Tiongkok Imbau Keadilan Pembagian Vaksin di Dewan HAM PBB
2021-06-23 13:47:34  
http://indonesian.cri.cn/20210623/6911bfd4-3b1d-c6ab-1c67-47aa67d9733d.htmlSaat 
berdialog dengan Komisaris Tinggi PBB untuk HAM mengenai masalah penanganan 
pandemi Corona dalam Sidang Dewan HAM PBB ke-47 hari Senin lalu (21/6), Wakil 
Tetap Tiongkok untuk PBB di Jenewa, Chen Xu, mewakili lebih dari 60 negara 
berpidato dan mengimbau pembagian adil vaksin di seluruh dunia.

Chen Xu menyatakan, wabah virus Corona masih menyebar di seluruh dunia, hal ini 
telah menimbulkan dampak negatif yang serius kepada perkembangan ekonomi dan 
sosial berbagai negara terutama negara berkembang. Wabah menunjukkan pentingnya 
hak ekonomi, sosial dan budaya, memperlihatkan pentingnya solidaritas dan kerja 
sama antar berbagai negara.

Chen Xu menyatakan, vaksin adalah alat yang kuat untuk memenangkan wabah, maka 
harus menjadi produk publik global. Tapi aksesibilitas dan keterjangkauan 
vaksin menjadi masalah serius. Nasionalisme vaksin dan penimbunan vaksin yang 
jumlahnya jauh melebihi kebutuhan sangat mengkhawatirkan. Tiongkok mendukung 
imbauan PBB terkait pembagian adil vaksin di seluruh dunia, mendesak semua 
negara berdasarkan semangat kerja sama dan bersolidaritas, menjadikan komitmen 
sebagai aksi riil, mendukung negara-negara berkembang yang luas memperoleh 
vaksin virus Corona dengan tepat waktu, meningkatkan aksesibilitas dan produksi 
vaksin di negara-negara berkembang termasuk negara-negara paling terbelakang, 
demi menyelamatkan jiwa dan selekasnya memenangkan wabah. Tiongkok mengimbau 
negara berkemampuan untuk aktif ikut serta dalam kerja sama dan pembangunan 
internasional, membantu negara-negara berkembang mewujudkan pembangunan 
berkelanjutan, secara efektif mengatasi dampak wabah.

Banyak negara berkembang menyatakan terima kasih kepada Tiongkok yang telah 
memberikan bantuan vaksin kepada mereka. Pidato yang disampaikan Tiongkok 
menyuarakan suara hati negara-negara berkembang, diharapkan negara-negara dapat 
mendukung pembagian vaksin secara adil.



Jubir Delegasi Tiongkok Tanggapi Pernyataan Salah Komisaris Tinggi PBB untuk HAM
2021-06-23 13:45:31  
http://indonesian.cri.cn/20210623/80da1ac8-a3ff-e8c5-e8f2-8c026df9fc01.htmlKomisaris
 Tinggi PBB untuk HAM di Dewan HAM PBB dengan tidak mempedulikan kenyataan 
menyampaikan pernyataan salah mengenai masalah Hong Kong dan Xinjiang, serta 
mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok. Tiongkok menyatakan pertentangan 
keras terhadap hal ini.

Liu Yuyin menunjukkan, penyusunan dan penerapan Undang-Undang Keamanan Nasional 
Hong Kong adalah kedaulatan Tiongkok. Undang-undang ini memberikan jaminan 
sistem dan hukum yang kuat dalam memelihara perdamaian, stabilitas dan 
kemakmuran jangka panjang Hong Kong, serta memastikan sistem dan jaminan hukum 
yang kuat dalam pelaksanaan kebijakan Satu Negara Dua Sistem yang stabil dan 
berjangka panjang, serta telah mendapat dukungan dari mayoritas warga Hong 
Kong. Setelah Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong diberlakukan, Hong Kong 
telah mewujudkan perubahan penting dari kekacauan sampai pembenahan, kehidupan 
rakyat telah terlepas dari ancaman kegoncangan dan kekerasan, berbagai hak dan 
kebebasan yang legal dapat dilakukan dalam lingkungan yang aman, termasuk 
kebebasan berbicara, pers dan penerbitan. Kebebasan apa pun memiliki batas dan 
tidak boleh menerobos garis batas keamanan negara, perjanjian terkait telah 
menentukannya dengan jelas. Hong Kong adalah sosial yang dikelola dengan hukum, 
setiap warga mempunyai status setara di hadapan hukum, siapa pun tidak boleh 
menginjak hukum, dan pasti akan dihukum jika melanggar hukum.

Liu Yuyin menyatakan, saat ini, sosial Xinjiang tenteram dan stabil, ekonominya 
makmur dan berkembang, kehidupan rakyat makmur dan sejahtera. Berbagai HAM 
rakyat Xinjiang mendapat jaminan penuh. Sejumlah negara dan kekuatan tertentu 
bertolak dari tujuan politik, menyebarluaskan kebohongan terkait Xinjiang, 
mencoba menodai citra Tiongkok, mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok dan 
mencegah perkembangan Tiongkok, rencana mereka tak akan tercapai. Tiongkok 
menyambut Komisaris Tinggi PBB untuk HAM berkunjung ke Xinjiang. Tiongkok 
berkali-kali menegaskan bahwa kunjungan semacam ini seharusnya adalah kunjungan 
bersahabat, tujuannya adalah mendorong pertukaran dan kerja sama antara kedua 
pihak, bukannya mengadakan investigasi praduga bersalah.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/EF28F89EF0B84E82861596541A8ADAF4%40A10Live.

Reply via email to