Kedua Jenderal ini salah dan atau Tidak sanggup untuk  memahami Fungsi dan
Arti BINTANG2 yang *disematkan di pundaknya* dengan BINTANG yang terpancang
pada* Simbol Negara - Garuda Pancasila... *

On Wed, 2 Dec 2020 at 00:52, Sunny ambon <[email protected]> wrote:

>
> Tidak ada sanksi hukum kepada para petinggi yang mendukung dan memimpin
> Laskar Jihad. Pemimpin laskar Jihad bernama Jafar Umar Talib kembali ke
> Jawa, solo dan mendirikan pesantren di Solo.  Jenderall Polri bernama
> Firman Gani. Dia ini menyruh Laskar Jihad menyerang Saparua. Waktu itu dia
> Kapolda di Maluku, dia habis dinas di Ambon, kembali ke Jakarta dan
> dijadikan Kapolda  Jakarta oleh Megawati.  Waktu itu ada  lagi jebderal TNI
> bernama Rustam Kastor ynag turut pimpin Laskar  Jihad. etc
>
> On Tue, Dec 1, 2020 at 11:34 PM BILLY GUNADIE <[email protected]>
> wrote:
>
>> Jihat Salah keprah..... Arti yang sebenernys... Mengatakan kebenaran Dan
>> melakukannya..
>> Bukan Jibakutai....
>> Hukum tidak jelas... Katagori kriminal.. Dan sangsinya....
>>
>> Sent from Rogers Yahoo Mail on Android
>> <https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>
>>
>> On Tue., Dec. 1, 2020 at 3:06 p.m., Sunny ambon
>> <[email protected]> wrote:
>> MIT ini berumur  kurang lebih 20 tahun, tetapi hingga kini masih
>> merajalela. Mereka ini turut bersama Laskar Jihad yang didatangkan dari
>> Jawa ke Sukawesi Tengah dan Maluku untuk membasmi kaum Nasrani di kedua
>> wilayah tsb pada tahun 1999.
>>
>> On Tue, Dec 1, 2020 at 6:15 PM 'j.gedearka' via GELORA45 <
>> [email protected]> wrote:
>>
>>
>>
>> --
>> j.gedearka <[email protected]>
>>
>>
>>
>>
>> https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2183-menumpas-gerakan-kejahatan-di-sulteng
>>
>>
>>
>>
>>  Selasa 01 Desember 2020, 05:00 WIB
>>
>> Menumpas Gerakan Kejahatan di Sulteng
>>
>> Administrator | Editorial
>>
>>   Menumpas Gerakan Kejahatan di Sulteng MI/Seno . LAMA tak terdengar
>> sepak terjangnya, gerombolan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT)
>> kembali unjuk teror pada Jumat (27/11). Mereka membunuh 4 orang serta
>> membakar 8 rumah warga dan satu rumah yang dijadikan tempat ibadah di
>> Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Aksi yang dilakukan kelompok pimpinan Ali
>> Kalora di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, itu sungguh bengis. Mereka
>> betul-betul tak punya hati sehingga seenaknya mencabut nyawa manusia. Tidak
>> satu pun manusia waras yang sampai hati berlaku sekeji gerombolan MIT.
>> Tiada pula manusia yang menjunjung tinggi norma-norma agama yang dengan
>> sadar membunuh sesamanya tanpa merasa berdosa. Kekejaman MIT jelas harus
>> dikecam. Kebengisan Ali Kalora dan gerombolannya jelas patut dikutuk.
>> Kecaman dan kutukan itu pula yang serempak disuarakan beragam kalangan.
>> Kepada para korban dan keluarga mereka, kita pun menyampaikan duka
>> mendalam. Pemerintah sudah pula tegas bersikap. Presiden Joko Widodo
>> kemarin mengutuk tindakan teror, kekerasan, dan kekejian oleh teroris MIT
>> di Sigi. Dia lantas menginstruksikan aparat untuk mengusut tuntas kasus
>> tersebut dan membongkar jaringan pelaku. Menko Polhukam Mahfud MD pun
>> menandaskan bahwa apa yang dipertontonkan gerombolan Ali Kalora bukanlah
>> gerakan keagamaan, melainkan gerakan kejahatan. Dia tegaskan aksi seperti
