AS Banyak Berbuat Jahat, Tapi Ingin Banyak Keuntungan
2021-07-27 16:09:30  
http://indonesian.cri.cn/20210727/374141a8-b3ea-2a15-b61b-142da0283737.htmlXie 
Feng: Sebab Utama Hubungan Tiongkok-AS Tempuh Jalan Buntu Karena Sejumlah Tokoh 
AS Jadikan Tiongkok sebagai Musuh Imajiner

Dalam pembicaraannya dengan Wakil Menlu AS Windy Sherman di Tianjian Senin 
kemarin(26/7), Wakil Menlu Tiongkok Xie Feng menyatakan, saat ini, hubungan 
Tiongkok-AS menempuh jalan buntu, sebab utamanya adalah sejumlah tokoh AS 
menjadikan Tiongkok sebagai “Musuh Imajiner”. AS secara menyeluruh mencegah 
Tiongkok maju berkembang. Sepertinya, asalkan dapat mencegah Tiongkok maju, 
masalah sulit yang dihadapi AS didalam dan luar negeri akan dapat teratasi 
secara menyeluruh, AS akan kembali menjadi luar biasa, dan hegemonismenya juga 
akan dilanjutkan. AS selalu menjadikan Tiongkok sebagai dalih, sepertinya AS 
tidak bisa berbicara dan berbuat jika Tiongkok tidak terlibat. Tiongokok 
mendesak AS segera mengubah pikiran ekstrimis yang salah dan mengubah kebijakan 
terhadap Tiongkok yang sangat berbahaya ini.

Xie Feng: “Kompetisi, Kerja Sama dan Konfrontasi” Adalah prinsip AS untuk 
Menekan Tiongkok

Xie Feng menyatakan, kompetisi, kerja sama dan konfrontasi adalah prinsip yang 
diambil AS untuk menekan Tiongkok. Hakikatnya adalah konfrontasi dan 
pencegahan, kerja sama hanyalah taktik sementara, sedang kompetisi adalah 
kebohongan. AS menuntut Tiongkok untuk bekerja sama jika ada keperluan, 
sedangkan di bidang yang diungguli, AS memutuskan hubungan, memutuskan 
penyuplaian, memblokade dan mengenakan sanksi kepada Tiongkok. Demi mencegah 
Tiongkok maju, AS rela melancarkan konflik dan konfrontasi. AS hanya ingin 
menyelesaikan masalah yang diperhatikannya sendiri, hanya ingin mendapatkan 
hasil yang diinginkannya, dan mendapat keuntungan secara unilateral. AS banyak 
berbuat jahat, tapi ingin mendapat banyak keuntungan, di dunia ini mana ada 
kerasionalan seperti itu?

Xie Feng: “Tata Tertib Internasional Berdasarkan Peraturan” Yang Disebut AS 
Merusak Kepentingan Negara Lain, Memblokade Negara Lain dan Memberlakukan Hukum 
Rimba

Apa yang disebut “tata tertib internasional berdasarkan peraturan” yang 
dipelihara AS, adalah AS dan beberapa negara Barat menjadikan peraturan 
pribadinya sebagai hukum internasional, bertujuan memblokade dan menindas 
negara lain. Tujuan AS mengesampingkan hukum dan tata tertib internasional yang 
diakui komunitas internasional hanya bertujuan mengubah peraturan dan membatasi 
negara lain dan menguntungkan dirinya sendiri, dan melaksanakan hukum rimba 
yang kuat makan yang lemah.

Xie Feng: Apa Alasan AS Menjadi Wakil HAM Global?

Xie Feng menyatakan, AS harus lebih dulu menyelesaikan masalah HAM-nya sendiri. 
Dilihat dari sisi sejarah, AS melakukan genosida terhadap penduduk pribumi, 
dilihat dari sisi kenyataan, gagal menanggulangkan wabah mengakibatkan sebanyak 
620 juta orang AS meninggal dunia. Dilihat dari sudut internasional, AS 
mengambil kebijakan agresi dan melancarkan perang dengan kebohongan, hanya 
mendatangkan banyak kesengsaraan kepada seluruh dunia. Apa alasan AS menjadi 
wakil HAM demokratik dunia?

Xie Feng: AS Harus Mengubah Kebijakan, Berjalan Searah dengan Tiongkok, Saling 
Menghormati Satu Sama Lain, Berkompetisi secara Adil, dan Hidup Berdampingan 
secara Damai

Xie Feng menyatakan, rakyat Tiongkok mencintai perdamaian, dengan aktif 
mendorong hubungan internasional tipe baru yang saling menghormati satu sama 
lain, adil, bekerja sama dan menang bersama, serta membangun komunitas senasib 
sepenanggungan. Tiongkok bersedia dengan AS memperlakukan satu sama lain secara 
setara, dan mencari kesamaan di tengah perbedaaan. AS harus mengubah 
kebijakannya, berjalan searah dengan Tiongkok, saling menghormati satu sama 
lain, berkompetisi secara adil, dan hidup berdampingan secara damai. Hubungan 
Tiongkok-AS yang sehat dan stabil tidak saja sesuai dengan kepentingan kedua 
pihak, tapi juga adalah harapan bersama komunitas internasional.

Xie Feng: Hak Paten dan HKI Diplomatik Koersif Semua Hanya Milik AS

Xie Feng menyatakan, menghadapi intervensi dari luar negeri, Tiongkok 
mengantisipasinya secara rasional, membela kepentingan negara yang rasional, 
memelihara keadilan internasional, tidak pernah berprovokasi di negara lain, 
tidak pernah mencampuri urusan dalam negeri negara lain, dan tidak pernah 
menjajah negara lain. Hak paten dan HKI diplomatik koersif selalu hanya menjadi 
milik orang AS, adalah AS yang mengadakan sanksi secara unilateral, yuridikasi 
lengan panjang dan mengintervensi urusan intern negara lain.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/67965A09373E46A5A80A91516B6081D2%40A10Live.

Reply via email to