Kebijakan Diplomatik yang Dipimpin Oleh PKT Akan Mempengaruhi Dunia
2021-06-22 16:33:36  
http://indonesian.cri.cn/20210622/be50fc2d-bdfc-b862-8b47-8bd8f544dca5.html

Partai Komunis Tiongkok (PKT) akan memperingati hari jadi ke-100 tahun pada 
tanggal 1 Juli nanti. Pada seratus tahun yang lalu, Tiongkok masih satu negara 
lemah yang “tidak punya diplomasi”, dan sekarang Tiongkok sudah berkembang 
menjadi negara besar di dunia. Tiongkok hidup rukun dengan berbagai negara, 
menganut prinsip kerja sama dan menang bersama, menganjurkan pembentukan 
komunitas senasib sepenanggungan umat manusia, dan menjalankan kebijakan 
diplomatik negara besar yang berkarakteristik diri sendiri.

Sejak Kongres Nasional ke-18, PKT yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping 
memegang teguh pada gagasannya yang melayani kebangkitan bangsa dan mendorong 
kemajuan manusia, mendorong inovasi teori dan praktek diplomatik, membentuk 
pemikiran diplomatik Xi Jinping.



“Negara besar harus seperti negara besar.” Masa kini dunia sedang mengalami 
perubahan besar yang belum ada dalam seratus tahun ini. Wabah virus Corona 
merajalela di seluruh dunia sejak tahun 2019, nasib rakyat berbagai negara 
terhubung erat. Tiongkok berkomitmen akan menyumbangkan vaksin buatannya 
sebagai produk global, mewujudkan aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin di 
negara-negara berkembang. Tiongkok mewujudkan komitmennya, bergabung dengan 
COVAX, serta mengadakan kerja sama dengan banyak negara, sehingga vaksin buatan 
Tiongkok benar-benar dapat diakses oleh rakyat negara-negara berkembang dengan 
harga yang terjangkau. Menghadapi tantangan dari perubahan situasi yang drastis 
dan pandemi global, Tiongkok dengan tindakan riil mendorong pembangunan 
komunitas senasib sepenanggungan umat manusia, mempertunjukkan tanggung jawab 
sebagai negara besar.





“Secara aktif melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab internasional yang 
semestinya.” Tiongkok aktif berkoordinasi dengan organisasi internasional 
seperti PBB sesuai kewajibannya. Di bidang pemeliharaan perdamaian, Tiongkok 
adalah negara yang mengirim paling banyak pasukan pemelihara perdamaian. PBB 
menganjurkan pengentasan kemiskinan, Tiongkok tidak hanya merealisasikan 
pengentasan kemiskinan di seluruh Tiongkok, tetapi juga berbagi pengalaman 
pengentasan kemiskinan dengan negara lain, membantu negara-negara berkembang 
mewujudkan pengentasan kemiskinan. PBB mempromosi pengurangan emisi karbon 
dioksida, Tiongkok terlebih dulu mengumumkan rencana netralitas karbon, 
mendorong ide ramah lingkungan, secara aktif mengikuti kerja sama internasional 
dalam masalah penanganan perubahan iklim. WHO memimpin pekerjaan pengentasan 
wabah global, Tiongkok berkoordinasi dengan WHO, secara aktif mengajak ahli WHO 
melakukan penelusuran asal-usul virus Corona di Tiongkok.



“Keterbukaan Tiongkok akan makin luas.” Waktu Tiongkok pertama kali mengajukan 
inisiatif “Sabuk dan Jalan” di dunia pada tahun 2013, ada keraguan terhadap 
inisiatif ini, tapi kesuksesan Tiongkok mendapat kepercayaan negara lain. 
Perkembangan Tiongkok merupakan kesempatan dunia. Tiongkok dengan potensi pasar 
yang besar akan terus memperluas keterbukaannya dan menyediakan makin banyak 
peluang kerja sama dengan negara-negara lain.

Diplomatik negara besar yang berkarakteristik Tiongkok pasti akan maju terus, 
mengukir lembaran baru yang kian cemerlang.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AFF3D04F9D1E49D2960B6E8AED88FE6E%40A10Live.

Reply via email to