Berbagai Negara Himbau Cabut Langkah Pemaksaan Sepihak 2020-12-01 11:19:45 http://indonesian.cri.cn/20201201/a3cb645b-52a9-ec4b-d078-fcec5f63d1ae.htmlJuru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying dalam jumpa pers rutin kemarin (30/11) menyatakan, pihak Tiongkok mendesak negara terkait menyimak suara adil masyarakat internasional, segera mencabut langkah pemaksaan sepihak yang ilegal dan tak manusiawi, bersama dengan masyarakat internasional bersolidaritas melawan pandemi dan mengatasi kesulitan.
Misi Tetap Tiongkok, Rusia, Afrika Selatan dan negara-negara lain untuk PBB mengadakan pertemuan virtual Dewan Keamanan secara Formula Arira di New York pada hari Jum`at lalu. Pertemuan virtual tersebut mengangkat tema “Segera Akhiri Langkah Pemaksaan Sepihak” dan dihadiri oleh wakil dari 70 lebih negara. Seputar hal itu, Hua Chunying menyatakan: “Sebagai diketahui umum, langkah pemaksaan sepihak melanggar asas tujuan dan prinsip Piagam PBB serta undang-undang internasional, melemahkan kemampuan negara relevan untuk mengembangkan ekonomi dan meningkatkan taraf kehidupan rakyatnya, khususnya pada masa pandemi Covid-19. Sanksi sepihak juga menjadi kendala bagi pemulihan ekonomi di negara-negara yang terkena sanksi pasca pandemi, dengan serius menginjak hak asasi manusia mendasar rakyat, khususnya kelompok lemah negara-negara terkait. Langkah pemaksaan sepihak tersebut merupakan malapetaka bagi rakyat negara yang terkena sanksi. Negara manapun yang berhati nurani dan bertanggung jawab tidak seharusnya meremehkan fakta tersebut.” Hua Chunying menunjukkan, Tiongkok bersama Rusia dan negara-negara lain mengadakan pertemuan virtual tersebut dengan harapan negara-negara yang melaksanakan langkah pemaksaan sepihak dapat dengan sungguh-sungguh mempedulikan ketidakadilan dan kesengsaraan yang menimpa rakyat negara-negara yang terkena sanksi, menghimbau masyarakat internasional berupaya lebih keras untuk mendorong pencabutan langkah pemaksaan sepihak. “Dalam pertemuan tersebut, kebanyakan negara angkat suara dan menentang langkah pemaksaan sepihak, mendesak negara terkait segera menghentikan pelaksanaan langkah pemaksaan sepihak. Pertemuan tersebut telah menyampaikan himbauan keras rakyat negara-negara terkena sanksi, dan juga mewakili suara hati masyarakat internasional. Tiongkok selalu menentang langkah pemaksaan sepihak, menyatakan empati kepada negara-negara terkena sanksi, dan mendukung mereka mengambil tindakan untuk membela hak dan kepentingan sah mereka. Sekretaris Jenderal PBB dan Utusan Khusus PBB untuk Masalah Hak Asasi Manusia masing-masing menghimbau pencabutan sanksi yang melemahkan kemampuan negara-negara terkait dalam penanggulangan pandemi Covid-19, pemimpin berbagai negara dalam sesi debat umum Sidang Majelis Umum PBB ke-75 juga menghimbau pencabutan langkah pemaksaan sepihak,” tutur Hua Chunying. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/651CEBF2F3764EBDB164D15EF9466D87%40A10Live.
