https://news.detik.com/internasional/d-5617752/mencak-mencak-pm-kanada-buntut-china-soroti-temuan-jasad-anak?single=1




Round-Up

Mencak-mencak PM Kanada Buntut China Soroti Temuan Jasad Anak

Tim detikcom - detikNews

Rabu, 23 Jun 2021 22:41 WIB
5 komentar
SHARE
URL telah disalin
Prime Minister Justin Trudeau holds a news conference in Ottawa on Wednesday, 
Jan. 8, 2020. (Sean Kilpatrick/The Canadian Press via AP)
PM Kanada Justin Trudeau (Foto: Sean Kilpatrick/The Canadian Press via AP)
Jakarta -

Perdana Menteri atau PM Kanada Justin Trudeau marah kepada China dan sekutu. PM 
Kanada itu mencak-mencak lantaran China menyerukan penyelidikan terhadap temuan 
ratusan jasad anak-anak pribumi di sebuah bekas sekolah asrama di Kanada.
Penemuan 215 Jasad Anak

Seperti dilansir Reuters, Rabu (23/6/2021), jasad 215 anak pribumi ditemukan di 
area bekas Kamloops Indian Residential School di British Columbia beberapa 
waktu lalu. Jasad anak yang paling muda berusia 3 tahun. Sekolah asrama itu 
telah ditutup sejak tahun 1978 silam.

Dilansir BBC Indonesia, penemuan jasad anak itu memicu kemarahan. Sejumlah 
orang di Kanada melakukan protes dengan meletakkan sepatu anak-anak di sebuah 
tugu peringatan.
Baca juga:
Paus Fransiskus Tak Minta Maaf soal Temuan 215 Jasad Anak

PM Kanada Justin Trudeau berjanji membantu, tetapi hanya memberikan sedikit 
rincian. Trudaeu turut merasakan duka atas jasad anak-anak itu.

"Sebagai seorang ayah, saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika 
anak-anak saya diambil dari saya," kata Trudeau kepada wartawan.

"Dan sebagai perdana menteri, saya terkejut dengan kebijakan memalukan yang 
mengambil paksa anak-anak masyarakat asli dari komunitasnya," katanya.
China Serukan Penyelidikan

Penemuan ratusan jasad anak itu mendapat respons dari China dan sekutu. Mereka 
menyerukan dilakukan penyelidikan secara menyeluruh.

"Kami menyerukan penyelidikan menyeluruh dan tidak memihak atas semua kasus di 
mana kejahatan dilakukan terhadap masyarakat adat, khususnya anak-anak, untuk 
membawa pihak-pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan, dan menawarkan remedi 
penuh untuk para korban," ucap pejabat senior pada misi diplomatik China untuk 
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Jenewa, Jiang Duan, kepada Dewan Hak Asasi 
Manusia (HAM).

Pernyataan itu dibacakan Jiang mewakili beberapa negara lainnya seperti Rusia, 
Belarus, Iran, Korea Utara, Suriah dan Venezuela, yang semua dikritik oleh 
negara-negara Barat karena pelanggaran HAM yang terjadi di wilayah mereka.

Kanada yang terlibat pertikaian perdagangan dan diplomatik dengan China, 
kemudian menyampaikan pernyataan gabungan mewakili lebih dari 40 negara yang 
menyerukan akses ke wilayah Xinjiang di China untuk menyelidiki dugaan 
penahanan massal warga etnis minoritas Uighur oleh pemerintah.

Trudeau dalam pernyataannya mengecam apa yang disebutnya sebagai 'penganiayaan 
dan pelanggaran HAM sistemis' di Xinjiang.
Baca juga:
Abaikan PM Kanada, Paus Fransiskus Tak Minta Maaf Soal 215 Jasad Anak

Simak respons PM Kanada yang marah kepada China atas seruan penyelidikan itu.

PM Kanada Marah

Terkait kasus temuan jasad anak pribumi, Trudeau menegaskan bahwa komisi 
kebenaran dan rekonsiliasi Kanada telah bekerja dari tahun 2008-2015 untuk 
menangani penganiayaan masyarakat adat. Trudeau berbalik menyerang China.

"Di mana komisi kebenaran dan rekonsiliasi China? Di mana kebenaran mereka? Di 
mana keterbukaan yang selalu ditunjukkan Kanada dan tanggung jawab yang diambil 
Kanada atas kesalahan mengerikan di masa lalu?" tanya Trudeau.

"China bahkan tidak mengakui bahwa ada masalah ... itulah mengapa warga Kanada 
dan orang-orang dari seluruh dunia mengangkat suara untuk orang-orang seperti 
Uighur," tegasnya kepada wartawan di Ottawa.
Baca juga:
China Serukan Penyelidikan Temuan Jasad 215 Anak di Kanada, Trudeau Marah

Sistem sekolah asrama yang berlaku di Kanada di masa lalu diketahui memicu 
pemisahan paksa antara anak-anak pribumi dengan keluarga mereka. Hal itu 
disebut mengarah pada 'genosida budaya' oleh komisi kebenaran dan rekonsiliasi 
Kanada dalam laporannya tahun 2015 lalu.
(lir/lir)
pm kanada
pm kanada justin trudeau
penemuan jasad anak-anak
kanada
china
round-up
5 komentar






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210623193324.de1892298b9eeda3c03de6d5%40upcmail.nl.

Reply via email to