https://www.antaranews.com/berita/2228690/akademisi-xinjiang-diisukan-ditahan-ikut-pertemuan-daring-ham-pbb



Laporan dari China

Akademisi Xinjiang diisukan ditahan ikut pertemuan daring HAM-PBB

Rabu, 23 Juni 2021 20:53 WIB

Warga etnis minoritas Muslim Uighur menari bersama merayakan Idul Fitri di 
halaman Masjid Idkah, Kota Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang, China, pada Kamis 
(13/5/2021). ANTARA/Xinhua (ANTARA/HO-Xinhua)
Beijing (ANTARA) - Seorang akademisi dari Daerah Otonomi Xinjiang yang pernah 
diisukan ditahan oleh otoritas China, turut mengikuti pertemuan daring Dewan 
Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHRC) ke-47 pada Selasa (22/6).

Gulnar Ubul yang juga Wakil Ketua Asosiasi Sains dan Teknologi Xinjiang turut 
berpidato pada pertemuan tersebut.

"Sebagai akademisi dari etnis Uighur, saya menyaksikan perubahan dalam beberapa 
tahun terakhir di Xinjiang. Perkembangan HAM di daerah kami juga telah 
disaksikan oleh komunitas internasional," kata akademisi perempuan itu dalam 
pertemuan tersebut.

Menurut dia, lebih dari empat tahun di daerahnya sudah tidak pernah terjadi 
lagi tindak kekerasan dan masyarakat setempat menikmati pembangunan ekonomi dan 
sosial yang lebih baik.

Foto Gulnar pernah terpasang di sebuah pameran di Jenewa, Swiss, pada Februari 
2020, dengan penyebutan sebagai akademisi Xinjiang yang ditahan dan hilang.


Baca juga: China nyatakan sidang genosida Uighur di Inggris ilegal

Baca juga: Jepang, Australia suarakan keprihatinan serius atas situasi Xinjiang


"Saya berharap pihak-pihak asing anti-China tidak menistakan saya atau 
akademisi dari suku lain di Xinjiang," ujarnya dikutip Global Times.

Gulnar bekerja di Kashi University di Kota Kahsgar, Xinjiang, yang kemudian 
diangkat sebagai Wakil Direktur Biro Teknologi Pertanian di daerah itu sebelum 
menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua Asosiasi Sains dan Teknologi.

Ia menyebutkan daerahnya telah berhasil dalam mengatasi kemiskinan. Sekitar 
3,06 juta jiwa yang tinggal di perdesaan terbebas dari kemiskinan. Lalu 3.666 
desa dan 35 kabupaten di Xinjiang telah bebas dari kemiskinan.

"Setiap tahun, pemerintah daerah menggunakan 70 persen anggaran untuk 
kesejahteraan rakyat dan utilitas umum. Orang-orang dari semua kelompok etnis 
sekarang menikmati kehidupan yang bahagia," ucapnya.


Baca juga: Ledakan bom di Pakistan tewaskan empat orang, termasuk seorang anak

Baca juga: Inggris tak akan menuntut delegasi konferensi iklim divaksin COVID

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

    TAGS:
    akademisi Xinjiang
    pakar Xinjiang
    penahanan akademisi Xinjiang







-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210623194802.6563a05d6af47fcde4a42c09%40upcmail.nl.

Reply via email to