Beberapa waktu sebelum pilpres lalu pernah dikatakan oleh  Jenderal Prabowo
bahwa  NKRI bubar tahun 2045, jadi berpendapatan tinggi hanya mimpi yang
tak terwujud.

On Thu, Jul 8, 2021 at 9:48 AM BILLY GUNADIE <[email protected]>
wrote:

> Kenapa bertekad......sekalian bertekad sehat....Negara kuat....
>
> Sent from Rogers Yahoo Mail on Android
> <https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>
>
> On Thu., Jul. 8, 2021 at 3:18 a.m., Sunny ambon
> <[email protected]> wrote:
> Pasti berhasil jika yang dimaksudkan kaum neo-Mojopahit dan para
> koruptornya berpendapatan tinggi.
>
> On Tue, Jul 6, 2021 at 7:02 PM 'j.gedearka' via GELORA45 <
> [email protected]> wrote:
>
>
>
>
>
>
> https://www.antaranews.com/berita/2252266/menko-airlangga-indonesia-bertekad-jadi-negara-berpendapatan-tinggi
>
>
>
> Menko Airlangga: Indonesia bertekad jadi negara berpendapatan tinggi
>
> Selasa, 6 Juli 2021 19:45 WIB
>
> Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat pertemuan
> virtual Economic, Trade, and Investment Ministers’ Meeting(ETIMM) di
> Jakarta, Selasa (6/7/2021). ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian/pri.
> Pemerintah Indonesia optimis IA-CEPA dapat membawa Indonesia dan Australia
> untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi yang berkelanjutan
> Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga
> Hartarto menyampaikan Indonesia bertekad menjadi negara berpendapatan
> tinggi atau high income country.
>
> Saat pertemuan virtual Economic, Trade, and Investment Ministers’
> Meeting(ETIMM) di Jakarta, Selasa  Menko mengatakan pemerintah telah
> melaksanakan reformasi struktural melalui Undang-Undang Cipta Kerja dengan
> tujuan menyederhanakan perizinan berusaha, mendirikan lembaga pengelola
> investasi untuk iklim investasi yang lebih baik, serta menetapkan daftar
> prioritas investasi.
>
> “Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diharapkan dapat
> mendorong pelaku usaha Australia untuk lebih optimal dalam memanfaatkan
> IA-CEPA, AANZ-FTA, dan Regional Comprehensive Economic Partnership,”
> katanya.
>
> Pada pertemuan bilateral tersebut Indonesia Australia sepakat untuk
> memperkuat hubungan ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi bersama, serta
> optimalisasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership
> Agreement (IA-CEPA).
>
> IA-CEPA Economic Cooperation Program (ECP) KATALIS diharapkan dapat
> mewujudkan konsep Economic Powerhouse IA-CEPA melalui kolaborasi kekuatan
> ekonomi untuk mendorong produktifitas produk industri dan pertanian, dan
> berkontribusi lebih besar pada global value chains' untuk memasok kebutuhan
> global.
>
>
> Baca juga: Sri Mulyani sebut korupsi hambat RI jadi negara berpendapatan
> tinggi
>
>
> “Pemerintah Indonesia optimis IA-CEPA dapat membawa Indonesia dan
> Australia untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi yang
> berkelanjutan, memperkuat peran kedua negara dalam perubahan nilai global
> dan meraih masa depan yang lebih baik,” tutur Menko Airlangga.
>
> Kedua negara juga menegaskan kembali komitmen terhadap sistem perdagangan
> multilateral yang terbuka dan berdasar pada prinsip-prinsip yang telah
> disepakati dalam World Trade Organization (WTO) dan mendukung reformasi
> yang sejalan dengan kepentingan seluruh anggota WTO.
>
> Indonesia diproyeksikan menjadi manufacturing powerhouse (pusat
> pengolahan) dengan kemudahan akses berbagai bahan baku dan penolong murah
> serta berkualitas dari Australia.
>
> Indonesia Australia juga sepakat dan mengakui peran penting investasi
> infrastruktur yang berkualitas dalam mendorong pemulihan ekonomi yang
> berkelanjutan dan inklusif sebagai prioritas dalam G20. Kolaborasi juga
> perlu diperkuat pada isu-isu penting bagi masa depan ekonomi kawasan,
> diantaranya perubahan iklim, pengurangan emisi, investasi, dan teknologi.
>
> Selain juga mengakui pentingnya nilai dialog berkelanjutan antara kedua
> mitra strategis dalam mewujudkan Kawasan Indo-Pasifik yang terbuka,
> inklusif, dan sejahtera. Untuk itu, keduanya berkomitmen pertemuan
> Indonesia-Australia ETIMM digelar setiap tahun sejalan dengan komitmen
> dalam Joint Statement Indonesia-Australia ALM tahun 2020.
>
>
> Baca juga: Sri Mulyani ungkap syarat utama jadikan RI negara berpendapatan
> tinggi
>
>
> “Sebagai dua negara yang memiliki ikatan sejarah yang dalam dan berbagi
> ikatan lingkungan yang unik, saya percaya bahwa Indonesia dan Australia
> dapat tumbuh bersama dengan memanfaatkan kekuatan satu sama lain,” katanya.
>
> Australia merupakan negara maju yang menjadi salah satu mitra dagang
> penting bagi Indonesia dengan penduduk lebih dari 26,1 juta jiwa (2021)
> dengan rata-rata real GDP growth 2,44 persen per tahun selama 5 tahun
> terakhir (2015-2019).
>
> Sampai dengan triwulan pertama 2021, Australia telah mencatatkan investasi
> sebesar 59.5 juta dolar AS dengan jumlah 321 proyek investasi yang meliputi
> berbagai sektor seperti pertambangan, industri logam dasar, barang logam,
> tanaman pangan, perkebunan, peternakan, hotel dan restoran.
>
> Turut hadir sebagai Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut
> diantaranya Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri Perencanaan
> Pembangunan Nasional, Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal, dan Duta
> Besar RI di Canberra.
>
> Sedangkan Pemerintah Australia diwakili oleh Australian Treasurer Josh
> Frydenberg, Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Dan
> Tehan, dan Duta Besar (Designate) Australia di Jakarta Penny Williams.
>
>
> Baca juga: Wamenkeu: Pendapatan negara Mei 2021 tumbuh 9,3 persen
>
> Baca juga: Imbas COVID, Bappenas: RI balik jadi negara pendapatan menengah
> bawah
>
>
> Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
> Editor: Subagyo
> COPYRIGHT © ANTARA 2021
>
>
>
>
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210706190159.ceaad9a79df2204a3bdce6f5%40upcmail.nl
> .
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2ACUGhz-haHAtfJw4CMCAm71ib07835cjNspoTiB6WAQA%40mail.gmail.com
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2ACUGhz-haHAtfJw4CMCAm71ib07835cjNspoTiB6WAQA%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2DryQY7ZDGSi5mJt5Zk323J3b6Etm7xGmGPTDaHPVbqbQ%40mail.gmail.com.

Reply via email to