Tanggungjawab Pemuda, Masa Depan Negara, Generasi 2000-an Tiongkok Patut Dinantikan ! 2021-07-26 20:44:43 http://indonesian.cri.cn/20210726/f9a56a01-d654-4e2d-d295-eb73c62bb8ab.html
Penembak asal Tiongkok generasi kelahiran 2000-an, Yang Qian, menjadi peraih medali emas pertama Olimpiade Tokyo 2020 setelah menjadi juara dalam nomor tembak senapan angin 10 meter putri di Asaka Shooting Range, Jepang, Sabtu (24/7). Inilah medali emas pertama yang diraih Kontingen Tiongkok. Mengulang kembali kesuksesan penembakannya, “mantap” adalah karakter atlet penembak cewek muda yang sangat menonjolkan. Dalam laga kualifikasi, posisi Yang Qian hanya berada di peringkat ke-6 dengan mengumpulkan 628,7 poin, atau tertinggal 4,2 poin dari peringkat pertama. Yang Qian sejatinya bukan favorit utama dalam nomor 10 meter air rifle ini.Pada babak final ,atlet 21 tahun tersebut tetap muncul kesalahan, sampai putaran terakhir masih tertinggal 0,2 poin dari lawannya yang berada di posisi pertama untuk sementara. Tapi dengan sikap “mantap” dan tenang,akhirnya dia mengalahkan Anastasiia Galashina dari Rusia (ROC) pada tembakan terakhir, yang membuat namanya tercatat sebagai pemecah rekor air rifle 10 meter putri Olimpiade dengan catatan 251,8 poin. “Mantap” adalah kunci kesuksesan Yang Qian dalam pertandingan, namun si cewek generasi 2000-an tetap menampilkan sikap manis dan imut pada upacara penganugrahan medali pasca pertandingan. Berdiri di atas podium, si mahasiswi Universitas Tsinghua ini nampaknya manis dan imut dengan rambutnya dihiasi jepitan warna kuning, kuku kulitnya kerang mutiara berkirau, dengan mengalungkan medali emas, dia membuat gaya bentuk hati dengan mengangkat tangan di atas kepala. Dalam suara tebuk tangan dan sorak sorai para penonton, atlet-atlet Kontingen Tiongkok kelahiran 2000-an memulai perjalanan Olimpiade Tokyo 2020. Dalam babak final nomor pistol angin 10 meter putri pada pagi Hari kedua Olimpiade Tokyo (25/7), atlet Tiongkok kelahiran tahun 2000, Jiang Ranxin meraih medali perunggu dalam debutnya di Olimpiade dengan skor 218 poin. Sore hari yang sama, atlet Tiongkok berusia 16 tahun, Sheng Lihao menyumbangkan medali perak untuk Tim Tiongkok dengan skornya 250,9 poin. Dari Yang Qian, sampai Jiang Ranxin dan Sheng Lihao, para pemuda generasi 2000-an Tiongkok dengan kekuatan dirinya membuktikan mereka sudah bangkit dan berdiri di pusat panggung zaman ini. Sebelumnya masyarakat pernah meragukan: para pemuda generasi 2000-an lahir dan berdewasa pada zaman yang kemakmuran material, apakah mereka akan berkembang menjadi tulang punggung negara pada masa depan? Apakah mereka akan menjadi kekuatan teguh yang patut dipercaya? Para generasi muda 2000-an belum pernah membantah kecurigaan tersebut, namun pada saat bahaya tiba, ketika menjadi pilihan zaman, mereka rela berkembang menjadi pemuda yang punya tanggung jawab, dan memberikan jawaban yang memuaskan kepada negara dan rakyat Tiongkok. Kami tidak melupakan, ketika wabah Covid-19 merebak, kaum muda generasi 2000an aktif menyumbangkan kekuatan dirinya. Merekalah berpartisipasi dalam pembangunan Rumah Sakit Leishenshan, tiap hari hanya tidur 5-6 jam. Kami tidak melupakan, ketika Kota Zhengzhou Propinsi Henan dilanda hujan deras dan banjjr,polisi bersenjata generasi 2000-an Tiongkok Zheng Xinxin berturut-turut melakukan pertolongan di hujan selama 8 jam, kakinya terendam air sampai kulitnya mengeriput dan bengkak. Kami tidak melupakan, dua pemadam kebakaran generasi 2000-an yang hilang nyawa dalam peristiwa kebakaran Gunung Liangshan pada tahun 2019, prajurit generasi 2000-an Tiongkok Chen Xiangrong yang jadi korban dalam bentrok perbatasan pada tahun 2020. “Cinta yang jernih hanya disediakan kepada Tiongkok”. Justru seperti apa yang dikatakan Chen Xiangrong, generasi muda 2000-an Tiongkok dengan aksi riilnya memberitahukan kepada seluruh dunia: Pemuda generasi ini bisa melindungi Tiongkok, juga bisa meraih prestasi demi Tiongkok. Mengalami ujian dan kesulitan zaman, generasi muda 2000-an Tiongkok tidak hanya berkembang menjadi pahlawan yang melindungi rakyat, juga bisa mantap berpartisipasi dalam persalingan dunia, akihrnya kembali pulang dengan mengemban kehormatan rakyat manca negara. Tanggungjawab pemuda, masa depan negara. Ketika generasi muda 2000-an berkembang menjadi kekuatan teguh masyarakat, masa depan Tiongkok pastilah mengalami perubahan besar-besaran karena penampilan mereka. Bangga atas kesuksesan Yang Qian, bangga atas penampilan pemuda generasi 2000-an Tiongkok! Masa depan mereka patut dinantikan! Masa depan Tiongkok patut dinantikan! -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/562AD16F2DE64C51896C8D81300ECA47%40A10Live.