>> itu tidak bisa diterima dengan alasan apa pun dan oleh siapa pun.
>> Pemerintah betul. Dalam menjalankan aksi sadisnya, MIT memang selalu
>> mengatasnamakan agama. Seperti gerombolan-gerombolan teroris lainnya di
>> seluruh dunia, mereka mengklaim tengah menjalankan misi suci. Mereka
>> menyelewengkan ajaran kitab suci yang sejatinya sangat mulia untuk
>> membenarkan aksi-aksi teror. Pada konteks itulah kita sepakat, sangat
>> sepakat, dengan penegasan pemerintah bahwa apa yang dilakukan MIT tidak
>> mewakili agama. Justru sebaliknya, mereka sebenarnya musuh semua agama
>> karena tidak satu pun agama yang mengajarkan kekerasan, apalagi sampai
>> membunuh orang. Harus tegas dikatakan, peristiwa di Sigi bukanlah perang
>> agama. Tidak ada pula kaitan kasus itu dengan suku, ras, dan antargolongan.
>> Yang terjadi hanyalah kesesatan sekelompok orang yang kemudian melakukan
>> teror dengan membajak ajaran agama. Oleh karena itu, benar kata pemerintah
>> dan para tokoh agama bahwa masyarakat harus tetap tenang dan tidak
>> terprovokasi. Kepada pemerintah kita berharap tidak hanya tegas dalam
>> berucap dan bersikap, tetapi juga tegas dalam bertindak. Sebagai pengemban
>> amanah konstitusi untuk menjamin rasa aman rakyat, pemerintah tak cukup
>> dengan mengecam dan mengutuk peristiwa Sigi. Tindakan nyata dengan menindak
>> pelaku teror itu sangat ditunggu agar masyarakat tetap percaya bahwa negara
>> memang ada untuk melindungi mereka. Tragedi Sigi harus menjadi momentum
>> bagi pemerintah untuk menghabisi teroris MIT. Kita mendukung Satgas
>> Tinombala yang langsung menggencarkan operasi perburuan terhadap mereka
>> pascaperistiwa Sigi. Kita juga mendukung langkah Pang lima TNI Marsekal
>> Hadi Tjahjanto yang hari ini mengirimkan pasukan khusus TNI untuk ikut
>> melakukan pengejaran. Menumpas MIT adalah satu-satunya cara untuk
>> mengembalikan rasa aman masyarakat Sulteng yang selama ini dirampas para
>> teroris. Apa yang dikatakan Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso bahwa
>> MIT semakin tersudut dan tinggal menyisakan kekuatan 11 orang adalah kabar
>> baik. Akan tetapi, masyarakat butuh kabar yang jauh lebih baik, yakni
>> gerombolan Ali Kalora sudah dibasmi habis tak tersisa.  
>>
>> Sumber:
>> https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2183-menumpas-gerakan-kejahatan-di-sulteng
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> --
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari
>> Google Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
>> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201201181505.d693300ad64c9931ee7b1393%40upcmail.nl
>> .
>>
>> --
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
>> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Aw2wkTrPMnSPHNY4o2oryc3_6j4cxrHsg_ySQxTsFedA%40mail.gmail.com
>> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Aw2wkTrPMnSPHNY4o2oryc3_6j4cxrHsg_ySQxTsFedA%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer>
>> .
>>
>> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2A9T0mQ4N%3DDrTHJok2ZR3OaUNQ%2BxZOW5359kdSzHSRPrw%40mail.gmail.com
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2A9T0mQ4N%3DDrTHJok2ZR3OaUNQ%2BxZOW5359kdSzHSRPrw%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAFz2%2Bm-m0nNhaG%3DxRZ%3D7rrQuOkEa_CiPOh2Ue0XEhQH3zan%2BJw%40mail.gmail.com.

Reply via email to