Tumenggung Raden Billy : **BENAR *Pulau jawa.... Dan lainnya terbentuk Karena sedimentasi... Diterobos oleh volkanik.... Hot spot dari subduction zone.... Plate australia mendorong ke utara.... Structure lapis a miring ke selatan... Terjadi pergantian air tawar yang dipompa ke luar Jakarta Selatan..* ..... dsb .
***(Selantunya Terjadi Proses / Goncangan Tektonis yang menyebabkan atau menjadi sumber penyebab TSUNAMI akibat PERGESERAN cenderung TUMBUKAN LEMPENG atau LAPISAN ASIA-PACIFIC (marc) > *Terjadi pergantian air tawar yang dipompa ke luar Jakarta Selatan..* ..... ( Billy) *>> ...Akibatnya BANJIR BESAR ...* lebih lagi adalah suatu kenyataan bhw JAKARTA adalah WILAYAH DATARAN RENDAH yang letak Ketinggiannya ( hampir sama dan atau mungkin di saat pasang lebih rendah dari PERMUKAAN LAUT itu sendiri... (marco) *Note : * *Oleh karenanya'' DO'A NUSANTARA'' yang sering didengungkan apabila terjadi Malapetaka alam ( seperti Banjir Besar atau Gempa ''Tektonis'' TSUNAMI ) sama sekali TAK AKAN BISA MENOLONG dan BUKAN SAMA SEKALI SOLUTION serta TIDAK ADA PENGARUHNYA dan SANGKUT PAUTNYA dengan yg selalu dianggap sebagai''KUTUKAN TUHAN '' * *......... Hanya Manusia yang kehilangan Logika Berpikirnya dan selalu Hidup dalam ILUSI dan HALUSINASI yang tak memahami APA yang terjadi .... * On Mon, 30 Nov 2020 at 12:31, BILLY GUNADIE <[email protected]> wrote: > Pulau jawa.... Dan lainnya terbentuk Karena sedimentasi... Diteeobos oleh > volkanik.... Hot spot dari subduction zone.... Plate australia menforong ke > utara.... Structure lapis a miring ke selatan... Terjadi pergantian air > tawar yang di pompa ke luar Jakarta Selatan.. > Hydrogeoligy tension.. Air laut masuk mengggantikan air tawar yang di > sedot..... > Tidak ada penggunfulan hutan seditar Bandung...... > > > Sent from Rogers Yahoo Mail on Android > <https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature> > > On Mon., Nov. 30, 2020 at 5:48 a.m., kh djie > <[email protected]> wrote: > Soal banjir mesti dicari penyebabnya dan diatasi. > Apakah di lereng2 gunung terjadi penggundulan. > dijadikan daerah perumahan atau sungai jadi dangkal, > penuh lumpur, atau menyempit karena orang bangun > gubug2 dan rumah di bantaran sungai, atau sungai > dan riolering penuh sampah. Mungkin masih perlu > dibangun lebih banyak waduk lagi untuk dapat > menampung air berlebih, meskipun tahun ini akan > diselesaikan 8 waduk . Mungkin perlu tanggul, > dengan pintu air dan pompa air yang kuat di pantai. > Cara Tiongkok zaman kuno apa bisa dipakai? Dulu > pernah seorang menteri mengatasi banjir dengan > cara tiap keluarga harus tanam 100 batang bambu > dan menjaganya. Harus ditanam oleh mereka yang > tinggal di gunung dan tepi sungai. Waktu musim hujan > air akan diserap bambu setinggi pohonnya, dan waktu > musim kemarau perlahan-lahan dilepaskan ke tanah, > sehingga tanah tidak kekeringan. Bambu berakar > kuat masuk dalam tanah, mencegah erosi dan cepat > bertunas, beranak. > Strategi nasional sekarang dengan proyek turisme, > dan sekarang sedang dimulai dengan Proyek Food > Estate di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara. > > Op ma 30 nov. 2020 om 11:05 schreef BILLY GUNADIE <[email protected] > >: > > Ada dampak negative juga.... > Antara lain.. SAGULING.... muka air tanah naik Bandung selatan.... Aquifer > dangkal... Peenyerapan air Hujan tidak merembes.. Banjir... > > Lahan dipake jalan raya... Lapangan terbang...stadion sepak bola.. > > Rehabilitasi tanah tidak ada program.. > Beras import..... Cianjur dan. Solok..? > > Sent from Rogers Yahoo Mail on Android > <https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature> > > On Mon., Nov. 30, 2020 at 12:03 a.m., kh djie > <[email protected]> wrote: > Menteri Pertanian mengatakan tahun ini stock beras mencukupi > berkat curah hujan cukup, beda dengan tahun lalu. Jadi terlihat > sekali faktor pentingnya