https://www.antaranews.com/berita/2230630/china-tak-akan-tekan-tombol-jeda-belt-and-road



Laporan dari China

China tak akan tekan tombol jeda "Belt and Road"

Kamis, 24 Juni 2021 20:09 WIB

Logo Belt and Road Forum. ANTARA/HO-Brfmc/pri.
Beijing (ANTARA) - Tombol jeda atau "pause button" proyek kerja sama dalam 
kerangka Prakarsa Sabuk Jalan (BRI) tidak akan ditekan meskipun terjadi pandemi 
COVID-19, demikian penegasan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Dalam memimpin pertemuan daring pejabat tinggi negara-negara anggota BRI di 
wilayah Asia-Pasifik, Rabu (23/6), Wang menyatakan bahwa kerja sama BRI telah 
mengalami kemajuan dan memiliki pertahanan yang kuat dalam menghadapi badai 
pandemi.

Ia menyebutkan 140 negara telah menandatangani kesepakatan dengan China melalui 
kerangka BRI lebih dari delapan tahun sejak 2013.

Total nilai perdagangan antara China dan mitra kerja samanya di BRI telah 
mencapai 9,2 triliun dolar AS dan perusahaan-perusahaan China juga telah 
berinvestasi di negara mitra BRI tersebut hingga mencapai 130 miliar dolar AS, 
sebut Wang yang juga anggota Dewan Negara atau semacam menteri koordinator 
tersebut.


Baca juga: G7 hadapi Inisiatif Sabuk dan Jalan China dengan proyek infrastruktur

Baca juga: Australia batalkan kesepakatan untuk Satu Sabuk, Satu Jalan China


"BRI telah menjadi platform paling luas dan berskala terbesar dalam kerja sama 
internasional yang membawa peluang dan manfaat bagi negara-negara di seluruh 
dunia," ujarnya.

Wang menggarisbawahi bahwa kerja sama saling yang menguntungkan, terbuka, dan 
inklusif telah menjadi prinsip dasar BRI.

"Meskipun diinisiasi oleh China, BRI memberikan kesempatan dan manfaat bagi 
semua peserta," ucapnya.

Informasi yang dihimpun ANTARA Beijing dari Kementerian Luar Negeri China, 
pertemuan pada Rabu itu menghasilkan enam konsensus yang di antaranya terkait 
dengan peningkatan kerja sama di tengah pandemi, distribusi vaksin yang lebih 
merata, pembangunan Jalur Sutera Hijau, liberalisasi perdagangan dan investasi, 
dan percepatan implementasi agenda pembangunan berkelanjutan 2030.

Ada dua konsensus lain yang ditekan para peserta pertemuan tersebut, yakni 
kerja sama internasional di bidang penelitian, pengembangan, dan distribusi 
vaksin COVID-19 dan program pembangunan infrastruktur rendah karbon yang 
berkelanjutan.

Baca juga: KJRI keluarkan imbauan setelah Hong Kong naikkan status Indonesia

Baca juga: Seorang kolumnis ditangkap, tabloid Apple Daily berhenti terbit

 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

    TAGS:
    Belt and Road
    Prakarsa Sabuk Jalan
    proyek Belt and Road






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210624182036.04145a09c3974f04a254e5c3%40upcmail.nl.

Reply via email to