https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/2155-ganjar-diganjal-ganjar-diganjar



Selasa 25 Mei 2021, 05:00 WIB 

Ganjar Diganjal, Ganjar Diganjar 

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group | Editorial 

  Ganjar Diganjal, Ganjar Diganjar MI/Ebet Usman Kansong Dewan Redaksi Media 
Group. KEPALA daerah kiranya panggung terbaik untuk menjadi kepala negara. 
Panggung kepala daerah lebih mentereng jika dibandingkan dengan panggung 
kabinet atau panggung ketua umum partai politik. Jokowi membuktikan itu. Dari 
panggung Wali Kota Solo, Jokowi mendaki ke panggung Gubernur DKI dan kini tiba 
di panggung Presiden RI, dua periode pula. Survei juga membuktikan sejumlah 
kepala daerah punya popularitas dan elektabilitas tinggi. Mereka antara lain 
Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil. Elektabilitas mereka 
melampaui elektabilitas ketua-ketua umum parpol. Elektabilitas tertinggi memang 
dipegang Prabowo yang manggung di kabinet. Namun, orang mengatakan itu 
elektabilitas residu dua pilpres. Makin menjauh dari pilpres terdahulu dan 
makin mendekat ke Pilpres 2024 boleh jadi elektabilitas Prabowo menyusut. Di 
antara kepala daerah, Anies punya elektabilitas paling tinggi. Elektabilitas 
Ganjar menguntit persis di belakangnya. Namun, Anies kehilangan panggung kepala 
daerah pada 2022, sedangkan Ganjar masih bisa melanjutkan berpentas di panggung 
kepala daerah hingga 2023. Ganjar kiranya berpotensi menyalip Anies. Akan 
tetapi, bagaimanapun Ganjar kader parpol PDI Perjuangan. Ganjar mesti mendapat 
tiket dari PDIP untuk memasuki arena pertarungan menjadi presiden. PDIP 
sepertinya punya calon lain. Oleh karena itu, ketika dia tak diundang di acara 
PDIP di Jawa Tengah, sementara para kepala daerah kader PDIP di sana diundang, 
orang lantas berspekulasi Ganjar diganjal parpolnya. Acara itu dihadiri Puan 
Maharani, Ketua DPP PDIP yang juga putri Ketua Umum PDIP Megawati. Orang 
berspekulasi PDIP bakal menyorongkan Puan sebagai calon wakil presiden untuk 
mendampingi Prabowo sebagai calon presiden. Spekulasi Ganjar diganjal klop 
dengan pernyataan Ketua DPD PDIP Jateng yang juga Ketua DPP PDIP Bidang 
Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto. Bambang menyebut sejumlah 'dosa' Ganjar 
sehingga tak diundang di acara pembukaan pameran foto esai Marhaen dan foto 
bangunan cagar budaya itu. Dosa itu antara lain tetap berambisi nyapres kendati 
sudah diberi kode untuk mengeremnya. Opini Ganjar diganjal kiranya memberi 
kesan Ganjar teraniaya. Dalam politik, orang teraniaya bisa berjaya. Dalam 
politik, ganjalan bisa berubah menjadi ganjaran. Ilmu politik menyebutnya 
underdog effect, efek teraniaya. Dalam agama pun doa orang-orang teraniaya 
katanya bakal terkabul. Wali Kota Solo Jokowi yang teraniaya karena dibilang 
bodoh oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo berjaya menjadi Gubernur DKI lalu 
Presiden RI. Susilo Bambang Yudhoyono yang teraniaya karena dipecat Presiden 
Megawati dari jabatan menteri berjaya menjadi presiden. Partai Agus Harimurti 
yang teraniaya oleh Kongres Luar Biasa Moeldoko berjaya, elektabilitasnya 
meningkat menurut sejumlah survei. Boleh jadi setelah mendapat ganjalan, Ganjar 
justru mendapat ganjaran. Elektabilitasnya siapa tahu makin kinclong. Di sisi 
lain, parpol-parpol berwatak realistis, kalau tak boleh disebut pragmatis. 
Parpol-parpol cenderung mendukung dan mengusung kandidat yang elektabilitasnya 
tinggi. Bila kelak elektabilitas Ganjar betul-betul makin tinggi, PDIP 
sekalipun kiranya bakal mendukung dan mengusungnya sebagai capres. Dulu, 
petinggi parpol-parpol, termasuk PDIP, menyepelekan Jokowi yang cuma kader 
indekos satu parpol. Akan tetapi, demi melihat elektabilitasnya yang tinggi, 
PDIP pun kesengsem dan mengusung Jokowi sebagai capres di Pilpres 2014. 
Kalaupun PDIP tetap mengganjal Ganjar, parpol lain mungkin yang akan 
mengganjarnya, mengusungnya sebagai capres jika elektabilitasnya memang tinggi. 
 

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/2155-ganjar-diganjal-ganjar-diganjar





-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210525185214.1ce9a5700ede2ef69f6e5ff0%40upcmail.nl.

Reply via email to