It's pretty good what he has. Do other high-ranking officials   also have
special means of production like general Moeldoko ?

https://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/pr-012143063/moeldoko-ungkap-industri-mobil-listrik-dan-benih-padi-miliknya

*Moeldoko Reveals Electric Car Industry and His Rice Seed*

Muhammad Ashari |

- July 1, 2021, 06:46 WIB

Innovation for the Nation', Wednesday, June 30, 2021.

He said that in the context of giving a speech on one of DASS's themes on
innovation.

"Ladies and gentlemen, about this innovation, I am not just talking. But I
will give an example of what I have done," he said.

Moeldoko <https://www.pikiran-rakyat.com/tag/Moeldoko>  said that after
serving as  the TNI Commander
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/Panglima-TNI> , he decided to enter the
industrial world.

 *Baca Juga: Klarifikasi MC Viral Usai Ditawari Pandu Acara Pesugihan Sekte
Elite, Ungkap 2 Dugaan Motif Terselubung
<https://www.pikiran-rakyat.com/teknologi/pr-012141958/klarifikasi-mc-viral-usai-ditawari-pandu-acara-pesugihan-sekte-elite-ungkap-2-dugaan-motif-terselubung>*

Salah satu sektor industri yang dimasukinya pertama kali adalah terkait
dengan pengembangan benih padi
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/benih-padi>.

"Saya membangun perusahaan (benih) padi. yaitu kami telah mengembangkan
riset benih padi <https://www.pikiran-rakyat.com/tag/benih-padi> M70D dan
M400. Benih ini telah memotong waktu tanam, karena apa? Karena benih M70D
adalah padi yang berusia sekitar 75 hari. Bisa dibayangkan, kita bisa
menghemat lebih dari 30 hari dan hasil panennya cukup membanggakan karena
rata-rata di atas 8 ton," tuturnya.

Pengembangan benih padi
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/benih-padi> dinilainya
penting karena berkaitan dengan kedaulatan pangan.

 *Baca Juga: Tabung Oksigen Langka, Keluarga Pasien: Mahal pun Kami Beli
Asal Barang Ada
<https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-012143033/tabung-oksigen-langka-keluarga-pasien-mahal-pun-kami-beli-asal-barang-ada>*

"Hal ini penting untuk dilakukan oleh semua pihak, karena apa? Kita ingin
jadi bangsa yang memiliki kedaulatan pangan," tuturnya.

Moeldoko <https://www.pikiran-rakyat.com/tag/Moeldoko> juga kemudian
mengungkap bisnis bus listriknya di perusahaan Mobil Anak Bangsa. Ia
mengaku memasuki bisnis tersebut karena melihat baterai, sumber daya mobil
listrik <https://www.pikiran-rakyat.com/tag/mobil-listrik>, menjadi
komponen yang penting saat ini.

"Saya juga melihat bahwa baterai adalah masa depan. Karenanya, saya juga
masuk ke industri kendaraan listrik dengan menciptakan bus listrik karya
anak bangsa yang saya beri nama Mobil listrik Anak Bangsa atau MAB. itu
sepenuhnya saya adalah *owner *dari MAB itu," ujarnya.

Moeldoko <https://www.pikiran-rakyat.com/tag/Moeldoko> menambahkan,
pengembangan mobil listrik
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/mobil-listrik> diharapkan bisa membantu
masyarakat. Pasalnya, penggunaannya bisa mengurangi polusi udara dan impor
BBM. Bila impor BBM berkurang, defisit keuangan negara dikatakannya bisa
menjadi imbang.

 *Baca Juga: Awal Juli 2021, Tanggamus Lampung Diguncang Gempa Magnitudo
4,2
<https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-012143012/awal-juli-2021-tanggamus-lampung-diguncang-gempa-magnitudo-42>*

Dalam kesempatan itu, Moeldoko
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/Moeldoko> kemudian
'menantang' peserta acara untuk berinovasi. "Saya menantang dan mengajak,
ayo terus berinovasi. Masa kalian kalah dengan moeldoko?" tuturnya.

DASS 2021 merupakan program beasiswa yang dilaksanakan oleh Dexa Group.
Dalam DASS 2021, diketahui sebanyak 1.917 peserta telah mendaftar. Proposal
penelitian hingga babak penjurian diseleksi ketat oleh saintis-saintis
terbaik Indonesia, di antaranya yakni Direktur Pengembangan Bisnis dan
Saintifik PT Dexa Medica Dr Raymond Tjandrawinata selaku Ketua Dewan Juri,
kemudian sejumlah guru besar di Unpad, ITB dan UI.

Setelah proses penjurian, terpilih 3 pemenang yang mendapatkan beasiswa
pendidikan S2 dan juga penelitian. Pemenang program beasiswa DASS 2021
adalah Jenifer Kiem Aviani alumni Institut Teknologi Bandung, Ni Putu Eka
Krisnayanti alumni dari Universitas Udayana, dan Ahmad Ikhsanudin alumni
dari Universitas Lampung.

Dalam acara tersebut, diserahkan juga donasi 25.000 kapsul obat-obatan yang
bermanfaat untuk menjaga imunitas masyarakat terdampak Covid-19. Donasi ini
disalurkan melalui Yayasan Tunas Bakti Nusantara dan Rumah Harapan
Indonesia.***

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CNtmrax1SKxVBTUbikdVxY8VykVO1wYQXu8Yq501E4xA%40mail.gmail.com.

Reply via email to