750 Ribu Netizen Imbau Periksa Tuntas Laboratorium AS
2021-07-20 10:42:04  
http://indonesian.cri.cn/20210720/c5df2186-e683-532d-5b71-bfba220eadda.htmlBerkenaan
 penandatanganan aksi spontan netizen yang mengimbau diadakannya pemeriksaan 
tuntas terhadap laboratorium Fort Detrick AS, jubir Kemlu Tiongkok Zhao Lijian 
hari Senin kemarin(19/7) menyatakan, pihak AS hendaknya melaksanakan imbauan 
masyarakat internasional termasuk rakyat Tiongkok, dan memberikan respon yang 
memuaskan kepada surat terbuka dan isi jajak pendapat internet.

Menurut laporan, pada bulan Juni lalu, netizen Tiongkok pernah mengeluarkan 
sebuah surat terbuka yang mengimbau WHO untuk memeriksa laboratorium Fort 
Detrick. Pada 17 Juli lalu, para netizen sekali lagi mengeluarkan surat terbuka 
dan mempercayakan Harian Global Times untuk memprakarsai inisiatif 
penandatanganan bersama, agar lebih banyak orang ikut mengimbau WHO mengadakan 
pemeriksaan terhadap Fort Detrick dan laboratorium virus AS lainnya yang 
sama-sama memiliki kemungkinan kebocoran virus sebagai pekerjaan penelusuran 
asal usul virus Covid-19 tahap selanjutnya.

Dalam jumpa pers Kemlu kemarin, Zhao Lijian menyatakan, hingga tanggal 19 Juli 
pukul 15:00, lebih dari 750 ribu netizen ikut serta dalam kegiatan pengumpulan 
tandatangan bersama kali ini demi menghimbau diadakannya pemeriksaan tuntas 
terhadap laboratorium Fort Detrick AS, guna mencari tahu kebenaran mengenai 
virus Covid-19. Dicatat pula bahwa kini jumlah peserta penandatanganan masih 
bertambah cepat. Sedangkan mengenai arah pekerjaan penelusuran asal usul virus 
tahap selanjutnya, situs web huanqiu.com juga mulai mengadakan jajak pendapat 
internet. Kini lebih dari 90% peserta menganggap bahwa AS hendaknya menjadi 
sasaran penelusuran asal usul virus tahap selanjutnya.



Kemlu Tiongkok: 
Sejarah Akumulasi Kekayaan AS adalah Sejarah Penuh dengan Air Mata dan Darah 
Pribumi
2021-07-20 10:40:53  Jubir Kemlu Tiongkok Zhao Lijian hari Senin kemarin (19/7) 
menyatakan, sejarah akumulasi kekayaan AS adalah sejarah pribumi yang penuh 
dengan air mata dan darah. Di hadapan jiwa ratusan ribu orang Indian yang 
dimutilasi, politikus AS yang menyebarkan rumor akan selama-lamanya dikutuk 
oleh keadilan dan hati nurani.

Belum lama berselang, Anggota Kongres AS selaku aktivis sosial keturunan 
Afrika, Cori Bush pada Hari Kemerdekaan AS mengatakan, Hari Kemerdekaan AS yang 
mewakili kebebasan AS hanya dimiliki oleh warga kulit putih. AS mencuri tanah 
dari pribumi, sedangkan warga AS keturunan Afrika masih belum mendapatkan 
kebebasan. Seputar hal itu, pembawa acara Fox News AS Jesse Watters mengatakan, 
tanah tersebut bukan dicuri, melainkan dimenangkan dalam medan perang. Kita 
menang dalam perang, meskipun kejam, tapi kita tak mungkin akan mengembalikan 
tanah tersebut kepada pribumi. Argumentasi Watters tersebut mengundang kritikan 
merata dari masyarakat AS.

Zhao Lijian dalam jumpa pers Senin kemarin (19/7) menunjukkan, pemerintah AS 
dengan cara yang tak tahu malu merebut sekitar 6 juta kilometer persegi tanah 
pribumi, yang merupakan dua per tiga total wilayah AS. Hingga kini, di wilayah 
AS yang luas, kampung halaman yang awalnya dimiliki oleh para pribumi hampir 
lenyap, dan hanya tinggal ‘reservasi’ sporadis yang menyaksikan pengalaman 
tragis mereka didiskriminasi dan dimarjinalisasi. Aktivis pribumi AS pernah 
berterus terang bahwa penghapusan sejarah pribumi adalah dosa asal AS.

Apa kualifikasi AS untuk main tuding terhadap kebijakan etnis negara-negara 
lain?



-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/F3C957604836426EA608199BE6A5047F%40A10Live.

Reply via email to