pembangunan waduk dan berbagai > saluran irigasi. > > Op ma 30 nov. 2020 om 01:37 schreef Chan CT <[email protected]>: > > Artikel <https://www.antaranews.com/slug/artikel> Jurus Bulog Sultra > menjaga ketahanan pangan di saat pandemi > > *Oleh Sarjono* * Senin, 30 November 2020 07:31 WIB* > [image: Jurus Bulog Sultra menjaga ketahanan pangan di saat pandemi] > > *Panen padi di sentra produksi Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, > Sulawesi Tenggara (ANTARA/sarjono)* > *Tiga tips yang dianut Bulog Sultra agar serapan beras petani maksimal, > percepatan pembayaran beras terhadap mitra, peningkatan kapasitas tampung > gudang dan ketiga percepatan pelayanan bongkar beras saat mitra tiba di > gudang.* > Kendari (ANTARA) - Pandemi Coronavirus Disease atau COVID-19 telah > memporak-porandakan seluruh sektor kehidupan manusia di seluruh belahan > dunia. Tamu tak diundang bernama Virus Corona ini masuk Indonesia sekitar > Februari tahun 2020. > > Awalnya sejumlah negara tidak terlalu serius menghadapi pandemi ini. Namun > ketika korban meninggal dunia akibat Corona semakin merebak di > negara-negara di Asia, Eropa, Amerika, barulah terlihat upaya serius untuk > mengatasinya. Termasuk mengantisipai dampaknya yang meluas terhadap ekonomi > global. > > Kebijakan politik ekonomi negara berubah drastis. Semua terintegrasi untuk > perang melawan Corona. Tidak satu pun negara yang menyatakan sanggup > mengatasi dampak pandemi ini. Akibatnya, telah terjadi lonjakan > pengangguran, angka kemiskinan meningkat, dari sisi bahan pangan > diperkirakan mengalami gangguan, sektor-sektor jasa dan produksi tersendat > mulai dari pertanian hingga industri manufaktur. > > Setiap orang diminta tetap tinggal dirumah sebagai strategi memutus rantai > penyebaran virus yang diketahui mencuat di Wuhan, Tiongkok. Politisi, > ekonom dan pemangku kepentingan di negeri ini meramu jurus melawan Corona. > > Ketersediaan pangan untuk mememuhi kebutuhan penduduk Indonesia sekitar > 270 juta jiwa penduduk Indonesia menjadi modal utama melawan bencana non > alam yang sulit diprediksi kapan berakhir. > > Badan Usaha Milik Negara Badan Urusan Logistik (Bulog > <https://www.antaranews.com/search?q=bulog>) menjadi salah satu tumpuan > untuk mengakomodir produksi hasil pertanian, khususnya beras. > > Sesuai perannya, Bulog ditugasi menjaga tiga pilar ketahanan pangan > melalui persediaan yang cukup, akses dan harga beras yang terjangkau oleh > masyarakat dan melakukan stabilisasi harga. > > Pengusaha penggilingan yang sudah mengakar di sentra-sentra produksi > menjadi mitra strategis Bulog untuk mendulang pangan beras. Manajemen > bisnis profesional yang memegang prinsip maju bersama petani ditunjukan > Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara. > > *Stok terjaga* > > Bulog Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara periode Januari hingga > November 2020 telah menyerap beras produksi petani sebanyak 27.000 ton atau > melampui target pengadaan 2020 sebanyak 24.500 ton, bahkan realisasi > serapan tersebut lebih tinggi dibanding realisasi penyerapan selama 5 tahun > (2015-2019) yang rata-rata hanya sekitar 20.000 ton. > > Sentra produksi andalan beras terdapat di Kabupaten Konawe, Konawe > Selatan, Kota Bau Bau, Kolaka Timur, Kolaka Timur dan Bombana. > > "Capaian pembelian beras petani 27.000 ton periode Januari hingga 12 > November 2020 sangat menggembirakan. Kualitas beras makin baik dan target > serapan Bulog Sultra sudah melampaui," ujar Kepala Bulog Kanwil Sultra > Ermin Tora. > > Bulog Kanwil Sultra tahun 2020 ditargetkan membeli beras petani sebanyak > 24.500 ton atau meningkat dibandingkan tahun 2019 sebanyak 18.000 ton. > > Bulog melalui mitranya di sentra-sentra produksi membeli beras petani > berdasarkan keputusan pemerintah seharga Rp8.300/Kg, mengalami kenaikan > dibanding tahun 2019 senilai