Negara semrawut... tidak ada rasa tanggung jawab pada warganya..

Sifat sifat kolonialis masih lengket, padahal anaknya BK, juga bilang yang 
susah lawan bangsa sendiri... kalu Belanda dah jelas dari profile nya.....
Ga abis pikir, korupsi mau di berantas dari jaman AH Nasution..... harusnya di 
anjurkan...?
  

    On Tuesday, December 1, 2020, 6:52:27 p.m. EST, Sunny ambon 
<[email protected]> wrote:  
 
 
Tidak ada sanksi hukum kepada para petinggi yang mendukung dan memimpin Laskar 
Jihad. Pemimpin laskar Jihad bernama Jafar Umar Talib kembali ke Jawa, solo dan 
mendirikan pesantren di Solo.  Jenderall Polri bernama Firman Gani. Dia ini 
menyruh Laskar Jihad menyerang Saparua. Waktu itu dia Kapolda di Maluku, dia 
habis dinas di Ambon, kembali ke Jakarta dan dijadikan Kapolda  Jakarta oleh 
Megawati.  Waktu itu ada  lagi jebderal TNI bernama Rustam Kastor ynag turut 
pimpin Laskar  Jihad. etc
On Tue, Dec 1, 2020 at 11:34 PM BILLY GUNADIE <[email protected]> wrote:

Jihat Salah keprah..... Arti yang sebenernys... Mengatakan kebenaran Dan 
melakukannya.. Bukan Jibakutai.... Hukum tidak jelas... Katagori kriminal.. Dan 
sangsinya.... 

Sent from Rogers Yahoo Mail on Android 
 
  On Tue., Dec. 1, 2020 at 3:06 p.m., Sunny ambon<[email protected]> wrote: 
  MIT ini berumur  kurang lebih 20 tahun, tetapi hingga kini masih merajalela. 
Mereka ini turut bersama Laskar Jihad yang didatangkan dari Jawa ke Sukawesi 
Tengah dan Maluku untuk membasmi kaum Nasrani di kedua wilayah tsb pada tahun 
1999.
On Tue, Dec 1, 2020 at 6:15 PM 'j.gedearka' via GELORA45 
<[email protected]> wrote:



-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2183-menumpas-gerakan-kejahatan-di-sulteng




 Selasa 01 Desember 2020, 05:00 WIB 

Menumpas Gerakan Kejahatan di Sulteng 

Administrator | Editorial 

  Menumpas Gerakan Kejahatan di Sulteng MI/Seno . LAMA tak terdengar sepak 
terjangnya, gerombolan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kembali unjuk 
teror pada Jumat (27/11). Mereka membunuh 4 orang serta membakar 8 rumah warga 
dan satu rumah yang dijadikan tempat ibadah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. 
Aksi yang dilakukan kelompok pimpinan Ali Kalora di Desa Lemban Tongoa, 
Kecamatan Palolo, itu sungguh bengis. Mereka betul-betul tak punya hati 
sehingga seenaknya mencabut nyawa manusia. Tidak satu pun manusia waras yang 
sampai hati berlaku sekeji gerombolan MIT. Tiada pula manusia yang menjunjung 
tinggi norma-norma agama yang dengan sadar membunuh sesamanya tanpa merasa 
berdosa. Kekejaman MIT jelas harus dikecam. Kebengisan Ali Kalora dan 
gerombolannya jelas patut dikutuk. Kecaman dan kutukan itu pula yang serempak 
disuarakan beragam kalangan. Kepada para korban dan keluarga mereka, kita pun 
menyampaikan duka mendalam. Pemerintah sudah pula tegas bersikap. Presiden Joko 
Widodo kemarin mengutuk tindakan teror, kekerasan, dan kekejian oleh teroris 
MIT di Sigi. Dia lantas menginstruksikan aparat untuk mengusut tuntas kasus 
tersebut dan membongkar jaringan pelaku. Menko Polhukam Mahfud MD pun 
menandaskan bahwa apa yang dipertontonkan gerombolan Ali Kalora bukanlah 
gerakan keagamaan, melainkan gerakan kejahatan. Dia tegaskan aksi seperti itu 
tidak bisa diterima dengan alasan apa pun dan oleh siapa pun. Pemerintah betul. 
Dalam menjalankan aksi sadisnya, MIT memang selalu mengatasnamakan agama. 
Seperti gerombolan-gerombolan teroris lainnya di seluruh dunia, mereka 
mengklaim tengah menjalankan misi suci. Mereka menyelewengkan ajaran kitab suci 
yang sejatinya sangat mulia untuk membenarkan aksi-aksi teror. Pada konteks 
itulah kita sepakat, sangat sepakat, dengan penegasan pemerintah bahwa apa yang 
dilakukan MIT tidak mewakili agama. Justru sebaliknya, mereka sebenarnya musuh 
semua agama karena tidak satu pun agama yang mengajarkan kekerasan, apalagi 
sampai membunuh orang. Harus tegas dikatakan, peristiwa di Sigi bukanlah perang 
agama. Tidak ada pula kaitan kasus itu dengan suku, ras, dan antargolongan. 
Yang terjadi hanyalah kesesatan sekelompok orang yang kemudian melakukan teror 
dengan membajak ajaran agama. Oleh karena itu, benar kata pemerintah dan para 
tokoh agama bahwa masyarakat harus tetap tenang dan tidak terprovokasi. Kepada 
pemerintah kita berharap tidak hanya tegas dalam berucap dan bersikap, tetapi 
juga tegas dalam bertindak. Sebagai pengemban amanah konstitusi untuk menjamin 
rasa aman rakyat, pemerintah tak cukup dengan mengecam dan mengutuk peristiwa 
Sigi. Tindakan nyata dengan menindak pelaku teror itu sangat ditunggu agar 
masyarakat tetap percaya bahwa negara memang ada untuk melindungi mereka. 
Tragedi Sigi harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk menghabisi teroris 
MIT. Kita mendukung Satgas Tinombala yang langsung menggencarkan operasi 
perburuan terhadap mereka pascaperistiwa Sigi. Kita juga mendukung langkah Pang 
lima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang hari ini mengirimkan pasukan khusus TNI 
untuk ikut melakukan pengejaran. Menumpas MIT adalah satu-satunya cara untuk 
mengembalikan rasa aman masyarakat Sulteng yang selama ini dirampas para 
teroris. Apa yang dikatakan Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso bahwa MIT 
semakin tersudut dan tinggal menyisakan kekuatan 11 orang adalah kabar baik. 
Akan tetapi, masyarakat butuh kabar yang jauh lebih baik, yakni gerombolan Ali 
Kalora sudah dibasmi habis tak tersisa.  

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2183-menumpas-gerakan-kejahatan-di-sulteng







-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201201181505.d693300ad64c9931ee7b1393%40upcmail.nl.



-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Aw2wkTrPMnSPHNY4o2oryc3_6j4cxrHsg_ySQxTsFedA%40mail.gmail.com.
  



-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2A9T0mQ4N%3DDrTHJok2ZR3OaUNQ%2BxZOW5359kdSzHSRPrw%40mail.gmail.com.
  

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1072793580.2161576.1606867691729%40mail.yahoo.com.

Reply via email to