https://www.antaranews.com/berita/2175682/walhi-luncurkan-buku-tawarkan-altenatif-model-ekonomi-nusantara



Walhi luncurkan buku tawarkan altenatif model Ekonomi Nusantara

Selasa, 25 Mei 2021 20:46 WIB

Sejumlah akademisi dan aktivis lingkungan dalam peluncuran buku Ekonomi 
Nusantara: Tawaran Solusi Pulihkan Indonesia yang diluncurkan Walhi secara 
daring di Jakarta, Selasa (25/5/2021). ANTARA/Tangkapan layar peluncuran buku 
Ekonomi Nusantara.
berangkat dari kesadaran 40 tahun terakhir melakukan advokasi hak ekologis dan 
hak rakyat melihat krisis lingkungan terjadi sebagai akumulasi dari model 
ekonomi kapitalis...
Jakarta (ANTARA) - Organisasi publik Wahana Lingkungan Hidup Indonesia 
meluncurkan buku yang menawarkan alternatif model Ekonomi Nusantara sebagai 
tolok ukur kesejahteraan sebuah bangsa.

"Kami ingin tunjukkan bahwa 'the other world' itu bisa. Kalau berpikir hegemoni 
gambar pemandangan itu berarti harus dua gambar gunung di tengahnya matahari 
dan ada jalan di sana, ekonomi kita 'dididik' seperti itu. Di kepala kita sudah 
dicetak bahwa kemajuan bangsa, suatu bangsa dianggap besar seperti itu. Kita 
tidak ada imajinasi lain," kata Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan 
Hidup Indonesia (Walhi) Nur Hidayati saat meluncurkan buku Ekonomi Nusantara: 
Tawaran Solusi Pulihkan Indonesia secara daring di Jakarta, Selasa.

Walhi melakukan penelitian ekonomi Nusantara berangkat dari kesadaran mereka 
yang dalam 40 tahun terakhir bergerak melakukan advokasi hak ekologis dan hak 
rakyat melihat krisis lingkungan terjadi sebagai akumulasi dari model ekonomi 
kapitalis yang sudah lama menjadi arus utama secara global dan dianut 
Indonesia, ujar Nur Hidayati. Hasil penelitian di Bengkulu, Sumatera Selatan, 
Kalimantan Timur, Jawa Timur dan Bali selama dua tahun tersebut kemudian 
dibukukan.

Menurut dia, model seperti itu mengikis ekonomi komunitas yang beragam di 
Indonesia. Ekonomi yang berangkat dari interaksi dari waktu ke waktu yang 
sangat erat antara manusia, komunitas, dan ruang hidupnya, sehingga ekonomi 
rakyat sangat bergantung pada tempat hidup dan tinggalnya.

"Ekonomi modern menegasikan keunikan diversitas lanskap dan wilayah ekosistem 
di mana masyarakat dan ekosistem berinteraksi selama ini, karenanya kami bilang 
perlu ada wacana tanding terhadap model ekonomi yang hanya akan menghasilkan 
krisis dan kemiskinan dan kerusakan lingkungan hidup untuk generasi sekarang 
dan akan datang," katanya.
Baca juga: Menkominfo: UMKM masa depan ekonomi digital
Baca juga: Hari Nusantara momentum segarkan kembali visi poros maritim dunia

Buku yang ditulis oleh Boy Jerry Even Sembiring, Tanti Budi Suryani, dan Bagas 
Yusuf Kausan tersebut, menurut Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia Prof 
Sri-Edi Swasono, bagus untuk mendidik pemerintah dan rakyat. Untuk tahu bahwa 
saat ini ada yang melenceng dari konstitusi dan Pancasila, terutama Sila ke-5 
yang berbunyi "Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia".

"Buku ini diterbitkan sebagai tawaran solusi alternatif dari kerusakan 
lingkungan. Walhi melalui Ekonomi Nusantara menaruh itu sebagai dasar gerak 
dasar ilmu pengetahuan dan teknologi. Ekonomi Nusantara memposisikan diri 
sebagai suatu gerakan atau paham dengan antipertumbuhan, tujuannya mengkritik 
PDB dan 'income per capita'," ujar Sri-Edi.

Menantu dari Bung Hatta itu mengatakan model ekonomi kapitalis memang sudah 
sejak lama "menjerumuskan" kampus-kampus di Indonesia. Orang-orang ekonomi 
tidak pernah tahu kapan harus "landing", padahal jika ada "take-off" harus ada 
saat mendaratnya.

Ia menyebut Club of Rome sudah menyimpulkan perihal batas pertumbuhan ekonomi 
(the Limits of Growth) di tahun 1970-an, lalu ada "Beyond the Limit" karena 
lubang ozon yang sudah terbuka lebar. Karenanya perlu ada saat mendarat dan 
dipersiapkan tempatnya, itu yang ditawarkan Walhi dengan Ekonomi Nusantara.

Ketua Asosiasi Antropologi Indonesia Suraya A Afiff dari Departemen Antropologi 
FISIP Universitas Indonesia mengapresiasi keberanian Walhi mengutarakan sesuatu 
yang inspiratif, berupa imaginasi tanding dari model ekonomi kapitalis yang 
dianut secara global saat ini.

Menurut dia, akademisi progresif di Indonesia perlu mulai memberikan perhatian 
pada imajinasi-imajinasi tanding seperti yang ada dalam buku lima bab tersebut. 
Wacana yang ditawarkan dapat menjadi alternatif di tengah pusaran wacana global 
berupa pertumbuhan ekonomi dan trickle-down economics yang sudah bangkrut 
terdampak pandemi COVID-19.

Trickle-down economics adalah sebuah konsep ekonomi di mana memberikan 
kelonggaran pada orang kaya atau pemilik modal yang pada akhirnya diharapkan 
akan "merembes" hingga ke masyarakat kecil sehingga mendorong pertumbuhan 
ekonomi.
Baca juga: Anggota DPR sebut wirausahawan bantu pemerataan ekonomi Nusantara

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

    TAGS:
    trickle-down economics
    Ekonomi Nusantara
    Buku Walhi








-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210525184911.b351ce75da02cee6f45327c1%40upcmail.nl.

Reply via email to