Rp8.030/Kg. > > Adapun standar kualitas beras pembelian Bulog, yakni kadar air paling > tinggi 14 persen, derajat sosoh paling sedikit 95 persen dan butir patah > paling tinggi 20 persen. > > Bulog Sultra pun berperan nyata mendistribusikan 5.300 ton beras bantuan > sosial bagi 118.932 keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdampak pandemi > di 17 kabupaten/kota se-Sultra. > > Bansos pangan beras adalah penugasan pemerintah melalui Kementrian Sosial > yang ditujukan kepada Bulog untuk mengurangi beban masyarakat memenuhi > kebutuhan pangan beras di tengah pandemi Corona. > > Pemerintah mengucurkan JPS beras selama tiga bulan (Agustus, September dan > Oktober). Setiap keluarga penerima manfaat dijatah 15 kilogram beras > premium setiap bulan. > > Adapun keluarga penerima manfaat (KPM) Kota Kendari tercatat 7.537, Konawe > 12.699, Kolaka 8.816, Kolaka Timur 6.994, Kolaka Utara 7.038, Konawe > Selatan 15.011 dan Kota Baubau 5.536 KPM. > > Kabupaten Muna 13.430, Muna Barat 5.063, Wakatobi 4.847, Buton Tengah 5. > 070, Buton Selatan 4.426, Buton 4.841, Bombana 8.026, Konawe Kepulauan > 3.220 dan Konawe Utara 2.729. > > *Percepat pembayaran* > > Bulog Sultra meningkatkan pelayanan terhadap mitra sebagai kunci > pencapaian pembelian beras petani berjalan lancar dan menciptakan rekor > baru sampai 27.000 ton hingga November 2020. > > Tiga tips yang dianut Bulog Sultra agar serapan beras petani maksimal, > percepatan pembayaran beras terhadap mitra, peningkatan kapasitas tampung > gudang dan ketiga percepatan pelayanan bongkar beras saat mitra tiba di > gudang. > > "Percepatan pembayaran bagi mitra sangat penting karena modal digunakan > secepatnya lagi untuk membeli gabah petani," kata Ermin. > > Jika mitra merasakan ada hambatan pelayanan dari Bulog pasti berpikir > untuk menjual beras ditempat lain karena mitra menganut prinsip bisnis > cepat dan menguntungkan. > > Adapun standar kualitas beras pembelian Bulog, yakni kadar air paling > tinggi 14 persen, derajat sosoh paling sedikit 95 persen, butir patah > paling tinggi 20 persen dan butir menir paling tinggi 2 persen. > > Data Badan Pusat Statistik Sultra menyebutkan luas panen dan produksi padi > 2020 (angka sementara) diperkirakan sebesar 132,99 ribu hektar, mengalami > kenaikan sebanyak 0,64 ribu hektar atau 0,49 persen dibandingkan 2019 yang > sebesar 132,34 ribu hektar. > > Produksi padi pada 2020 diperkirakan sebesar 539,35 ribu ton gabah kering > giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 19,65 ribu ton atau 3,78 persen > dibandingkan 2019 yang sebesar 519,71 ribu ton GKG. > > Jika potensi produksi padi pada 2020 dikonversikan menjadi beras untuk > konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020 diperkirakan sebesar > 308,14 ribu ton, mengalami kenaikan sebanyak 11,22 ribu ton atau 3,78 > persen dibandingkan 2019 yang sebesar 296,92 ribu ton. > > > Oleh Sarjono > Editor: Royke Sinaga > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/4D552D0BF2C740A487AB070A6C061B52%40A10Live > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/4D552D0BF2C740A487AB070A6C061B52%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavj17hP3LUHdnmtOXJT1R7P6BqT37jLA5Yx_GVhi_Y3Y_A%40mail.gmail.com > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavj17hP3LUHdnmtOXJT1R7P6BqT37jLA5Yx_GVhi_Y3Y_A%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavjJ90jL90q3nuQ6smg3S_132bBpr%2B1rrW6Zn_SAcaXHmQ%40mail.gmail.com > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavjJ90jL90q3nuQ6smg3S_132bBpr%2B1rrW6Zn_SAcaXHmQ%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/586310668.1682879.1606735860540%40mail.yahoo.com > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/586310668.1682879.1606735860540%40mail.yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAFz2%2Bm--0aCmZ98K%3DFAOnqvxmaroR%2BDZ%2Bt1mVbaDxy79hEktkA%40mail.gmail.com.
