Bila Ditolak PDIP, Partai Lain Bisa Jagokan Ganjar Pranowo
Senin , 24 Mei 2021 | 22:40 
https://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/39528/bila_ditolak_pdip__partai_lain_bisa_jagokan_ganjar_pranowo__
 
Sumber Foto Radar Solo
Ganjar PranowoListen to this
JAKARTA--Peneliti dan dosen Ilmu Politik dan International Studies, Universitas 
Paramadina A Khoirul Umam menjelaskan potensi Ganjar Pranowo dijagokan partai 
lain selain PDIP di Pemilihan Presiden 2024 juga sangat terbuka.

A Khoirul Umam yang juga Direktur Eksekutif Romeo Strategic Research & 
Consulting (RSRC) di Jakarta, Senin, mengatakan potensi tersebut karena unsur 
ketokohan lebih memberikan pengaruh di ajang pilpres.

"Potensi Ganjar dijagokan partai lain selain PDIP juga sangat terbuka. Karena 
basis elektabilitas kepemimpinan nasional di Indonesia lebih dipengaruhi oleh 
faktor ketokohan, bukan basis mesin kepartaian. Itulah yang membuat SBY menang 
di Pilpres 2004, dan Jokowi menang di Pilpres 2014," katanya.

Artinya, lanjut dia seorang tokoh berpotensi memenangi pilpres jika mampu 
membangun distingsi atau alasan pembeda dirinya dibanding patron politik lain 
meskipun diusung oleh basis koalisi minoritas atau partai politik 
non-mainstream.


"Membangun distingsi sehingga masyarakat mudah mencerna pesan bahwa dirinya 
layak, pantas dan kredibel untuk diusung di konstalasi politik nasional," kata 
Umam.

Namun, kata Umam dalam hal ini Ganjar harus mampu menciptakan momentum politik, 
agar dirinya dianggap layak untuk didukung oleh partai politik lain di luar 
PDIP.

Jangan sampai tingginya popularitas dan elektabilitas Ganjar dibanding bakal 
capres lainnya, hanya semata-mata ditopang oleh faktor biasnya dukungan publik 
yang menjadi basis pemilih loyal PDIP.

Atau, lanjut dia hanya karena faktor popularitas Ganjar sebagai gubernur di 
provinsi Jawa Tengah yang notabene provinsi berpenduduk terbesar ketiga di 
Indonesia.

Umam juga menilai tidak diundangnya Ganjar Pranowo dalam acara besar PDIP di 
Jawa Tengah, menegaskan adanya kompetisi dan faksionalisme kuat di tubuh PDIP.

Elektabilitas tinggi Ganjar tidak menjamin dirinya akan mendapatkan restu dari 
PDIP. Sikap politik Puan Maharani dan Bambang Wuryanto mengindikasikan bahwa 
restu politik PDIP di 2024 tidak akan diberikan kepada mereka yang berasal dari 
luar trah Soekarno.

"Tentu sikap Puan tidak lepas dari hasil perhitungan politik hasil pengamatan 
dan observasi panjang yang ia lakukan pada pola kepemimpinan dan pendekatan 
politik Ganjar," katanya.

Umam mengatakan jika Ganjar masih ingin tetap mendapatkan restu PDIP, maka ia 
harus melakukan tiga hal. Pertama, Ganjar harus bisa membangun kepercayaan 
kepada para faksi-faksi elit PDIP. "Bahwa dirinya akan tetap berada dalam 
kontrol politik elit PDIP, sebagai petugas partai, bukan sekadar pemain solo 
yang berlabel PDIP," kata dia.

Kedua, Ganjar harus benar-benar mampu memastikan namanya bersih dari kasus lama 
yang sering dikaitkan dengan dirinya, utamanya kasus korupsi e-KTP.

"Ketiga, ia harus mampu menciptakan momentum politik, seperti yang dilakukan 
Jokowi pada awal 2013 lalu. Ganjar harus mampu menjelaskan kepada masyarakat 
akar rumput di level nasional tentang justifikasi mengapa dirinya layak, perlu 
dan relevan untuk dipilih menggantikan Jokowi di 2024 mendatang," ujar Umam.


Sumber Berita: Antara

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/F6B3EE92017E43899418EBB6A70D0C7A%40A10Live.

Reply via email to