Menlu Tiongkok dan Menlu Selandia Baru Adakan Pertemuan Virtual
2021-06-23 13:48:07  
http://indonesian.cri.cn/20210623/983a8cad-78ad-961b-4613-d53cd9e276a4.htmlAnggota
 Dewan Negara Tiongkok merangkap Menteri Luar Negeri Wang Yi mengadakan 
pertemuan virtual dengan Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta pada 
Hari Selasa kemarin (22/6).

Wang Yi menyatakan, Tiongkok dan Selandia Baru adalah mitra strategis 
komprehensif. Tiongkok sangat mementingkan hubungan Tiongkok-Selandia Baru, dan 
menghargai saling kepercayaan antar kedua negara. Tiongkok bersedia berupaya 
bersama dengan Selandia Baru, terus mengembangkan semangat “pelopor”, agar 
hubungan Tiongkok-Selandia Baru menjadi teladan antar sistem yang berbeda dan 
negara berbeda yang saling menghormati, bekerja sama dan menang bersama, serta 
memberikan kontribusi untuk memperdalam kesejahteraan rakyat kedua negara, 
serta mendorong perdamaian dan kestabilan kawasan ini. Kedua pihak hendaknya 
memanfaatkan Perjanjian Perdagangan Bebas Tiongkok-Selandia Baru, untuk 
mempercepat perundingan dan pelaksanaan rancangan kerja sama spesifik Sabuk dan 
Jalan, menciptakan titik pertumbuhan kerja sama baru di bidang-bidang energi 
bersih, ekonomi sirkuler, dan inovasi iptek, serta mendorong kerja sama kedua 
negara berkembang dengan kualitas yang tinggi. Tiongkok berharap, Selandia Baru 
menjamin hak dan kepentingan sah perusahaan mancanegara termasuk Tiongkok. 
Tiongkok bersedia melakukan lebih banyak pertukaran antar masyarakat dengan 
Selandia Baru, dengan berpegang pada peluang HUT ke-50 penggalangan hubungan 
diplomatik kedua negara. Tiongkok menyambut partisipasi atlet Selandia Baru 
pada Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing.

Mahuta mengucapkan selamat atas HUT ke-100 berdirinya Partai Komunis Tiongkok, 
dan menghargai prestasi Tiongkok di bidang-bidang pengentasan kemiskinan, 
pembangunan berkelanjutan, dan penanggulangan pandemi Covid-19. Mahuta 
menyatakan, kedua negara mempunyai banyak kesamaan, Selandia Baru bersedia 
bersama Tiongkok memperdalam kerja sama di bidang-bidang yang memiliki 
kesepakatan, dan meningkatkan komunikasi di bidang perselisihan, untuk 
mendorong kemitraan strategis komprehensif Selandia Baru-Tiongkok berkembang 
lebih mendalam. Dengan memanfaatkan peluang HUT ke-50 penggalangan hubungan 
diplomatik kedua negara, kedua pihak diharapkan dapat merancang masa depan 
hubungan bilateral dengan baik, memperdalam kerja sama ekonomi dan perdagangan, 
bersama-sama menghadapi masalah perubahan iklim, dan memberikan kontribusi 
positif demi kestabilan dan pembangunan kawasan ini dan seluruh dunia. Selandia 
Baru menentang politisasi pandemi, berupaya melakukan penelusuran secara 
ilmiah, dan berharap melakukan dialog dengan Tiongkok terkait urusan negara 
kepulauan Pasifik. Selandia Baru bersedia bersama Tiongkok mendorong Organisasi 
Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) mengeluarkan sinyal jelas dalam 
penanggulangan pandemi dan pemulihan ekonomi. Selandia Baru berupaya memelihara 
multilateralisme, dan menghargai nilai-nilai negaranya, serta bersedia 
mengadakan dialog dan mencari kesepahaman melalui berbagai jalur mengenai 
masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama termasuk demokrasi dan HAM.

Wang Yi menyatakan, apakah suatu negara melakukan perlindungan HAM dan 
memelihara demokrasi, hanya rakyat merekalah yang paling berhak menjawab 
pertanyaan ini. Berbagai negara dapat bertukar pendapat mengenai masalah 
demokrasi dan HAM, untuk meningkatkan saling pengertian. Akan tetapi, dialog 
harus didasarkan pada semangat saling menghormati dan kesetaraan, bukannya 
menerapkan asas praduga bersalah. Tiongkok bersedia melakukan konsultasi dengan 
Selandia Baru melalui berbagai cara yang layak. 


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/3ED91DED08524273BDC5BB070137351A%40A10Live.

Reply via email to