjiang melaksanakan berbagai tindakan pencegahan wabah berdasarkan hukum, telah mencegah penularan wabah, dan memelihara keselamatan jiwa dan kesehatan rakyat berbagai etnis di Xinjiang. Di depan jumpa pers, wartawan CNN Amerika menanyakan, sejak terjadinya wabah Covid-19, tindakan pencegahan wabah yang dilaksanakan di Xinjiang memberikan kesan kepada dunia luar bahwa tindaknya lebih ketat daripada daerah lain. Apakah tindakan ini dilaksanakan berdasarkan keamanan politik, atau kemampuan Xinjiang relatif lemah ketika menghadapi wabah? Bagaimana persentase penduduk etnis minoritas dalam kelompok pasien? Apakah tindakan ketat itu memberikan dampak negatif yang lebih besar kepada kehidupan ekonomi dan sosial Xinjiang daripada provinsi dan kota lainnya? Mutharifu Rozi menyatakan, menghadapi wabah Covid-19, Xinjiang senantiasa berpegang pada prinsip jiwa rakyat dinomorsatukan, dengan ketat melaksanakan Undang-Undang Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Menular Republik Rakyat Tiongkok, dengan ketat melakukan pencegahan dan pengendalian, melaksanakan berbagai tindakan berdasarkan hukum, berupaya semaksimal untuk mencegah penularan wabah, dan dengan sekuat tenaga memelihara keselamatan jiwa dan kesehatan rakyat berbagai etnis. Mutharifu Rozi menyatakan, kasus-kasus terkonfirmasi di Xinjiang berasal dari banyak etnis. Dengan bimbingan dan dukungan Komite Kesehatan Nasional, Xinjiang mengundang banyak ahli kedokteran dan dengan sekuat tenaga mengobati setiap pasien. Berdasarkan kebijakan terkait, biaya perawatan dan pengobatan untuk kasus terkonfirmasi dan kasus terinfeksi tanpa gejala di rumah sakit sudah digratiskan semuanya. Mutharifu Rozi mengatakan, melaksanakan pencegahan dan pengendalian wabah bersangkutan erat dengan keselamatan jiwa rakyat dan keamanan umum, juga merupakan prasyarat dan dasar perkembangan ekonomi dan sosial. Xinjiang melaksanakan secara selaras pencegahan wabah dan perkembangan ekonomi dan sosial, telah menyusun serangkaian kebijakan preferensial kepada perusahaan, mengeluarkan berbagai tindakan untuk menjamin penempatan kerja, mendorong investasi dan konsumsi, menstabilkan modal asing, memelihara rantai industri dan rantai pemasok, dengan tujuan menurunkan dampak wabah sampai level terendah. Produk Domestik Xinjiang pada tiga triwulan pertama tahun ini mencapai 981,9 miliar Yuan, meningkat 2,2 persen daripada masa sama tahun lalu. laju pertumbuhan meningkat 11,2 poin daripada masa sama tahun lalu, dan lebih tinggi 16,5 poin dibandingkan dengan seluruh negeri. Sementara itu, ketekadan Xinjiang untuk mengentaskan kemiskinan tidak pernah tergoyahkan, pihaknya mengeluarkan banyak kebijakan pengentasan kemiskinan, menjamin penempatan kerja tenaga miskin, serta mencegah terulangnya miskin akibat wabah. 14 November yang lalu, 10 kabupaten miskin termasuk Shache sudah terlepas dari urutan kabupaten miskin, masalah miskin di Xinjiang sudah diselesaikan secara historis. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/69C0E6CA952F435F9A3D69C919329D6E%40A10Live.
