Apa itu ekonomi syariah? Dimana bukti kemajauan ekonomi syariah mensejahterahkan penduduk?
https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/42015/sri_mulyani__ekonomi_syariah_jadi_salah_satu_pilar_pemulihan_ekonomi *Sri Mulyani: Ekonomi Syariah Jadi Salah Satu Pilar Pemulihan Ekonomi* Selasa , 29 Juni 2021 | 13:42 *JAKARTA -* Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran penting dalam perekonomian nasional terutama pada kondisi pandemi sehingga dapat menjadi salah satu pilar utama penopang pemulihan ekonomi. "Tidak hanya untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi, namun juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkeadilan dan sesuai dengan prinsip berkelanjutan," katanya dalam peluncuran Buku Teks Ekonomi Syariah di Jakarta, Selasa (29/6/2021). Sri Mulyani mengatakan nilai-nilai ekonomi syariah dapat mendorong ekonomi nasional yang adil dan merata di seluruh aspek terutama pada sektor pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan ekonomi yang inklusif. Ia menuturkan mekanisme redistribusi syariah adalah sistem jaring pengaman sosial yang secara fundamental Islam mengajarkan untuk selalu peduli dan memberikan perhatian terutama kepada kelompok tidak mampu dan rentan. Menurutnya, hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan sesuai dengan desain kebijakan pemerintah untuk membangun jaring pengaman sosial melalui berbagai program bantuan sosial. Ia menjelaskan program jaring pengaman sosial dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kelompok lemah, miskin, dan rentan agar mereka mampu mengejar ketertinggalan. "Ini juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi Indonesia," ujarnya. Tak hanya itu, sistem keuangan syariah berbasis *risk* *sharing* juga mampu menciptakan stabilitas sistem keuangan karena menghindari risiko berlebihan dalam rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. "Pengambilan risiko berlebihan dan risiko yang tidak *prudent* akan mampu menciptakan krisis ekonomi," katanya. Ia melanjutkan, prinsip-prinsip ekonomi syariah ini sejalan dengan empat pilar utama dari Sustainable Development Goals (SDGs) yang mencakup aspek pembangunan manusia, kekuatan sosial, bidang ekonomi, dan menjaga lingkungan. Ia mengatakan melihat potensi ekonomi syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru maka pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Hal ini tercermin dari arahan Presiden Joko Widodo yakni dengan potensi pasar keuangan syariah yang sangat besar maka seharusnya Indonesia dapat menjadi penggerak utama perekonomian syariah. "Jadi, tidak hanya menjadi target market dan produk industri yang halal dari negara-negara lain," tegasnya. *(E-3)* *+++++* https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/42043/wapres_dorong_inovasi_dan_riset_terkait_ekonomi_syariah *Wapres Dorong Inovasi dan Riset Terkait Ekonomi Syariah* Selasa , 29 Juni 2021 | 18:36 Listen to this *JAKARTA -* Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk meningkatkan inovasi dan penelitian terkait ekonomi dan keuangan syariah. "Lembaga pendidikan perguruan tinggi dengan program studi ekonomi syariah diharapkan dapat melakukan studi dan riset untuk mendorong inovasi dan pengembangan lebih lanjut di bidang ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," kata Wapres Ma’ruf dalam sambutannya pada *Launching* Buku Panduan Magang dan Buku Teks Ekonomi Syariah secara virtual dari Jakarta, Selasa (29/6/2021). Ekonomi dan keuangan syariah, lanjut Wapres merupakan salah satu program prioritas pemerintah saat ini untuk mencapai arus baru perekonomian nasional. Untuk memperkuat ekosistem di sektor tersebut, pemerintah perlu lebih banyak sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang dibentuk melalui pendidikan di perguruan tinggi, katanya. Oleh karena itu, Wapres mendorong seluruh lembaga pendidikan tinggi menyusun kurikulum yang tepat dan sesuai dengan kondisi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. "Salah satu faktor penentu terciptanya SDM berkualitas berbasis ekonomi dan keuangan syariah adalah melalui pendidikan yang didukung oleh kurikulum dan juga buku teks panduan pengajaran ekonomi dan keuangan syariah yang tepat," jelasnya. Terkait peluncuran dua buku tersebut, Wapres mengapresiasi kinerja Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan 10 perguruan tinggi dalam memberikan acuan kurikulum pendidikan ekonomi syariah di Indonesia. "Apresiasi dan rasa terima kasih sebesar-besarnya saya sampaikan kepada KNEKS dan sepuluh perguruan tinggi di Indonesia atas capaian dan keberhasilannya dalam upaya menyusun dan menyelaraskan kurikulum program studi ekonomi syariah," ujar Wapres. Sepuluh perguruan tinggi yang terlibat dalam penyusunan kedua buku tersebut ialah Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga, UIN ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Islam Indonesia serta Institut Agama Islam Tazkia. *(E-3* -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Ai9TvvoBSs91QjAcHAvGEnT-nhqSCYL2OLpPHkFfzfZg%40mail.gmail.com.
