Puluhan Juta Warganet Imbau Pemeriksaan terhadap Lab. Detrick AS, Jubir Kemenlu Tiongkok : Mengapa AS Pura-Pura Tak Peduli? 2021-07-27 14:55:21 Belakangan ini, puluhan juta warganet Tiongkok mengimbau WHO untuk memeriksa Laboratorium Fort Detrick Amerika. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian di depan jumpa pers 26 Juli kemarin menunjukkan, pihak AS harus memberikan jawaban atas berbagai kecurigaan terkait Lab. Ft. Detrick. Sementara itu, dia juga menanyakan kepada pihak AS, menghadapi seruan adil puluhan juta warganet Tiongkok tersebut, mengapa AS pura-pura tak peduli?
Menurut statistik terbaru Harian Global Times, lebih dari 13 juta warganet Tiongkok memberikan tanda tangan bersama untuk mengimbau WHO menyelidiki Lab. Ft. Detrick. Akan tetapi, sampai sekarang pihak AS belum pernah memberikan reaksi positif terhadap hal tersebut. Yang lebih menyesalkan, server situs webnya bahkan mengalami serangan siber dari banyak alamat IP AS. Menanggapi hal tersebut, Zhao Lijian menyatakan, Amerika harus memberikan dua jawaban kepada warganet Tiongkok. Pertama, jawaban AS tentang berbagai kecurigaan terkait Lab. Ft. Detrick. Kedua, jawaban AS tentang serangan siber dari AS terhadap server situs web tanda tangan bersama milik Harian Global Times Tiongkok. Zhao Lijian mengatakan, justru pada satu minggu yang lalu, AS masih bersama negara sekutu tertentu, menfitnah dan menodai Tiongkok dalam masalah keamanan siber. Peristiwa serangan siber terhadap server situs web Tiongkok itu sekali lagi mengungkapkan standar ganda AS dalam masalah keamanan siber, serta watak AS sebagai negara yang memiliki hacker terbanyak di dunia. Apabila AS benar-benar membela keamanan siber dan mendukung kebebasan berbicara, seharusnya melakukan refleksi diri dan bersama dengan berbagai negara memelihara keamanan siber, bukannya sambil membiarkan hacker negaranya sendiri melakukan serangan siber, sambil menodai negara lain. Laporan Jajak Pendapat yang Dirilis Wadah Pemikir CGTN: 80% Netizen Setuju Masalah Penelusuran Sumber Virus Covid-19 Telah Dipolitisasi 2021-07-27 14:54:06 http://indonesian.cri.cn/20210727/58fc7d45-4236-a1bb-1299-46b66e8d4ef4.html“Menurut Anda, apakah masalah penelusuran virus Covid-19 telah dipolitisasi?” Wadah pemikir CGTN merilis laporan jajak pendapat online pada 26 Juli malam waktu Beijing. Laporan tersebut menunjukkan bahwa 80% netizen di seluruh dunia yang berpartisipasi dalam pemungutan suara percaya bahwa masalah penelusuran virus telah dipolitisasi. Jajak pendapat tersebut dimulai pada tanggal 24 Juli pagi waktu Beijing, dan dilakukan dalam bahasa resmi PBB, yaitu bahasa Mandarin, bahasa Inggris, bahasa Rusia, bahasa Prancis, bahasa Spanyol, dan bahasa Arab. Hingga tanggal 25 Juli pukul 22.00, di antara netizen yang berpartisipasi dalam pemungutan suara ini, di platform Twitter, warganet yang berbahasa Spanyol sangat setuju bahwa “masalah penelusuran virus Covid-19 telah dipolitisasi”, proporsinya mencapai 90%, proporsi netizen yang berbahasa Prancis, Rusia, dan Inggris yang setuju bahwa “masalah penelusuran sumber virus Covid-19 telah dipolitisasi” masing-masing mencapai 88%, 83%, dan 70%, sedangkan 68% netizen yang berbahasa Arab setuju bahwa “masalah penelusuran virus Covid-19 telah dipolitisasi”. Di platform Facebook, rata-rata 83% warganet yang berbahasa Inggris, Spanyol, Prancis, Arab dan Rusia setuju bahwa masalah penelusuran virus telah dipolitisasi. Di Weibo, platform bahasa Mandarin, ada sebanyak 95% warganet memilih pilihan “masalah penelusuran virus Covid-19 telah dipolitisasi” dan menunjukkan tingkat konsensus yang tinggi. Pendapat dan komentar yang ditinggalkan oleh netizen di seluruh dunia saat voting sama-sama menggelitik. Beberapa netizen berbahasa Inggris menunjukkan bahwa WHO harus bekerja keras untuk menyelesaikan tekanan politik, dan penelusuran virus adalah strategi politik yang digunakan oleh AS untuk menahan kebangkitan Tiongkok. Beberapa netizen berbahasa Prancis meninggalkan pesan bahwa AS ingin memberikan sanksi lebih lanjut kepada Tiongkok dengan alasan penelusuran virus tersebut. Beberapa netizen berbahasa Arab berkomentar bahwa virus telah dipolitisasi selama era Trump, adalah kebohongan yang dibuat oleh negara-negara Barat dan masyarakat internasional tidak boleh ditipu oleh politisi. Beberapa netizen Rusia langsung mengatakan bahwa ini adalah perjuangan yang diprakarsai oleh negara-negara Barat. Dalam proses analisis, wadah pemikir CGTN menemukan bahwa dalam komentar yang ditinggalkan oleh netizen global, kata kunci yang lebih sering muncul adalah "tekanan politik", "sanksi AS", "pengontrolan media", "kompensasi ekonomi", dan "mencegah pembangunan Tiongkok". Jajak pendapat online tersebut total memiliki 3 pertanyaan, di antaranya, pertanyaan kedua adalah, “Apakah Anda mendukung diadakannya penyelidikan di banyak negara untuk menelusuri sumber virus Covid-19?” Menurut hasil survei, di antara para netizen berbahasa Inggris, Spanyol, Prancis, Arab dan Rusia yang berpartisipasi dalam voting tersebut, sebanyak 83% netizen Twitter mendukung diadakannya penelusuran sumber virus Covid-19 di banyak negara, sedangkan tingkat dukungan di platform Facebook adalah 79%, dan tingkat dukungan di Weibo, platform Mandarin, mencapai 93%. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/3B94E7C048E1410384200B2AE83AF8EC%40A10Live.
