https://ambon.antaranews.com/berita/99882/sumur-di-desa-saunulu-kering-akibat-gempa-malteng-kok-bisa




Sumur di Desa Saunulu kering akibat gempa Malteng, kok bisa?

Selasa, 22 Juni 2021 20:15 WIB

Konidisi salah satu sumur warga di Desa Saunulu, Kecamatan Tehoru, Kabupaten 
Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Selasa (22/6/2021) mengering usai gempa 
magnitudo 6,1 yang melanda desa itu pada 16 Juni 2021. (FOTO ANTARA/HO-Tim 
Relawan Ambon)
Ambon (ANTARA) - Sumur-sumur warga di Desa Saunulu, Kecamatan Tehoru, Kabupaten 
Maluku Tengah (Malteng), Provinsi Maluku, tiba-tiba mengering setelah gempa 
magnitudo 6,1 yang terjadi pada 16 Juni 2021. Masyarakat setempat kini 
kesulitan pasokan air bersih.

"Kami lakukan 'assessment' di Desa Saunulu, sumur warga masih kering sampai 
sekarang usai gempa besar pada 16 Juni lalu," kata anggota Tim Relawan Ambon, 
Sayyed Abdul Basyir Al'Asghar saat dihubungi dari Ambon, Selasa.

Ia mengatakan menurut laporan warga setempat usai gempa magnitudo 6,1 yang 
berpusat di 40 km timur Kota Masohi, kedalaman 10 kilometer pada 16 Juni 2021, 
sekitar pukul 13.43.08 WIT, seluruh sumur di Desa Saunulu mulai mengering.

Baca juga: 7.227 warga Tehoru masih bertahan di dataran tinggi trauma gempa di 
Maluku Tengah, butuhkan bantuan

Hingga saat ini, kata dia, belum ada laporan dan keterangan resmi dari 
pemerintah daerah maupun otoritas setempat mengenai fenomena keringnya seluruh 
sumur di Desa Saunulu.

"Tapi peristiwa itu membuat warga kebingungan, karena meski musim kemarau 
panjang, sumur mereka tidak pernah kering," katanya.

Akibat peristiwa itu, warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk 
kebutuhan makan, minum dan mandi, cuci, kakus (MCK). Saat ini mereka hanya bisa 
mengandalkan air keran yang bersumber dari sungai setempat, tapi sering kotor 
kala turun hujan.

Baca juga: ACT Cabang Ambon kerahkan tim medis bantu korban terdampak gempa 
Maluku Tengah

"Karena kondisi ini warga hanya mengandalkan air keran dari sungai yang 
dipasang di beberapa titik desa, tapi itu juga tidak menjamin pasokan air 
bersih terus tersedia," katanya.

Dikatakannya dampak dari peristiwa keringnya sumur di Desa Saunulu sangat 
dirasakan oleh warga yang masih bertahan mengungsi di area dataran tinggi,  
tidak jauh dari kampung mereka, karena tidak bisa mengakses air bersih yang 
bisa diambil dari sumur terdekat.

Mengatasi hal tersebut, Tim Relawan Ambon yang membangun posko tanggap bencana 
di Desa Tehoru, telah menyalurkan selang air berukuran panjang 100 meter kepada 
para pengungsi, agar bisa digunakan untuk mengakses air bersih dari sungai yang 
paling dekat dengan lokasi pengungsian.

"Kami sudah menyalurkan selang berukuran 100 meter kepada para pengungsi di 
Desa Saunulu, semoga bisa membantu meringankan beban mereka untuk mendapatkan 
air bersih di lokasi pengungsian," demikian Sayyed Abdul Basyir Al'Asghar.

Baca juga: ACT-MRI distribusikan makanan siap saji untuk anak-anak pengungsi 
terdampak gempa, kepedulian sosial
 
Pewarta : Shariva Alaidrus
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021





-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210622192334.068070485c3b020b821f6c91%40upcmail.nl.

Reply via email to