Bayangan Gelap di Bawah Mercusuar HAM AS: Diskriminasi Serius terhadap Muslim 2021-07-20 15:22:25 http://indonesian.cri.cn/20210720/6344c8f7-34a8-349a-1c08-43fee619ca65.htmlAS menyebut dirinya sebagai "Mercusuar HAM," dan sering menstigmatisasi dan menekan negara lain di bawah bendera "melindungi HAM." Namun, di bawah bayangan mercusuar, kenyataannya adalah, AS telah sangat mendiskriminasi muslim yang teraniaya dengan kejam. Dapat dikatakan bahwa stigma dari “mercusuar HAM” itu sendiri semakin redup. AS bukan hanya tidak punya niat dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah serius diskriminasi Muslim di negaranya sendiri, tetapi juga menggunakan nama HAM sengaja memprovokasi konflik dan menyebarkan kebencian di luar negeri, mencampuri urusan dalam negeri negara-negara lain tanpa garis batas, sehingga umat Muslim berada di dalam bahaya. Berbagai tindakan AS yang mendiskriminasi dan menganiaya Muslim di dalam dan luar negeri telah mengungkapkan kemunafikan HAM AS.
Rasisme Merasuk Sampai Tulang Hampir 20 tahun telah berlalu sejak insiden " 11 September ". Muslim AS masih mengalami stigmatisasi, marginalisasi, ketakutan, ancaman dan pengawasan yang tidak dapat diterima. Kejahatan kebencian AS terhadap Muslim tetap tinggi. Pada saat yang sama, deskripsi negatif tentang Muslim yang hanya didasarkan pada rasisme dalam karya budaya film dan televisi telah berkontribusi pada diskriminasi, permusuhan dan kekerasan terhadap individu dan komunitas Muslim. Sebuah laporan yang berjudul "Disappearance and Defamation" dari Annenberg Inclusion Initiative menemukan bahwa di antara film-film terlaris yang dirilis di Inggris, AS, dan Australia dari tahun 2017 hingga 2019, sebagian besar Muslim adalah orang asing, pembunuh, agresor dan citra-citra negatif lainnya. Penindasan Ekstrem secara hukum Sebagai satu-satunya negara di dunia yang telah mengeluarkan larangan terhadap umat Islam, meskipun AS berusaha untuk menciptakan citra internasional yang memiliki keragaman etnis, inklusif dan terbuka, ia masih memiliki prioritas kulit putih yang mengakar. Trump, yang terus melontarkan pernyataan diskriminatif dan menyerang umat Islam saat mencalonkan dirinya dalam pemilu, semakin intensif sejak ia menjabat. Artikel "Rasisme Anti-Muslim Sekarang Menjadi Hukum AS" yang diterbitkan oleh media Jerman percaya bahwa keputusan Mahkamah Agung AS untuk "melegitimasi" larangan Muslim Trump adalah pertama kalinya dalam sejarah AS, bahwa Islamofobia telah dilembagakan dan disahkan. Hal ini juga telah melanggar Ketentuan Konstitusi AS yang memberikan perlindungan setara dan hak pengadilan yang adil untuk semua orang. Tindakan Hegemoni Menganiaya Muslim Perantauan Dalam memperlakukan Muslim asing, AS telah berulang kali mengadopsi standar ganda demi kepentingan pribadi atas nama HAM. Meski terus mengatakan mereka peduli dengan kesejahteraan Muslim, sejak awal abad ini, AS telah mengobarkan perang di Afghanistan, Suriah dan Irak dengan kedok "anti-terorisme", dan mengakibatkan jutaan korban sipil Muslim yang tidak bersalah. Selama pandemi Covid-19, AS terus mengenakan sanksi terhadap Iran dan negara-negara lain, memperburuk kehidupan masyarakat setempat yang mengakibatkan depresi ekonomi dan kesengsaraan rakyat. Dalam menghadapi konflik Palestina-Israel, AS tidak hanya sekali menentang konsensus semua negara anggota dengan hanya memilih Israel. Justru seperti kata Jubir Kemlu Tiongkok, “meski AS menyebut dirinya prihatin pada HAM Muslim, namun mereka tidak peduli pada kesengsaraan orang Palestina.” HAM hanyalah senjata politik AS dengan target kotornya yang tersembunyi, untuk terus melakukan kejahatan rasisme yang melanggar keadilan internasional dan kesadaran moral di balik topeng munafiknya. (Penulis: Deng Shuhua dari Institut Studi Eropa Akademi Ilmu Sosial Tiongkok) -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/816E707B787B4742AE877D256E2404B2%40A10Live.
