Li Keqiang Hadiri Konferensi Ke-19 Dewan Pemimpin SCO
2020-12-01 11:19:19  
http://indonesian.cri.cn/20201201/f38efec7-3fcf-c05a-acfd-887c7d3f2610.html

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang menghadiri konferensi ke-19 Dewan pemimpin 
pemerintah Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) secara virtual pada Hari Senin 
kemarin (30/11).

Li Keqiang menyatakan, sejak terjadinya pandemi covid-19, para anggota SCO 
mengembangkan “Semangat Shanghai”, bergandengan tangan menanggulangi pandemi, 
bersama-sama memelihara kestabilan kawasan ini. Li Keqiang menyatakan, berbagai 
pihak hendaknya terus melakukan latihan antiteror dan kerjasama anti 
ekstremisme, meningkatkan intensitas pembenahan keamanan digital, memelihara 
perdamaian dan kestabilan kawasan, hendaknya berpegang pada keterbukaan dan 
kerjasama, meningkatkan taraf liberalisasi dan fasilitasi investasi perdagangan 
kawasan ini, memelihara kelancaran rantai industri dan rantai psaokan, 
mendirikan jaringan “jalur cepat” dan “jalur hijau” di kawasan ini, aktif 
membina titik pertumbuhan kerjasama di bidang ekonomi digital, mengembangkan 
industri baru dan sektor baru, mendorong perkembangan ekonomi berkualitas 
tinggi, dan pemulihan yang ramah lingkungan. Berbagai anggota hendaknya 
menciptakan peluang baru kerjasama di bidang-bidang kesehatan, kebudayaan dan 
olahraga, mempercepat kerjasama penelitian vaksin covid-19 dan obat-obatan, 
Tiongkok akan memberikan kontribusi dirinya agar vaksin dapat diakses oleh 
semua masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Li Keqiang menekankan, Tiongkok berpegang teguh pada strategi keterbukaan yang 
saling menguntungkan dan menang bersama, bersedia membagikan peluang dengan 
seluruh dunia dan bersama menciptakan hari depan indah SCO.

Para peserta menilai tinggi kemajuan penting yang dicapai kerjasama SCO di 
berbagai bidang. Menghadapi tantangan, berbagai pihak berkomitmen bergandengan 
tangan menanggulangi pandemi, menjalankan kerjasama penelitian vaksin dan 
obat-obatan, memelihara multilateralisme dan perdagangan bebas, bersama-sama 
memukul terorisme dalam berbagai bentuk serta melindungi keamanan dan 
kestabilan kawasan ini.


OKI Harapkan Tingkatkan Kerja Sama dengan Tiongkok
2020-12-01 11:26:59  
http://indonesian.cri.cn/20201201/628d9cce-e22d-4eb9-1925-af367091639c.htmlJuru 
bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying kemarin (30/11) dalam 
jumpa pers menyatakan Pertemuan Dewan Pengurus Menteri Luar Negeri Organisasi 
Kerja sama Islam (OKI) ke-47 mengharapkan meningkatkan kerja sama dengan pihak 
Tiongkok, dengan demikian Tiongkok menyatakan apresiasi yang tinggi.

Belakangan ini, OKI mengadakan pertemuan tingkat menteri di Niamey, ibukota 
Niger, keputusan pertemuan tersebut menekankan mengharapkan lebih lanjut 
meningkatkan kerja sama OKI dan Tiongkok. Hua Chunying menyatakan bahwa 
Tiongkok dan negara-negara Islam adalah sahabat tradisional. Kedua pihak 
mengadakan kerja sama yang berhasil di bidang penanganan wabah. Belakangan ini, 
atas undangan Tiongkok, OKI dua kali mengirim delegasi berkunjung ke Tiongkok 
dan mengunjungi Xinjiang, delegasi dengan penuh mengakui pemerintah Tiongkok 
menjamin berbagai hak masyarakat muslim, menilai positif usaha Tiongkok di 
bidang anti-terorisme preventif dan pencegahan ekstremisme.

Hua Chunying menekankan Tiongkok memandang penting pengembangan hubungan dengan 
OKI, kami berharap lebih lanjut memperdalam pertukaran dan kerja sama dengan 
OKI, mendorong hubungan Tiongkok dengan negara-negara Islam terus berkembang 
secara lebih mendalam dan komprehensif.



PM Australia Desak Tiongkok Minta Maaf, Kemenlu Tiongkok Berikan Penolakan 
Mentah-mentah
2020-12-01 11:27:24  
http://indonesian.cri.cn/20201201/93bccac7-3ac6-63e5-844d-4dc088065797.htmlPerdana
 Menteri Australia Scott Morrison menuntut jubir Kemenlu Tiongkok Zhao Lijian 
meminta maaf mengenai  gambar kartun yang menyindir tentara Australia membunuh 
anak Afghanistan yang diunggah di akun twitternya. 

Pagi ini, jubir Kemenlu Tiongkok Hua Chunying dalam jumpa pers kemarin (30/11) 
menunjukkan, tindakan yang seharusnya diambil pemerintah Australia adalah 
melakukan introspeksi mendalam dan menghukum penjahat, meminta maaf secara 
resmi kepada rakyat Afghanistan dan berjanji kepada masyarakat internasional 
untuk tidak berbuat kejahatan serupa untuk selama-lamanya.

Sejumlah prajurit Australia berbuat kejahatan yang serius di Afghanistan, ini 
dilaporkan oleh media Australia, juga dikonfirmasi dalam laporan investigasi 
Departemen Pertahanan Australia. Kerincian yang diungkapkan  laporan sangat 
mengerikan. Kejahatan biadab Australia dikecam keras oleh komunitas 
internasional. Atas penanggapan keras pihak Australia kepada twitter rekan 
saya, kami bertanya apakah Australia bermaksud bahwa prajuri-prajurit Australia 
yang membunuh rakyat Afghanistan tanpa berdosa adalah tindakan rasional, dan 
orang yang mengecam kriminalnya malah salah? Nyawa rakyat Afghanistan pun 
adalah nyawa manusia.




-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/E53500A5043D4A16B980D6795E34745B%40A10Live.

Reply via email to