https://www.antaranews.com/berita/2226142/satelit-satria-1-masuk-tahap-konstruksi



Satelit SATRIA-1 masuk tahap konstruksi

Selasa, 22 Juni 2021 17:46 WIB

Foto dokumen: Peluncuran Satelit Nusantara Satu di Cape Canaveral Air Force 
Station, Florida, AS, 22 Februari 2019. (ANTARA News/SpaceX)
Jakarta (ANTARA) - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), 
Kementerian Komunikasi dan Informatika, menyatakan proyek satelit multifungsi 
SATRIA-1 saat ini sudah memasuki tahapan konstruksi.

"Sudah mencapai pemenuhan pembiayaan (financial close) pada 31 Maret 2021, saat 
ini dalam proses konstruksi," kata Direktur Infrastruktur BAKTI, Bambang 
Nugroho, saat acara virtual bersama HSBC, Selasa.

Pembangunan SATRIA-1 menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha 
(KPBU), dengan konsorsium Pasifik Satelit Nusantara sebagai pemenang tender.

Baca juga: Pemenuhan pembiayaan satelit SATRIA-1 segera dilakukan

Konstruksi satelit multifungsi tersebut dibangun setelah menandatangani 
Preliminary Working Agreement atau Perjanjian Pendahuluan antara badan usaha 
pelaksana, PT Satelit Nusantara Tiga, bagian dari konsorsium, dan pabrikan 
satelit Thales Alenia Space yang berada di Prancis

Konstruksi saat ini berada di angka 11,5 persen, menurut Bambang, antara lain 
pertemuan dengan Thales Alenia Space, tinjauan payload system requirement dan 
service and communications module equipment qualification status review (EQSR).

BAKTI juga sudah bertemu dengan SpaceX, penyedia roket yang akan meluncurkan 
satelit SATRIA-1 ke orbit.

Pembangunan SATRIA-1, merujuk pada jadwal proyek ini, akan berlangsung hingga 
2023 nanti, atau sekitar dua tahun lagi. Pemerintah menjadwalkan satelit ini 
bisa diluncurkan pada kuartal ketiga 2023 dan bisa beroperasi di akhir tahun 
tersebut.

Baca juga: Tiga langkah Kominfo pastikan Satelit Satria meluncur

Struktur pembiayaan satelit terdiri dari porsi ekuitas (22 persen) senilai 114 
juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp1,61 triliun dan porsi pinjaman (78 
persen) senilai 431 juta dolar AS atau Rp6,07 triliun.

Porsi pinjaman berasal dari sindikasi Bank Kredit Ekspor Prancis (BPI France) 
dan dukungan antara lain HSBC Continental Europe, Banco Santander dan The Korea 
Development Bank.

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso, dalam acara 
yang sama menyatakan Agustus mendatang, mereka akan memulai pembangunan stasiun 
di bumi untuk mengontrol satelit.

Pada April lalu, pemerintah Indonesia berhasil mendapatkan slot orbit 146 Bujur 
Timur yang akan digunakan SATRIA-1 nanti, setelah mengajukan proposal 
permohonan perpanjangan masa laku penggunaan filing PSN-146E kepada Radio 
Regulations Board (RBB), International Telecommunication Union (ITU).

Baca juga: Kominfo bahas peluang kerja sama asing untuk satelit

Baca juga: Indonesia amankan slot orbit 146 BT untuk satelit SATRIA-1

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

    TAGS:
    satria 1
    satelit satria 1
    satelit satria






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210622192035.9cfba3601386423538fbf512%40upcmail.nl.

Reply via email to