https://inet.detik.com/law-and-policy/d-5581253/china-tuduh-pemilik-tiktok-sampai-microsoft-ambil-data-pribadi-sepihak?tag_from=wp_nhl_9




China Tuduh Pemilik TikTok Sampai Microsoft Ambil Data Pribadi Sepihak

Josina - detikInet

Senin, 24 Mei 2021 22:03 WIB

0 komentar
SHARE
URL telah disalin
NEW YORK, NY - MAY 2: The Microsoft logo is illuminated on a wall during a 
Microsoft launch event to introduce the new Microsoft Surface laptop and 
Windows 10 S operating system, May 2, 2017 in New York City. The Windows 10 S 
operating system is geared toward the education market and is Microsofts answer 
to Googles Chrome OS. (Photo by Drew Angerer/Getty Images)
Foto: Drew Angerer/Getty Images
Jakarta -

Badan pengawas internet di China Cyberspace Administration of China (CAC) telah 
mengungkapkan beberapa perusahaan yang terlibat dalam pengumpulan dan 
penggunaan data pribadi pengguna aplikasi secara tidak layak. Beberapa aplikasi 
ini adalah TikTok, Linkedln, Kuaishou, Microsoft Bing dan kugou.

Dalam pernyataan yang diposting di akun WeChat resminya CAC mengatakan telah 
menerima keluhan dari pengguna hal ini lah yang mendorong mereka untuk 
melakukan penyelidikan terhadap aktivitas pengumpulan data beberapa aplikasi.

CAC mencatat bahwa 105 aplikasi, setelah penyelidikan, ditemukan telah 
melanggar undang-undang privasi yang ada dengan mengumpulkan informasi pribadi 
yang berlebihan melalui akses ilegal.
Baca juga:
Bos Apple Malah Ngaku Banyak Malware di Komputer Mac

Dilansir detiKINET dari Gizmochina, Senin (24/5/2021) menurut pernyataan CAC 
pemilik 105 aplikasi ini diminta untuk memperbaiki pelanggaran yang diamati 
dalam waktu 15 hari. Pengawas internet China mengatakan akan terus memeriksa 
aplikasi seluler untuk kemungkinan pelanggaran secara teratur.

Pendekatan CAC mengikuti peraturan baru terbaru yang memberikan pemantauan dan 
kontrol yang lebih ketat untuk keselamatan publik secara keseluruhan.

Inti dari aturan baru ini adalah bahwa penyedia aplikasi bertanggung jawab 
untuk mengumpulkan data pengguna yang berlebihan yang tidak terkait dengan 
layanan inti aplikasi dan memaksa pengguna untuk memberikan izin tanpa 
informasi tentang bagaimana data mereka digunakan. Peraturan ini mencakup 
berbagai aplikasi seluler dengan warna berbeda.
Baca juga:
Cek Fakta: Google dan Apple dkk Tidak Cantumkan Palestina di Maps?

China terus memperkuat hukum dan peraturannya untuk responsif terhadap ruang 
teknologi yang berkembang. Beberapa brand besar seperti Alibaba dan Tencent 
telah didenda karena pelanggaran peraturan yang mengatur operasi mereka dan 
undang-undang anti-monopoli.

Langkah baru CAC ini akan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen pada 
sistem dan memastikan aplikasi seluler tidak mengambil keuntungan yang tidak 
semestinya dari pengguna.


Simak Video "Alibaba Dijatuhi Denda Rp 40,49 Triliun Oleh Pemerintah China"

(jsn/rns)
china
cyberspace administration of china
cac
aplikasi
bytedance
microsoft






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210524174212.0d9368e908833c14a42cca2f%40upcmail.nl.

Reply via email to